Merayakan Kebebasan dalam Dekapan Chaos: Roberto Cavalli Spring-Summer 2027
Di bawah sorotan lampu runway Milan yang megah, Fausto Puglisi kembali menegaskan posisinya sebagai kurator estetika yang berani. Koleksi Spring-Summer 2027 untuk Roberto Cavalli bukan sekadar peragaan busana; ini adalah surat cinta bagi sang maestro, Roberto Cavalli, yang dikenal sebagai “sang pencetak motif” ulung. Bagi Puglisi, dekorasi kain bukanlah sekadar elemen pelengkap, melainkan bahasa warisan keluarga yang dihidupkan kembali dengan napas modern.
Estetika Pelarian: Ketika Kecantikan Melawan Kepedihan
Puglisi merangkul konsep chaos yang merayakan tubuh manusia—sebuah perayaan akan kegembiraan, pelarian dari realitas, dan kebebasan berekspresi. Di tengah situasi dunia yang sering kali terasa kelam, sang desainer yang telah memimpin rumah mode ini sejak 2020, memilih untuk menjadikan kreativitas sebagai respons terhadap rasa sakit.
“Saya melihat dunia di sekitar saya, dan apa yang terjadi begitu keras dan mengerikan hingga bisa melumpuhkan. Saya merasa memiliki tanggung jawab kepada maison ini; saya ingin memberikan segalanya untuk pekerjaan yang sangat saya cintai,” ungkap Puglisi. Baginya, mode adalah instrumen untuk menyuntikkan optimisme, sebuah upaya mencari keindahan sebagai penawar duka.
Simfoni Motif dan Siluet Era 2000-an
Untuk koleksi musim semi kali ini, Puglisi menarik inspirasi dari Los Angeles—kota yang mampu membuat segala sesuatu yang berlebihan terasa begitu natural dan tanpa usaha. Ia bereksperimen dengan proporsi baru yang memberikan penghormatan pada era 2000-an, sebuah masa di mana gaya Cavalli menjadi seragam bagi mereka yang berani dan bebas.
Di atas moodboard, ia memadukan kontras yang tak terduga: sentuhan seni klasik Antonello da Messina bersanding apik dengan potret-potret instan khas LA. Hasilnya adalah ledakan visual yang harmonis. Motif macan tutul, harimau, tato, hingga kulit ikan pari dan floral bertumpuk tanpa hierarki. Semuanya dituangkan di atas material mewah seperti devoré, satin berpigmen, crêpe chiffon, hingga stretch jersey yang memeluk tubuh dengan sempurna.
Kebebasan dalam Gaya Personal
Koleksi ini terdiri dari 45 tampilan yang dirancang sebagai separates—potongan busana yang memberikan kebebasan mutlak bagi pemakainya untuk memadupadankan sesuai imajinasi. Puglisi tidak mendikte, ia justru mengundang audiensnya untuk menjadi penata gaya bagi diri sendiri.
Elemen-elemen ikonik seperti slip dress yang serbaguna, atasan asimetris, hingga perpaduan antara kelembutan kain sari dengan ketajaman blazer ala penjahit Neapolitan, hadir memberikan dimensi baru. Denim pun tak luput dari sentuhan kemewahan; ia hadir dengan aksen sobekan yang artistik, dipercantik dengan kristal, bulu, sulaman rumit, hingga eco-fur yang opulent.
Sebagai pelengkap, koleksi alas kaki membawa kita kembali ke nuansa 90-an melalui mules berhiaskan permata dan motif ular yang legendaris. Tak ketinggalan, kacamata hitam bergaya aviator dan kembalinya tas ikonik Dea bag menyempurnakan narasi kemewahan yang tak lekang oleh waktu. Melalui koleksi ini, Roberto Cavalli di bawah arahan Puglisi membuktikan bahwa mode tetap menjadi pelarian terindah bagi mereka yang berani merayakan hidup dengan penuh warna.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post