KOTA BATU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu resmi menyampaikan pandangan umum dari enam fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026. Langkah legislatif ini mendapat respons positif dari eksekutif sebagai bagian dari upaya menyelaraskan arah pembangunan di sisa tahun anggaran.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Batu pada Selasa (22/9/2026). Menurutnya, masukan dan kritik konstruktif yang dilayangkan oleh seluruh fraksi di parlemen merupakan instrumen penting untuk menyempurnakan postur anggaran daerah agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sinergi Eksekutif-Legislatif Demi Kualitas Anggaran
Nurochman menegaskan bahwa pandangan umum yang disampaikan oleh enam fraksi DPRD Kota Batu bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bahan evaluasi krusial. Masukan tersebut akan menjadi pijakan utama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam melakukan pembahasan lanjutan bersama tim anggaran legislatif.
“Pandangan dari seluruh fraksi menjadi masukan yang sangat berarti dalam penyempurnaan Perubahan APBD 2026. Masukan DPRD ini dipastikan dapat memperkuat kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran daerah kita,” ujar Nurochman saat ditemui selepas rapat paripurna.
Ia menambahkan, sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat dibutuhkan guna memastikan setiap rupiah yang dialokasikan dalam P-APBD 2026 dapat menyasar program-program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kota Batu.
Fokus Optimalisasi Program di Sisa Tahun Anggaran 2026
Memasuki paruh kedua tahun anggaran 2026, Pemkot Batu dituntut untuk bergerak cepat namun tetap akuntabel. Oleh karena itu, pencermatan terhadap sisa waktu pelaksanaan program kerja menjadi salah satu poin krusial yang disoroti dalam draf perubahan anggaran ini.
Pemkot Batu bersama DPRD berkomitmen untuk menyisir kembali program-program yang dinilai lambat dalam penyerapan anggaran, sekaligus memberikan stimulus pada program yang membutuhkan percepatan, seperti sektor pariwisata, infrastruktur publik, dan pelayanan dasar masyarakat.
“Pelaksanaan program pada sisa tahun anggaran 2026 ini memang menjadi bagian yang turut kami perhatikan secara serius dalam pembahasan perubahan APBD. Kami berharap proses pembahasan berikutnya berjalan lancar dan tepat waktu,” imbuh orang nomor satu di Pemkot Batu tersebut.
Tahapan Berikutnya: Pembahasan Detail dan Jawaban Wali Kota
Pascapenyampaian pandangan umum fraksi ini, tahapan berikutnya adalah penyusunan jawaban Wali Kota Batu atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi dasar sebelum kedua belah pihak melakukan pembahasan detail di tingkat komisi dan Badan Anggaran (Banggar).
Melalui proses pembahasan yang transparan dan partisipatif ini, Pemkot Batu optimistis P-APBD 2026 tidak hanya sekadar memenuhi target administratif, melainkan mampu menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif di Kota Wisata ini.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post