MALANG TODAY – Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut kini telah bergeser ke arah yang lebih spesifik dan holistik. Merawat gigi tidak lagi sekadar mengejar tampilan putih bersih, melainkan telah menjadi bagian penting dari perawatan diri (personal care) yang mencakup pencegahan noda, kebersihan gusi, hingga menjaga kesegaran napas untuk menunjang rasa percaya diri saat berinteraksi.
Pergeseran perilaku konsumen ini tecermin dari tingginya perhatian terhadap formulasi dan kandungan aktif dalam produk perawatan mulut (oral care). Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman berwarna yang memicu terbentuknya noda di permukaan gigi, serta ancaman masalah bau mulut (halitosis), mendorong publik untuk lebih selektif dalam memilih produk perawatan harian.
Inovasi Formulasi dan Tren Perawatan Gigi
Untuk menjawab tantangan noda di permukaan gigi akibat gaya hidup dan pola makan, penggunaan bahan-bahan tepercaya kini menjadi perhatian utama. Kombinasi baking soda, tetrasodium pyrophosphate, dan calcium carbonate diketahui efektif membantu membersihkan sekaligus memoles permukaan gigi dari noda harian tanpa merusak lapisan alami gigi.
Selain masalah estetika dan noda, isu bau mulut juga menjadi fokus utama kesehatan oral. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Program CKG, sekitar satu dari dua peserta di Indonesia tercatat mengalami masalah gigi dan mulut. Faktor-faktor seperti penumpukan plak, karies, hingga peradangan gusi (gingivitis) kerap menjadi pemicu utama timbulnya aroma tidak sedap.
Guna mengatasi persoalan tersebut, teknologi kesehatan gigi terkini mulai mengandalkan bahan inovatif seperti Apple Polyphenols untuk menghambat metabolisme bakteri penyebab bau, serta Zinc Glycinate yang berfungsi mengikat senyawa sulfur pemicu aroma kurang sedap pada rongga mulut.
Pertumbuhan Pasar Oral Care di Indonesia
Tingginya perhatian publik terhadap kandungan dan manfaat spesifik produk perawatan gigi berbanding lurus dengan pertumbuhan industri oral care di pasar domestik. Jenama perawatan mulut, usmile, mencatatkan peningkatan kinerja penjualan yang signifikan di platform niaga elektronik (e-commerce) sepanjang tahun 2026. Penjualan produk tersebut melonjak hingga 182 persen selama periode Ramadan pada Februari–Maret, dilanjutkan tren positif sebesar 31 persen pada Juni dan 62 persen pada Juli.
Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, menegaskan bahwa lonjakan tersebut menandai kedewasaan konsumen di Indonesia dalam memilih produk kesehatan personal.
“Pertumbuhan penjualan sepanjang 2026 menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap produk oral care dengan manfaat yang lebih spesifik. Konsumen kini mulai memperhatikan bukan hanya fungsi produk, tetapi juga kandungan dan teknologi di baliknya,” ujar Michelle dalam keterangan resminya.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa perawatan gigi dan mulut telah bertransformasi menjadi bagian utuh dari gaya hidup sehat masyarakat modern, di mana efektivitas bahan aktif dan keamanan jangka panjang menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan pilihan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post