Emiten konglomerat multisektor, PT Astra International Tbk (ASII), mencatatkan penyerapan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 17 triliun sepanjang semester I-2026. Realisasi ini setara dengan hampir separuh dari total alokasi capex yang disiapkan perseroan untuk tahun anggaran 2026, yakni berkisar antara Rp 35 triliun hingga Rp 36 triliun.
Langkah ekspansif ini mengonfirmasi komitmen grup bisnis raksasa tersebut dalam memperkuat portofolio lini usaha strategisnya, sembari menjaga disiplin alokasi modal guna mengamankan kesinambungan profitabilitas hingga beberapa tahun mendatang.
Aksi Korporasi UNTR dan Sektor Tambang Dominasi Realisasi
Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti, mengungkapkan bahwa porsi terbesar dari penyerapan belanja modal pada paruh pertama tahun ini dialokasikan untuk aksi korporasi strategis serta pemenuhan kebutuhan operasional anak usahanya di bidang alat berat dan pertambangan, PT United Tractors Tbk (UNTR).
Tira menjelaskan, penyerapan anggaran terbesar terealisasi melalui akuisisi tambang emas Arafura Surya Alam yang dilakukan oleh UNTR. Selain langkah anorganik tersebut, sisa dana belanja modal difokuskan untuk membiayai operasional rutin, khususnya peremajaan dan pembelian alat berat untuk mendukung bisnis kontraktor pertambangan di bawah naungan grup United Tractors.
“Realisasi capex Astra International di semester pertama ini sudah mencapai sekitar Rp 17 triliun dari total rencana sekitar Rp 36 triliun. Utamanya berasal dari akuisisi tambang emas Arafura Surya Alam oleh United Tractors, sementara sisanya merupakan capex rutin untuk pembelian alat berat,” ujar Tira dalam ajang Astra Media Day di Jakarta.
Disiplin Investasi Demi Pertumbuhan Laba Jangka Panjang
Memasuki paruh kedua tahun berjalan, manajemen ASII menegaskan akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam merealisasikan sisa anggaran belanja modal. Perseroan secara berkala melakukan evaluasi terukur agar setiap dana yang dikucurkan mampu memberikan imbal hasil optimal serta memperkuat efisiensi operasional.
Strategi pengalokasian modal secara disiplin ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak produktivitas grup, sekaligus menjaga tren pertumbuhan laba bersih perseroan hingga periode 2027 mendatang.
“Untuk ke depannya, sisa belanja modal akan kami alokasikan secara lebih disiplin untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Belanja modal ini terus kami evaluasi dari waktu ke waktu untuk memastikan dapat menopang produktivitas dan memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan,” pungkas Tira.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post