Satu Atlet Dipastikan Berangkat, Satu Lainnya Dibekap Cedera
Kabar membanggakan sekaligus haru datang dari kancah olahraga bola keranjang Kota Malang. Pebasket putri andalan Kota Malang, Faizzatus Shoimah, resmi dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Basket Putri Indonesia yang akan berlaga di ajang bergengsi Asian Games di Jepang. Atlet muda yang akrab disapa Ais ini menjadi satu-satunya wakil dari Kota Malang yang siap mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia.
Semula, Kota Malang diproyeksikan menyumbang dua atlet terbaiknya untuk skuad Garuda Putri. Namun, nasib kurang beruntung harus dialami oleh Adelaide Kalista. Pebasket berbakat tersebut terpaksa batal berangkat lantaran mengalami cedera serius dan harus menjalani masa pemulihan.
Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Malang, Hesy Tamim, mengonfirmasi bahwa persiapan timnas menuju ajang multi-event internasional ini telah berlangsung intensif hampir selama satu tahun. Seluruh atlet terpilih digembleng secara fisik dan taktik untuk menghadapi persaingan ketat di level Asia.
“Harusnya ada dua, Adelaide Kalista dan Faizzatus Shoimah. Akan tetapi Kalistanya mengalami cedera jadi harus istirahat. Yang masuk hanya satu atlet yakni Ais,” terang Hesy Tamim saat memberikan keterangan resmi di Malang.
Tren Positif Timnas Basket Putri di Kancah Asia
Hesy mengungkapkan optimisme tinggi terhadap kiprah Timnas Basket Putri Indonesia dalam kompetisi mendatang. Perkembangan performa tim nasional dinilai sangat positif dan menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu.
Menurut peta persaingan saat ini, tim Indonesia tercatat sukses melangkah mulus menembus babak pool. Hasil manis tersebut mengantarkan skuad Indonesia bersama dua tim terbaik lainnya untuk melenggang ke fase krusial berikutnya.
Bukti Moncernya Pembinaan Basket Usia Muda di Kota Malang
Keberhasilan Faizzatus menembus skuad utama tim nasional bukan satu-satunya catatan manis bagi perbasketan Bumi Arema. Pembinaan berjenjang yang konsisten di Kota Malang terbukti terus melahirkan talenta-talenta muda berprestasi tingkat internasional.
Selain Ais, nama Hana Harsita juga menjadi bukti sahih keberhasilan sistem pembinaan lokal. Atlet putri yang saat ini masih duduk di bangku kelas XII SMA tersebut sebelumnya sukses mengharumkan nama Indonesia dengan menyumbang medali emas pada nomor basket 3×3 dalam ajang internasional di Batam.
Hesy menegaskan bahwa deretan prestasi ini menandakan ekosistem dan iklim pembinaan bola basket di Kota Malang berada di jalur yang benar. Keberadaan kompetisi yang masif dan terstruktur di level sekolah, perguruan tinggi, hingga klub-klub lokal menjadi kawah candradimuka yang efektif dalam menggembleng mental serta jam terbang para pemain muda.
“Artinya pembinaan di Kota Malang berjalan dan memang kalau kita percaya pada klub dan sekolah. Kota Malang sebagai kota terbesar kedua (di Jawa Timur) yang turnamen basketnya sangat banyak,” pungkas Hesy menutup pembicaraan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post