Upaya kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat integrasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren positif. Terbaru, Bank Indonesia (BI) bersiap menghubungkan sistem pembayaran berbasis kode QR milik tanah air, QRIS, dengan sistem pembayaran digital di Timor Leste. Langkah strategis ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara otoritas moneter kedua negara di Jakarta pada Jumat lalu.
Kerja sama antara BI dan Banco Central de Timor-Leste (BCTL) ini berfokus pada pengembangan sistem pembayaran, penyelesaian transaksi, serta inovasi keuangan digital lintas negara. Inisiatif ini tidak hanya memperluas jangkauan QRIS di kawasan, tetapi juga mempertegas komitmen percepatan dedolarisasi di tingkat regional melalui integrasi transaksi keuangan berbasis mata uang lokal.
Mewujudkan Transaksi Lintas Batas yang Efisien
Juru Bicara Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa kesepakatan ini menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun konektivitas pembayaran bilateral antara Indonesia dan Timor Leste, termasuk mengeksplorasi penerbitan layanan QRIS lintas batas (cross-border QRIS).
Melalui integrasi ini, infrastruktur transaksi diharapkan menjadi lebih ringkas, aman, terjangkau, dan inklusif bagi masyarakat kedua negara. Meski demikian, pihak otoritas moneter hingga saat ini belum merilis jadwal resmi terkait peluncuran teknis operasional dari interkoneksi sistem pembayaran tersebut.
Sinergi Sistem QRIS dan TUQR
Integrasi ini bertepatan dengan momentum Timor Leste yang baru saja meluncurkan standar kode QR nasional bernama TUQR untuk pembayaran digital. Memiliki mekanisme yang identik dengan QRIS, TUQR memungkinkan pengguna melakukan transaksi finansial secara instan cukup dengan memindai kode QR melalui ponsel pintar.
Jika konektivitas pembayaran ini resmi beroperasi, wisatawan, pelaku usaha, maupun warga negara dari Indonesia dan Timor Leste dapat melakukan transaksi di negara tujuan menggunakan mata uang lokal masing-masing secara langsung. Hal ini secara efektif memangkas peran dolar AS sebagai mata uang perantara dalam transaksi bilateral kedua negara tetangga tersebut.
Memperkuat Integrasi Ekonomi Kawasan ASEAN
Langkah ekspansi ini semakin memperkuat dorongan ASEAN dalam mempercepat konektivitas pembayaran regional. Sebelum menyasar Timor Leste, sistem QRIS telah berhasil terhubung dan dapat digunakan secara penuh di beberapa negara anggota ASEAN, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.
Bagi Timor Leste—yang resmi diterima sebagai anggota ke-11 blok Asia Tenggara tersebut pada tahun lalu—kerja sama konektivitas pembayaran dengan Indonesia ini menjadi pijakan penting untuk mempercepat integrasi sistem keuangan domestiknya ke dalam ekosistem ekonomi digital ASEAN yang kian solid.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post