Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghentikan kebiasaan “mager” atau malas bergerak dengan beralih memilih tangga manual ketimbang menggunakan lift maupun eskalator. Menkes menilai, kebiasaan sederhana naik tangga tidak hanya membentuk gaya hidup sehat dan modern, tetapi juga menjadi sarana olahraga praktis dan bebas biaya yang berdampak besar bagi kebugaran tubuh.
Melalui pesan yang disampaikan lewat akun media sosial pribadinya, Menkes menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas tangga yang ada di gedung perkantoran maupun sarana transportasi publik. Langkah ini dinilai efektif untuk membakar kalori secara optimal sekaligus memperkuat kinerja organ vital manusia.
Gaya Hidup Sehat dan Efisiensi Pembakaran Kalori
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa aktivitas menaiki tangga mampu membakar kalori hingga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan berjalan kaki biasa. Rata-rata pembakaran energi yang dihasilkan dapat mencapai 8 hingga 10 kalori per menit, menjadikannya pilihan tepat bagi para pekerja kantoran yang memiliki keterbatasan waktu untuk berolahraga khusus.
“Jika lokasi ruangan kantor berada di lantai dua atau empat, sebaiknya manfaatkan tangga. Aktivitas ini secara langsung memperkuat otot, melatih daya tahan jantung, dan menunjang kualitas hidup yang lebih sehat,” ujar Budi Gunadi Sadikin. Ia juga mengaitkan kebiasaan positif ini sebagai bagian dari tren tren kesehatan modern yang relevan dengan anak muda saat ini.
Bukti Ilmiah: Menurunkan Risiko Fatalitas Kardiovaskular
Seruan untuk aktif memilih tangga ini sejalan dengan temuan ilmiah yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs dan dikutip oleh Harvard Medical School. Berdasarkan tinjauan komprehensif dan meta-analisis terhadap sembilan studi terdahulu, para peneliti mengevaluasi data dari 480.479 responden berusia 35 hingga 84 tahun, di mana 53 persen di antaranya adalah perempuan.
Riset tersebut memantau korelasi antara kebiasaan menaiki tangga dengan potensi gangguan kesehatan serius, mulai dari serangan jantung, stroke, gagal jantung, hingga risiko kematian. Kelompok yang diamati mencakup individu dengan kondisi fisik sehat maupun pasien yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, seperti penyempitan arteri perifer.
Hasil analisis menunjukkan fakta signifikan terkait manfaat kesehatan rutin menaiki tangga:
- Penurunan Risiko Kematian Kardiovaskular: Aktivitas rutin naik tangga dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat gangguan jantung dan pembuluh darah sebesar 39 persen.
- Reduksi Angka Kematian Umum: Secara keseluruhan, risiko kematian akibat berbagai penyebab kesehatan terdeteksi berkurang hingga 24 persen.
- Perlindungan Organ Vital: Individu yang konsisten memilih tangga terbukti memiliki ketahanan sistem sirkulasi darah yang lebih baik, sehingga meminimalkan insidensi stroke dan kegagalan fungsi jantung.
Pemerintah berharap gerakan pembiasaan aktivitas fisik ringan namun konsisten ini dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat perkotaan demi menekan angka penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post