Langkah strategis Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengimplementasikan mekanisme transaksi short selling secara bertahap mulai 1 Oktober 2026 mendapatkan sambutan positif dari kalangan praktisi pasar modal. Kebijakan ini dinilai sebagai wujud komitmen otoritas bursa dalam memperdalam pasar modal nasional sekaligus memperkaya variasi instrumen investasi bagi para pelaku pasar.
Penasihat Investasi Berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Aural Jihad, menyatakan dukungannya terhadap transformasi yang tengah dilakukan BEI. Menurutnya, penyediaan transaksi short selling menghadirkan fleksibilitas baru bagi investor dalam mengelola portofolio saham, khususnya di tengah dinamika dan volatilitas pasar global yang kian kompleks.
Minat Investor Asing dan Urgensi Perluasan Emiten
Aural mengungkapkan bahwa transparansi dan ketersediaan instrumen short selling menjadi salah satu poin yang kerap ditanyakan oleh investor asing, terutama investor perorangan kelas kakap dengan dana kelolaan atau asset under management (AUM) di kisaran US$ 5 juta hingga US$ 10 juta.
Melihat tingginya minat tersebut, ia menyarankan agar BEI mengevaluasi keterbatasan daftar saham yang dapat ditransaksikan. Kebijakan awal yang melimitasi transaksi ini pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) diharapkan dapat diperluas secara bertahap ke seluruh emiten seiring dengan peningkatan pemahaman dan kesiapan para pelaku pasar.
Alat Lindung Nilai, Bukan Sekadar Spekulasi
Lebih lanjut, Aural menekankan pentingnya meluruskan stigma negatif yang kerap melekat pada transaksi short selling. Mekanisme ini dinilai tidak sepatutnya dipandang semata-mata sebagai aktivitas spekulatif yang berisiko memperburuk penurunan harga saham.
Bagi investor institusi maupun profesional, short selling berfungsi vital sebagai instrumen lindung nilai (hedging) untuk memitigasi risiko kerugian aset saat kondisi pasar mengalami penurunan drastis. Edukasi publik mengenai fungsi manajemen risiko ini menjadi kunci utama agar implementasi short selling mampu memperkuat stabilitas dan likuiditas pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post