Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Menyingkap Kekeruhan Sejarah dari Balik Kamp Penahanan Terbesar 1965/Ukraina Kecewa SpaceX Restriksi Penggunaan Starlink untuk Militer/Rangkul Anak Tanpa Figur Ayah, Ayah Mansuri Terbitkan Buku Pembakar Semangat/KBRI Ankara Sabet Tiga Penghargaan Bergengsi di Trade Expo Indonesia 2024/Bursa Saham Anjlok, Pemerintah Minta Investor Tenang dan Sebut Penilaian MSCI Tak Selalu Tepat/Saham Eropa Melonjak ke Zona Hijau Disokong Menterengnya Kinerja Sektor Unggulan/Prigen Coffee Fest 2026 Sedot Seratus Barista se-Jatim Adu Racik Kopi di Pasuruan/CEO Replit Tegaskan Putus Kemitraan Pengembangan AI dengan Anthropic/Rincian Harga Emas Perhiasan Akhir Pekan Sabtu 17 Oktober 2026/Misteri Istana Rahasia Putin di Laut Hitam Mulai Terkuak/Kecelakaan Perahu di India Timur Tewaskan 13 Orang/Pelanggaran Pasar Saham, OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Rp2,1 Triliun/Sambut 5 Abad Jakarta, Raja dan Sultan Nusantara Resmi Satukan Kekuatan/BI Malang Selamatkan Memori Bangsa Lewat Penataan Arsip di Lentera Fest 2026/Uji Karakter Porsche Macan Turbo Listrik Antara Identitas Performa dan Era Baru Mobil Listrik/
Menyingkap Kekeruhan Sejarah dari Balik Kamp Penahanan Terbesar 1965/Ukraina Kecewa SpaceX Restriksi Penggunaan Starlink untuk Militer/Rangkul Anak Tanpa Figur Ayah, Ayah Mansuri Terbitkan Buku Pembakar Semangat/KBRI Ankara Sabet Tiga Penghargaan Bergengsi di Trade Expo Indonesia 2024/Bursa Saham Anjlok, Pemerintah Minta Investor Tenang dan Sebut Penilaian MSCI Tak Selalu Tepat/Saham Eropa Melonjak ke Zona Hijau Disokong Menterengnya Kinerja Sektor Unggulan/Prigen Coffee Fest 2026 Sedot Seratus Barista se-Jatim Adu Racik Kopi di Pasuruan/CEO Replit Tegaskan Putus Kemitraan Pengembangan AI dengan Anthropic/Rincian Harga Emas Perhiasan Akhir Pekan Sabtu 17 Oktober 2026/Misteri Istana Rahasia Putin di Laut Hitam Mulai Terkuak/Kecelakaan Perahu di India Timur Tewaskan 13 Orang/Pelanggaran Pasar Saham, OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Rp2,1 Triliun/Sambut 5 Abad Jakarta, Raja dan Sultan Nusantara Resmi Satukan Kekuatan/BI Malang Selamatkan Memori Bangsa Lewat Penataan Arsip di Lentera Fest 2026/Uji Karakter Porsche Macan Turbo Listrik Antara Identitas Performa dan Era Baru Mobil Listrik/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Menyingkap Kekeruhan Sejarah dari Balik Kamp Penahanan Terbesar 1965

by BBC Indonesia
October 17, 2026
Menyingkap Kekeruhan Sejarah Dari Balik Kamp Penahanan Terbesar 1965

Menyingkap Kekeruhan Sejarah Dari Balik Kamp Penahanan Terbesar 1965

Promo Hujan Bonus Fiberzone #Internetcepatindonesia

MALANG TODAY – Lebih dari 10.000 warga Indonesia dikirim ke Pulau Buru, Maluku, untuk menjalani agenda “pembersihan” pasca-peristiwa 1965. Tanpa proses peradilan yang sah, militer menangkap dan mengasingkan para tahanan politik (tapol) ini ke tempat yang jauh dari pemukiman. Puluhan tahun berlalu, para penyintas masih menyimpan ingatan kelam dan memperjuangkan pemulihan nama baik mereka.

Salah satu penyintas adalah Sangidu. Usianya baru 17 tahun dan baru saja masuk SMA di Yogyakarta ketika dipanggil ke kantor kecamatan pada 1965. Penangkapan itu menjadi awal penderitaannya. Tanpa alasan yang jelas, ia ditahan selama lima tahun berpindah-pindah penjara, termasuk di Penjara Wirogunan, sebelum akhirnya dikirim ke Pulau Buru pada 1970 melalui Nusakambangan.

