Kekhawatiran global mengenai dampak lingkungan dan bahaya radiasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mendapat sudut pandang baru dari ekosistem air tawar di Wilayah Tver, Rusia. Dua pemancing asal Ternate, Maluku Utara, Nurdjan Soleman (67) dan Nasrun Masraoly (48), membagikan pengalaman langsung mereka saat berpartisipasi dalam ajang International Fishing Tournament 2026 yang digelar di Danau Udomlya, reservoir pendingin utama untuk Kalinin NPP, fasilitas PLTN terbesar di Rusia.
Dalam kompetisi internasional yang diinisiasi oleh perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, pada Selasa (29/9/2026) tersebut, kedua delegasi Indonesia berkompetisi bersama para pemancing dari 10 negara lainnya. Negara-negara yang turut serta meliputi Malaysia, Vietnam, Uzbekistan, India, Bangladesh, Turki, Mesir, Hungaria, Afrika Selatan, dan Belarusia.
Uji Radiasi Langsung dan Transparansi Lingkungan
Untuk memastikan keamanan ekologis dan menepis keraguan publik internasional, panitia menerapkan sistem catch and release yang dilengkapi dengan uji transparansi. Satu ekor ikan hasil tangkapan diambil secara acak dan langsung diukur tingkat paparan radiasinya menggunakan pemindai khusus di hadapan seluruh peserta dan awak media asing. Hasil pengujian menunjukkan kadar radiasi berada dalam batas sangat minim dan aman untuk ekosistem.
Kepala Departemen Perlindungan Lingkungan PLTN Kalinin, Andrey Danilkin, menegaskan bahwa seluruh kawasan penampungan air diatur oleh standar regulasi lingkungan yang sangat ketat dari Pemerintah Federasi Rusia. Pemantauan berkala dilakukan secara independen oleh Tverskoy Gidromet (Badan Meteorologi dan Pemantauan Lingkungan Hidup Wilayah Tver), mencakup pengujian kualitas air, kondisi vegetasi, hingga kelestarian satwa liar.
Danilkin menjelaskan bahwa keanekaragaman hayati dan melimpahnya populasi ikan menjadi indikator empiris bahwa ekosistem di sekitar PLTN berada dalam kondisi sehat. Secara ilmiah, tidak ditemukan perbedaan karakteristik antara biota air di Danau Udomlya dan danau alami lainnya di Rusia.
Berdasarkan studi komparatif dengan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Kursat, Danilkin mengungkapkan fakta sains bahwa radiasi latar belakang (background radiation) di sejumlah kota besar dunia justru terbukti lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat radiasi di sekitar area operasional PLTN Kalinin maupun Kota Udomlya. Hal ini mengindikasikan efektivitas penerapan teknologi nuklir ramah lingkungan.
Kesaksian Delegasi Indonesia dan Prospek Energi Nasional
Bagi Nurdjan Soleman, pengalaman menangkap berbagai jenis ikan seperti Pike, Perch, Catfish, hingga Crucian Carp di waduk pendingin nuklir memberikan pemahaman baru. Mantan pegawai negeri sipil ini menilai bahwa kekhawatiran berlebih terhadap teknologi nuklir perlu diluruskan melalui fakta-fakta objektif di lapangan.
Nurdjan berpendapat bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan pemanfaatan energi nuklir secara serius guna menopang kebutuhan daya nasional yang terus meningkat. Menurutnya, keandalan pasokan energi menjadi krusial, terutama di daerah-daerah seperti Maluku Utara yang masih membutuhkan kepastian transisi energi bersih berkelanjutan.
Pandangan serupa disampaikan oleh Nasrun Masraoly. Sebagai seorang nelayan yang terbiasa melaut di perairan timur Indonesia, ia mengapresiasi kebersihan dan keamanan lingkungan di sekitar instalasi nuklir tersebut. Nasrun mendorong pemangku kepentingan dan masyarakat di tanah air untuk bersikap terbuka terhadap kajian serta potensi kerja sama pengembangan teknologi energi masa depan demi ketahanan energi nasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post