Panggung mode global kembali menyaksikan kebangkitan sebuah legenda. Setelah sempat melakukan pemanasan di Paris, label mewah asal Munich, Laurèl, resmi menandai comeback megahnya di kancah internasional. Melalui peragaan busana bertajuk Futian Fashion Event yang digelar di sela-sela Milan Fashion Week, jenama legendaris ini memamerkan koleksi atelier musim semi/musim panas (SS27) terbarunya yang memukau para pencinta gaya hidup dan penikmat mode tinggi.
Simfoni Estetika di Rotonda della Besana
Kemegahan presentasi ini didukung oleh pemilihan lokasi yang sarat nilai sejarah. Bertempat di Rotonda della Besana, sebuah mahakarya arsitektur Barok abad ke-18 di Milan, suasana magis langsung terasa begitu sore hari mulai meredup. Di bawah pilar-pilar koloseum oval yang anggun, Laurèl berbagi panggung dengan dua label premium lainnya, Didpan dan Yiner, untuk mempresentasikan visi mode masa depan mereka.
Kolaborasi tiga arah di atas runway ini menegaskan eratnya hubungan antara Camera Nazionale della Moda Italiana dengan industri fesyen Tiongkok. Didukung penuh oleh Distrik Futian (Shenzhen), perhelatan bergengsi ini diorganisasi oleh Bay Area Sustainable Fashion Alliance (BASFA) dan Shenzhen Fumei Space Innovation Development Co., Ltd.
Sinergi Global dan Kekuatan Finansial Futian
Kehadiran Laurèl di panggung Milan tidak lepas dari peta kekuatan industri mode modern. Sejak diakuisisi oleh raksasa mode Shenzhen Ellassay Fashion Co. Ltd. (Ellassay Group) pada tahun 2020—yang juga menaungi label global seperti Iro Paris, Vivienne Tam, dan Ed Hardy—Laurèl telah bertransformasi menjadi jembatan budaya yang kuat.
Distrik Futian sendiri kini menjelma sebagai episentrum mode premium dunia. Pemerintah setempat menginvestasikan dana fantastis sebesar 10 miliar yuan (sekitar €1,3 miliar) untuk membangun markas besar BASFA di distrik busana wanita kelas atas tersebut. Dengan kontribusi seperempat dari total output industri mode Shenzhen, Futian kini menjadi rumah bagi empat dari sepuluh merek busana wanita premium papan atas di Tiongkok.
Ekspansi global ini tidak hanya berhenti di Milan. Ellassay Group telah menyusun rencana ambisius untuk membawa Laurèl kembali merajai pasar Eropa, termasuk rencana pembukaan flagship store mandiri di Paris guna memosisikan ulang citra mewah sang jenama.
“Layers of Time”: Pertemuan Bauhaus dan Renaisans
Mengusung tema besar “Layers of Time”, koleksi SS27 dari Laurèl menjadi bukti nyata bahwa pergantian kepemilikan tidak melunturkan karakter aslinya yang berakar kuat pada estetika Bauhaus. Di bawah arahan kreatif yang presisi, koleksi ini menyajikan dialog estetika yang menawan: keteraturan industri Jerman berpadu harmonis dengan humanisme Italia—ketika garis rasional Bauhaus bertemu dengan proporsi tubuh manusia khas era Renaisans.
Siluet busana musim panas kali ini menampilkan struktur bahu arsitektural yang tegas namun tetap memberikan ruang bagi gerakan tubuh yang luwes dan natural. Keindahan kontras terlihat pada rompi pria bergaya vintage yang dilapisi sutra lembut, berpadu manis dengan detail rumbai buatan tangan (handcrafted fringing) di sepanjang tepian busana.
Sensasi taktil yang organik dihadirkan lewat penggunaan material alami seperti katun, linen, dan bahan bertekstur kertas yang ringan dan bersirkulasi udara baik. Di atas dasar sutra yang kokoh, rajutan jacquard tiga dimensi meliuk indah menyerupai pahatan batu Renaisans. Palet warna putih gading bersanding anggun dengan tekstur hijau giok yang lembut, menciptakan efek skulptural yang tetap terasa membumi.
Warna memegang peranan emosional yang sangat penting dalam koleksi ini. Warna khaki bersaturasi rendah dan cokelat pucat hadir sebagai fondasi yang tenang, sementara sentuhan merah beri (berry red) dan biru berkabut (misty blue) memberikan aksen dinamis yang memancarkan kilau mewah pada kain. Penampilan ini disempurnakan oleh tas jinjing amplop (envelope tote) berdesain minimalis dari kulit premium.
Kurator Waktu bagi Perempuan Modern
Sosok perempuan Laurèl dalam koleksi terbaru ini digambarkan sebagai seorang kurator kehidupan. Ia tidak lagi didikte oleh waktu atau ritme dunia yang serbacepat, melainkan melangkah anggun dengan penuh kesadaran, menciptakan ruang tenang di antara hiruk-pikuk modernitas.
“Laurèl adalah representasi dari bagaimana akar budaya Jerman dan perkembangan dinamis di Tiongkok tidak saling meniadakan, melainkan saling memperkaya,” ungkap Dan Wang, Direktur Kreatif BASFA. Menurutnya, interaksi lintas budaya ini justru menjadi bahan bakar kreativitas baru yang membuat brand ini tetap relevan bagi perempuan mandiri dan sukses yang menghargai seni kontemporer serta kualitas tinggi.
Melalui peragaan di Milan ini, Laurèl membuktikan bahwa mode sejati adalah sebuah bahasa universal. Di bawah naungan manajemen modern, warisan estetika Eropa dan kekuatan industri Asia bersatu, melahirkan harmoni baru yang siap mendefinisikan ulang gaya hidup mewah masa kini.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post