Jalur Pembuangan Menuju Pulau Buru

Kisah serupa dialami Harun Sulaiman, mantan guru asal Cilacap yang aktif di PGRI Non-Vaksentral. Pada Oktober 1965, Harun dituduh terlibat dalam perencanaan pembunuhan para perwira militer di Jakarta, sesuatu yang tegas dibantahnya karena ia bahkan belum pernah menginjakkan kaki di ibu kota.

Setelah menjalani pemeriksaan berulang kali yang diwarnai tindak kekerasan serta dipindahkan ke 23 penjara berbeda, Harun akhirnya diberangkatkan dari Nusakambangan menuju Pulau Buru pada Agustus 1969 menggunakan Kapal Sunan Gunung Jati. Kapal yang diisi sekitar 3.000 tahanan tersebut mengarungi lautan selama sembilan hari sepuluh malam sebelum tiba di Teluk Kayeli, Namlea.

Dari Namlea, para tahanan diangkut menggunakan kapal pendarat militer menyusuri Sungai Wai Apu menuju kawasan Air Mandidih. Di lokasi tersebut, terpasang papan informasi bertuliskan “Selamat Datang di Proyek Kemanusiaan Bapreru Kejagung RI”. Bapreru (Badan Pelaksana Resettlement Pulau Buru) mengelola Instalasi Rehabilitasi (Inrehab) khusus bagi para tapol.

Kehidupan di Barak dan Kerja Paksa

Di Pulau Buru, para tahanan dihadapkan pada kondisi hidup yang sangat minim. Sambing, mantan pekerja kereta api yang ditangkap karena keanggotaannya di Serikat Buruh Kereta Api (SBKA), menuturkan bahwa jatah makanan awal yang mereka terima sangat jauh dari standar layak.

Para tapol ditempatkan di barak-barak bambu beratap daun sagu. Setiap barak dihuni hingga 50 orang. Kompleks penahanan ini dibagi menjadi 22 unit kerja yang tersebar di wilayah Pulau Buru. Masing-masing unit diawasi secara ketat oleh aparat militer dan dihuni oleh 500 hingga 1.000 tahanan.

Tanpa bekal keterampilan dan peralatan memadai, para tahanan dikerahkan untuk membuka hutan, membangun saluran irigasi, mencetak sawah, hingga mengurus peternakan. Mars Noersmono, mantan mahasiswa arsitektur ITB yang ditempatkan di Unit XIV, mencatat betapa beratnya pekerjaan mengusahakan sistem pengairan demi kelangsungan hidup harian dan pertanian.

Hal senada diungkapkan oleh Gregorius Soeharsojo Goenito, mantan seniman Lekra yang ditahan di Unit III. Ia menggambarkan bagaimana para tahanan harus bekerja seharian penuh membabat hutan demi memenuhi target lahan siap tanam dari pengawas militer.

Stigma dan Trauma Menembus Generasi

Pada awal 1970-an, pemerintah membuka opsi bagi tahanan untuk membawa keluarga mereka ke lokasi seperti Desa Savanajaya (bekas Unit IV). Sudarsini, yang tiba di Pulau Buru pada 1974 saat masih kanak-kanak, mengingat bagaimana ia dan keluarganya diajak sang ayah untuk menetap di sana.

Meski proyek pengasingan resmi dihentikan pada 1979, stigma terhadap mantan tapol dan keluarganya tetap melekat erat. Diskriminasi sistematis, seperti pembatasan akses pendidikan tinggi dan pekerjaan, serta pencantuman kode khusus pada dokumen kependudukan, membuat para korban dan keturunannya sulit keluar dari bayang-bayang masa lalu.

Penyintas lainnya, Sudiro (90), mantan petani dan pelaku seni wayang orang asal Boyolali, memilih untuk tetap tinggal di Pulau Buru setelah dibebaskan. Kehilangan istri dan anak saat masa penahanan serta ketiadaan jaminan hidup di Jawa menjadi alasan utamanya untuk bertahan dan membangun hidup baru di tanah pembuangan.

Menolak Lupa dan Menuntut Keadilan

Pengasingan ke Pulau Buru dipandang oleh para akademisi sebagai upaya rezim Orde Baru untuk memutus hubungan para tahanan dengan basis sosial politik mereka di Jawa. Pembentukan kontrol sosial dan narasi tunggal melalui media dan propaganda saat itu makin memojokkan posisi para mantan tapol di tengah masyarakat.

