Perkuat Ekosistem Daerah, ICCN dan Kemenekraf Kawal Manifesto Suara Ekraf Menuju WCCE 2026
JAKARTA — Komitmen untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilar baru pertumbuhan ekonomi nasional terus dimatangkan. Melalui forum Suara Ekraf Indonesia, Indonesian Creative Cities Network (ICCN) berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyusun manifesto strategis yang merangkum aspirasi, tantangan, dan gagasan para pelaku industri kreatif di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian agenda menuju World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Manifesto tersebut dirancang untuk merespons kebutuhan mendasar para pelaku usaha kreatif lokal agar mampu berkembang secara inklusif sekaligus menembus pasar global. Isu-isu krusial yang berhasil dihimpun mencakup penguatan sinergi lintas sektor, kepastian regulasi yang transparan, perluasan akses pembiayaan dan pasar, hingga pembentukan forum penghubung antara komunitas daerah dengan jejaring internasional.
Aksi Konkret Mengawal Aspirasi Pelaku Kreatif Lokal
Ketua Umum ICCN, TB. Fiki C. Satari, menegaskan bahwa dokumen manifesto ini bukan sekadar wacana di atas kertas. ICCN berkomitmen mengawal seluruh poin aspirasi agar bertransformasi menjadi program kerja yang berdampak langsung bagi komunitas kreatif di seluruh pelosok Tanah Air.
“Kami mengumpulkan permasalahan, kata kunci, hingga gagasan yang diajukan agar ekonomi kreatif dapat dibangun dari daerahnya masing-masing untuk Indonesia dan dunia. ICCN akan memastikan dan mengawal manifesto ini menjadi rencana aksi yang konkret, menghadirkan kemajuan berkelanjutan, serta berdampak positif bagi para pelaku ekraf,” ujar Fiki saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.
Kemenekraf Dorong Ekraf Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Dukungan penuh terhadap langkah strategis ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Pihaknya mengapresiasi rekam jejak ICCN yang secara konsisten membangun jaringan ekonomi kreatif berbasis daerah selama lebih dari satu dekade.
Menurut Teuku Riefky, penguatan industri kreatif harus dimulai dari level kabupaten dan kota. Strategi dari bawah ke atas (bottom-up) ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sektor kreatif sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Spirit dari ekonomi kreatif yang diarahkan oleh Presiden adalah bagaimana sektor ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Kemenekraf siap berkolaborasi penuh dengan ICCN untuk mendampingi pengembangan kota kreatif serta memperluas jangkauan produk lokal ke tingkat internasional,” tegas Teuku Riefky.
Inovasi Digital Lewat Peluncuran Superapp ICCN 2.0 Berbasis AI
Sebagai langkah nyata dalam mempercepat integrasi ekosistem, ICCN juga tengah menyiapkan peluncuran Superapp ICCN 2.0 yang dijadwalkan meluncur dalam rangkaian WCCE 2026. Platform digital ini didesain untuk menghubungkan pelaku ekraf dengan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan komunitas (pentaheliks).
Aplikasi ini akan dibekali sejumlah fitur canggih, seperti pemetaan ekosistem kreatif, jejaring profesional, marketplace layanan, direktori acara, hingga Dashboard Indeks Kota Kreatif. Tak hanya itu, platform ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan big data melalui fitur Super Agent untuk mendukung riset pasar serta mempertemukan para pelaku usaha dengan mitra kolaborasi yang tepat.
Sinergi antara kebijakan berbasis aspirasi daerah dan akselerasi teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia di kancah global secara berkelanjutan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post