Keselamatan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo kini menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan lintas daerah. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menggelar uji kelaikan kendaraan (uji KIR) portabel yang menyasar ratusan armada Jeep wisata di kawasan Kecamatan Sukapura.
Langkah preventif ini terbukti direspon positif oleh para pelaku usaha transportasi wisata lokal. Hingga hari ketiga pelaksanaan uji portabel, tercatat lebih dari 300 unit kendaraan Jeep wisata Bromo telah mengantre dan menjalani serangkaian pemeriksaan teknis menyeluruh di dua titik strategis kawasan Sukapura.
Pemeriksaan Jemput Bola di Kawasan Wisata
Pemeriksaan kelaikan armada angkutan wisata ini dipusatkan di dua lokasi utama untuk memudahkan para pemilik angkutan. Pada tahap awal, pemeriksaan berkala digelar di Gerbang Wisata Sukapura (GWS), sebelum akhirnya dipindahkan ke Terminal Wisata Seruni Point di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Probolinggo, Bambang Singgih Hartadi, menegaskan bahwa skema pemeriksaan portabel atau “jemput bola” ini sengaja diterapkan agar para pengemudi Jeep tidak perlu jauh-jauh membawa kendaraannya ke pusat pengujian di luar kawasan wisata.
“Tujuan utama uji KIR ini adalah untuk memastikan seluruh armada Jeep wisata Bromo benar-benar laik jalan dan aman. Dengan begitu, kita bisa memberikan jaminan keamanan serta kenyamanan ekstra bagi para wisatawan yang hendak menikmati keindahan Bromo,” kata Bambang Singgih Hartadi.
Pemeriksaan Layanan Terpadu dan Kelaikan Pengemudi
Prosedur pengujian portabel ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek mekanis kendaraan seperti sistem pengereman, lampu, dan kondisi ban semata. Petugas gabungan juga menyisir kelengkapan administrasi kendaraan serta kondisi fisik para pengemudi di lapangan.
Operasi terpadu ini melibatkan konsorsium instansi lintas sektor, mulai dari Satlantas Polres Probolinggo, Dishub Provinsi Jawa Timur, Jasa Raharja, hingga Dinas Kesehatan. Selain pemeriksaan SIM dan STNK, para sopir Jeep juga diwajibkan mengikuti cek kesehatan gratis untuk memastikan mereka dalam kondisi prima saat membawa penumpang di jalur ekstrem Bromo.
“Aspek keselamatan tidak cuma dari fisik mobil, tapi juga pengemudinya. Karena itu, layanan pemeriksaan kesehatan dan perlindungan asuransi dari Jasa Raharja ikut kami integrasikan dalam satu rangkaian pengujian,” tambah Bambang.
Sinergi Demi Penguatan Industri Pariwisata Bromo
Sektor pariwisata kawasan Bromo—yang juga terhubung erat dengan aksesibilitas wisatawan dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya—sangat bergantung pada reputasi keselamatan armada transportasi lokal. Kehadiran pengujian terpadu ini mendapat apresiasi dari paguyuban Jeep Bromo karena dinilai memberikan kemudahan prosedur tanpa mengganggu aktivitas operasional harian mereka.
Pemerintah daerah berharap sinergi antardinas dan kepolisian ini dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas di jalur rawan wisata alam. Pengetatan standar kelaikan kendaraan ini sekaligus menjadi komitmen bersama dalam menghadirkan standar pelayanan pariwisata yang berkelanjutan, aman, dan profesional di kawasan Bromo.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post