Ruang Ekspresi Generasi Muda Mewarnai Peringatan Hari Jadi Kota Batu
Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu menjadi momentum berharga bagi generasi muda di wilayah Malang Raya untuk unjuk gigi. Melalui ajang literasi dan kreativitas anak yang digagas oleh Malang Posco Media, ratusan hingga ribuan siswa tingkat SD dan SMP/MTs se-Kota Batu diberi panggung khusus untuk menyuarakan gagasan, harapan, dan pandangan mereka tentang tanah kelahirannya melalui karya tulis.
Tak hanya mengasah kemampuan mengolah kata, ajang ini dirancang untuk menggali sudut pandang murni anak-anak dalam melihat perkembangan Kota Wisata Batu. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam membangun fondasi karakter masyarakat yang kritis, kreatif, dan berwawasan luas sejak dini.
Apresiasi Pimpinan Daerah: Gagasan Anak adalah Kompas Masa Depan
Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya ruang-ruang kreatif yang melibatkan anak-anak sekolah ini. Menurutnya, pemikiran anak-anak kerap kali jujur dan memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi pembuat kebijakan dalam merancang masa depan kota.
“Anak-anak ini harus diberikan ruang untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka harapkan,” tegas Nurochman pada Rabu (23/9/2026). Ia menambahkan bahwa gagasan yang dituangkan dalam tulisan tersebut bisa menjadi cerminan tentang bagaimana generasi penerus memandang Kota Batu dan cita-cita yang ingin mereka wujudkan di masa mendatang.
Dorong Literasi Digital dan Promosi Wisata Secara Daring
Selain kompetisi karya tulis yang menguji ketajaman berpikir dan kemampuan berbahasa, rangkaian kegiatan ini juga memfasilitasi bakat anak di bidang audio visual. Lomba foto dan video pendek bertema destinasi wisata digelar secara daring untuk mengenalkan keindahan alam serta potensi pariwisata Kota Batu dari kacamata pelajar.
Kombinasi antara kompetisi menulis dan kreasi konten digital ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca, berpikir kritis, sekaligus melatih keterampilam berpendapat secara santun. Melalui media fotografi dan videografi, anak-anak diajak menjadi ‘duta wisata kecil’ yang mempromosikan pesona daerahnya ke khalayak luas.
Uji Orisinalitas: Bebas Bantuan Orang Tua dan Kecerdasan Buatan
Mengingat potensi jumlah peserta yang menembus ribuan siswa, Nurochman mendukung penuh proses seleksi ketat yang dimulai secara berjenjang dari tingkat sekolah. Seleksi ini bertujuan untuk menjaring karya-karya terbaik yang benar-benar merefleksikan daya pikir murni sang anak.
Panitia menekankan pentingnya kejujuran akademis dalam ajang ini. Seluruh karya yang dikirimkan wajib dibuat secara mandiri oleh peserta, tanpa campur tangan penuh dari orang tua maupun penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Aturan tegas ini diterapkan guna memastikan bahwa setiap bait tulisan dan gagasan yang tertera lahir dari proses belajar, kreativitas alami, dan kejujuran pemikiran para siswa sendiri.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post