Pasar emas digital Indonesia mengalami koreksi harga pada perdagangan Rabu, 23 September 2026. Penurunan ini dipicu oleh dinamika pergerakan harga emas global serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kendati demikian, tren penurunan ini dinilai tidak menggerus minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis komoditas tersebut.
Koreksi harga yang terjadi di mayoritas penyedia jasa emas digital dipandang sebagai momentum akumulasi bagi para investor ritel. Kepraktisan akses secara online, fleksibilitas transaksi, hingga batas minimum pembelian yang sangat terjangkau menjadikan emas digital tetap sebagai pilihan favorit untuk strategi investasi berkala (dollar-cost averaging).
Rincian Pergerakan Harga Emas Digital
Berdasarkan pemantauan di sejumlah platform penyedia emas digital terkemuka, berikut adalah rincian harga beli dan harga jual yang berlaku:
- PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)
Treasury mencatatkan penurunan signifikan pada harga beli sebesar Rp 28.530 menjadi Rp 2.518.591 per gram. Sementara itu, harga jual berada di posisi Rp 2.435.956 per gram. - PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas)
Platform Lakuemas merevisi harga ke bawah sebesar Rp 13.000. Harga beli kini berada pada level Rp 2.529.000 per gram, sedangkan harga jual terkoreksi menjadi Rp 2.456.000 per gram. - PT Indogold Makmur Sejahtera (IndoGold)
IndoGold mencatatkan harga beli sebesar Rp 2.429.833 per gram, atau turun Rp 18.886. Adapun harga jualnya mengalami penurunan Rp 19.000 menjadi Rp 2.367.500 per gram. - PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)
Berbeda dari tren pasar umum, ShariaCoin justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar Rp 3.000. Harga beli berada di level Rp 2.627.000 per gram dan harga jual dipatok sebesar Rp 2.484.000 per gram.
Daya Tarik Investasi Ritel Tetap Solid
Karakteristik emas digital yang aman, transparan, dan terintegrasi dengan ekosistem finansial berbasis aplikasi terus mendorong penetrasi pasarnya. Penyesuaian harga harian seperti ini merupakan hal wajar dalam mekanisme pasar komoditas yang terikat langsung dengan faktor makroekonomi global.
Para pelaku pasar diimbau untuk terus memantau pergerakan kurs valuta asing dan sentimen bank sentral global, mengingat kedua faktor tersebut memegang peranan kunci dalam menentukan arah pergerakan emas digital dalam jangka pendek hingga menengah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post