Sediakan Delapan Ruang Kreatif, Pemkot Batu Fasilitasi Seniman dan Komunitas Lokal Berkarya
KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi seni dan budaya lokal. Guna memberi wadah yang terarah bagi para seniman dan komunitas kreatif, Pemkot Batu resmi menyiagakan delapan ruang kreatif publik yang tersebar di sejumlah titik strategis dan kawasan aset daerah.
Langkah ini diambil untuk memfasilitasi ekspresi seni masyarakat agar tidak hanya memiliki ruang tampil yang layak, tetapi juga mampu mempercantik estetika kota wisata tersebut secara teratur dan legal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, mengungkapkan bahwa delapan lokasi yang disiapkan mencakup berbagai fasilitas publik unggulan. Titik-titik tersebut meliputi Hutan Kota Bondas, Alun-Alun Kota Batu, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Pasar Induk Among Tani, Galeri Raos, Gedung Kesenian Arjuna Wiwaha, Batu Tourism Mall (BTM), hingga area LPPL ATV.
Mekanisme Kolaborasi dan Penjagaan Aset Daerah
Kendati ruang publik dibuka lebar untuk ekspresi seni, Dian menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara komunitas kreatif dengan pemerintah daerah sebelum kegiatan dilaksanakan. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan konsep, tema visual, serta lokasi yang akan dipercantik.
“Teman-teman yang biasa berkarya seperti seni mural, kami memberikan ruang-ruang yang tentunya perlu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Kota. Mulai dari seperti apa temanya, hingga di mana titik lokasinya,” ujar Dian pada Rabu (30/9/2026).
Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi sarana edukasi untuk meminimalisasi aksi vandalisme atau mural liar yang berpotensi merusak keindahan kota. Khusus untuk kawasan objek vital dan aset bernilai tinggi seperti Pasar Induk Among Tani, pemantauan dan pengamanan tetap diberlakukan secara ketat.
“Kalau di kawasan seperti Pasar Induk Among Tani, itu kan merupakan aset Pemerintah Kota Batu. Tentu pengawasan dan pengamanan tetap kita lakukan agar tata ruangnya tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.
Dukungan Stimulan hingga Fleksibilitas Cabang Seni
Fasilitas yang disediakan Pemkot Batu dipastikan tidak terbatas pada seni visual atau mural semata. Ruang-ruang publik tersebut dirancang fleksibel untuk menampung beragam cabang seni dan pertunjukan budaya.
“Pemanfaatannya tidak hanya untuk seni mural. Seperti di kawasan Arjuna Wiwaha, lokasi itu sangat ideal dan difokuskan untuk pertunjukan seni dan budaya,” terang Dian.
Sebagai wujud penyerapan aspirasi komunitas, Pemkot Batu juga menyiapkan skema dukungan berupa stimulan bagi seniman yang aktif berkegiatan di ruang publik tersebut. Pemerintah daerah siap menunjang kebutuhan dasar operasional, seperti penyediaan bahan cat, ruang kerja yang representatif, hingga bantuan logistik pendukung selama proses berkarya berlangsung.
Melalui sinergi ini, wajah Kota Batu diharapkan makin estetik, ramah seniman, sekaligus mampu menyuguhkan daya tarik wisata berbasis ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi para wisatawan maupun warga Malang Raya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post