Bagi para penyintas yang kini usianya telah senja, keberadaan dokumen, catatan harian, dan ingatan kolektif menjadi sarana penting untuk merawat sejarah. Meski harapan akan pemulihan hak dan keadilan secara formal kian redup seiring berjalannya waktu, mereka menolak untuk melupakan apa yang telah terjadi.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Ukraina Kecewa Spacex Restriksi Penggunaan Starlink Untuk Militer

Ukraina Kecewa SpaceX Restriksi Penggunaan Starlink untuk Militer

by Xinhua News
October 17, 2026

Ukraina hadapi kendala pertahanan setelah SpaceX membatasi akses layanan internet Starlink yang digunakan untuk operasi militer drone.

Kbri Ankara Sabet Tiga Penghargaan Bergengsi Di Trade Expo Indonesia

KBRI Ankara Sabet Tiga Penghargaan Bergengsi di Trade Expo Indonesia 2024

by Malang Today
October 17, 2026

KBRI Ankara sukses memborong tiga penghargaan bergengsi pada TEI 2026 berkat kontribusi aktifnya dalam meningkatkan perdagangan Indonesia.

Bursa Saham Anjlok Pemerintah Minta Investor Tenang Dan Sebut Penilaian

Bursa Saham Anjlok, Pemerintah Minta Investor Tenang dan Sebut Penilaian MSCI Tak Selalu Tepat

by Malang Today
October 17, 2026

Pemerintah Indonesia meminta investor tetap tenang dan menegaskan penilaian MSCI tidak selalu tepat usai indeks saham domestik tertekan.

Saham Eropa Melonjak Ke Zona Hijau Disokong Menterengnya Kinerja Sektor

Saham Eropa Melonjak ke Zona Hijau Disokong Menterengnya Kinerja Sektor Unggulan

by Malang Today
October 17, 2026

Bursa saham Eropa berhasil melesat ke zona hijau pada akhir pekan ini didorong oleh lonjakan kinerja positif dari berbagai sektor...

Rincian Harga Emas Perhiasan Akhir Pekan Sabtu 17 Oktober 2026

Rincian Harga Emas Perhiasan Akhir Pekan Sabtu 17 Oktober 2026

by Malang Today
October 17, 2026

Cek rincian harga emas perhiasan hari ini Sabtu 17 Oktober 2026 terbaru. Dapatkan info kadar karat dan grafik pergerakan harganya...

Misteri Istana Rahasia Putin Di Laut Hitam Mulai Terkuak

Misteri Istana Rahasia Putin di Laut Hitam Mulai Terkuak

by BBC Indonesia
October 17, 2026

Ungkap alasan mengejutkan di balik pembangunan rahasia kediaman mewah Putin di Laut Hitam yang memicu kontroversi dan spekulasi publik.

Kecelakaan Perahu Di India Timur Tewaskan 13 Orang

Kecelakaan Perahu di India Timur Tewaskan 13 Orang

by Xinhua News
October 17, 2026

Sebanyak 13 orang tewas akibat kecelakaan kapal tenggelam di India timur. Simak kronologi dan detail kejadian selengkapnya di sini.

Pelanggaran Pasar Saham Ojk Denda Dssa Bren Dan Cuan Rp21

Pelanggaran Pasar Saham, OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Rp2,1 Triliun

by Malang Today
October 17, 2026

OJK menindak tegas pelanggaran pasar keuangan dengan menjatuhkan denda Rp2,1 triliun kepada tiga emiten raksasa DSSA, BREN, dan CUAN.

Sambut 5 Abad Jakarta Raja Dan Sultan Nusantara Resmi Satukan

Sambut 5 Abad Jakarta, Raja dan Sultan Nusantara Resmi Satukan Kekuatan

by Malang Today
October 17, 2026

Raja dan Sultan Nusantara bersatu dalam kolaborasi bersejarah menyambut 5 abad Kota Jakarta demi memperkuat warisan budaya bangsa.

Bali Terapkan Skema Ganjil Genap Pengisian Pertalite Mulai 17 Oktober

Bali Terapkan Skema Ganjil Genap Pengisian Pertalite Mulai 17 Oktober 2026

by Malang Today
October 17, 2026

Aturan ganjil genap pengisian Pertalite di Bali berlaku mulai 17 Oktober 2026. Simak ketentuan lengkap dan dampaknya bagi pengendara di...

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

8635
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.