JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia terus menggenjot strategi promosi destinasi wisata nasional di pasar China. Langkah agresif ini diambil untuk menangkap peluang dari kebijakan bebas visa yang mulai diterapkan Pemerintah China bagi warga negara asing sejak Agustus 2026.
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menyatakan bahwa penguatan pasar ini dilakukan melalui sinergi strategis bersama berbagai pihak, mulai dari platform perjalanan digital hingga maskapai penerbangan internasional.
Gandeng Platform Digital dan Maskapai Penerbangan
Untuk mendorong lonjakan kunjungan wisatawan asal Negeri Tirai Bambu ke Tanah Air, Kemenpar menjalin kolaborasi dengan platform perjalanan digital terkemuka seperti Ctrip, Qunar, dan Tuniu. Selain itu, kerja sama juga digalang bersama maskapai China Southern Airlines, Xiamen Airlines, serta para pelaku industri pariwisata.
Tak hanya dari sisi promosi, kemudahan transaksi finansial bagi para turis juga menjadi fokus perhatian. Pemerintah Indonesia telah memperkuat kemudahan berwisata melalui penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara Indonesia-China yang resmi beroperasi sejak 30 April 2026.
Kebijakan bebas visa regional dari Pemerintah China untuk rombongan wisatawan asal negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, dinilai Ni Luh dapat mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Pergerakan wisatawan yang kian aktif di kedua arah diyakini mampu mendorong penambahan rute serta frekuensi penerbangan langsung. Hal ini secara otomatis membuka peluang lebih besar bagi masuknya turis China ke Indonesia.
Kapasitas Penerbangan dan Pertumbuhan Wisatawan
Berdasarkan data Amadeus yang dihimpun Kemenpar RI, hingga Oktober 2026 tercatat kapasitas penerbangan langsung dari berbagai kota di China menuju Indonesia telah mencapai sekitar 1,9 juta kursi.
Pasar China terbukti menjadi salah satu pilar utama pariwisata Indonesia. Pada Agustus 2026, wisatawan asal China tercatat sebagai penyumbang kunjungan terbanyak ketiga dengan angka mencapai 162,6 ribu kunjungan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 15,6 persen dibandingkan periode yang sama pada Agustus 2025.
Perluasan Destinasi Unggulan
Menatap prospek ke depan, Kemenpar mendorong perluasan cakupan promosi dan penawaran paket wisata yang lebih bervariasi. Pemerintah ingin mengarahkan fokus wisatawan tidak hanya tertuju pada Pulau Bali, tetapi juga menyebar ke berbagai destinasi lain di Indonesia.
Beberapa sektor yang menjadi andalan baru mencakup destinasi berbasis wisata bahari, keindahan alam, kekayaan budaya, hingga layanan kesehatan dan kebugaran (wellness tourism).
Melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri dari kedua negara, akses informasi dan perjalanan diharapkan semakin mudah, sehingga target peningkatan jumlah kunjungan wisatawan China ke Indonesia dapat tercapai secara optimal.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post