Pelatih Bangladesh Buka Suara Usai Dibantai Indonesia 9-2: Thomas Doyle Akui Beda Level Permainan
Kekalahan telak 9-2 yang dialami tim nasional Bangladesh saat bersua Indonesia menjadi bahan evaluasi mendalam bagi sang juru taktik, Thomas Doyle. Pelatih berdarah Jerman-Amerika tersebut secara terbuka mengakui adanya jurang perbedaan kualitas dan level permainan yang cukup signifikan antara anak asuhnya dengan skuad Garuda.
Usai laga yang diwarnai pesta gol tersebut, Doyle meminta para pemainnya untuk tidak berlarut dalam kesedihan, melainkan mengambil pelajaran berharga dari kekalahan besar ini. Menurutnya, ketangguhan fisik dan kedewasaan taktik para pemain Indonesia menjadi cermin besar bagi perbaikan kualitas sepak bola Bangladesh ke depan.
“Kami melihat level sepak bola yang sangat berbeda dalam pertandingan ini. Ini adalah pelajaran berharga yang harus dipelajari oleh para pemain,” ujar Thomas Doyle saat memberikan keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Soroti Lemahnya Respon Taktis dan Ketahanan Fisik Tim
Selain menyoroti ketimpangan kualitas fisik, Thomas Doyle juga menumpahkan kekecewaannya terhadap respon taktis para pemain Bangladesh di lapangan. Ia menilai anak asuhnya kerap terlambat mengantisipasi pergerakan cepat dan dominasi penguasaan bola yang diperagakan oleh para pemain Indonesia.
“Seharusnya kami menekan mereka sejak awal, tetapi para pemain justru pasif dan malah berdiri di antara pemain lawan alih-alih melakukan pengawalan ketat (tight marking). Kondisi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh pemain Indonesia untuk melakukan kombinasi umpan, mengoper, dan menerima bola dengan sangat nyaman,” beber Doyle mengevaluasi jalannya laga.
Alihkan Fokus Evaluasi Menuju Kejuaraan SAFF
Hasil minor di ajang Piala ASEAN ini kini menjadi momentum pembenahan total bagi skuad Bangladesh. Pihak manajemen tim dan staf pelatih langsung mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda internasional terdekat, yakni Kejuaraan SAFF.
Bermain di kandang sendiri pada turnamen regional Asia Selatan mendatang diharapkan dapat menjadi panggung kebangkitan bagi Bangladesh. Doyle optimistis, pengalaman pahit saat menghadapi gempuran Indonesia dapat dikonversi menjadi modal berharga untuk mengukur sekaligus meningkatkan peta kekuatan mereka saat bersaing dengan negara-negara tetangga.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post