Edukasi Budaya Nribun Dewasa, 1.500 Siswa SMK Turen Disuntik Semangat Cinta Arema FC
MALANG TODAY – Manajemen Arema FC bersama jajaran legenda dan pemain bintang menggelar aksi jemput bola melalui program Arema FC Goes to School di SMK Turen, Kabupaten Malang. Sebanyak 1.500 pelajar tampak memadati lapangan utama sekolah untuk menyerap edukasi seputar budaya mendukung tim sepak bola secara tertib, bijak, dan bertanggung jawab.
Langkah ini menjadi strategi krusial klub berjuluk Singo Edan dalam membina regenerasi suporter di wilayah Malang Raya. Para pelajar tingkat menengah keatas dinilai berada pada fase krusial menuju kemandirian, sehingga pembekalan mengenai etika di dalam maupun di luar stadion menjadi sangat vital.
Siapkan Generasi Suporter Antirasis untuk Stadion Kanjuruhan
Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menegaskan bahwa pelajar SMK/STM merupakan elemen penting dari masa depan tribun Stadion Kanjuruhan. Lewat edukasi langsung ini, manajemen berupaya mengikis perilaku negatif di kalangan pendukung muda.
“Pelajar di tingkat SMK/STM ini sudah memasuki usia mandiri. Kita harapkan adik-adik bisa menjadi suporter yang bertindak dewasa, menaati peraturan, no rasis, dan siap untuk kembali meramaikan serta ‘nribun’ bersama di Stadion Kanjuruhan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Sudarmaji di hadapan ribuan siswa.
Guna merangsang minat pelajar untuk kembali menyuarakan dukungan secara langsung, pihak manajemen juga melontarkan wacana berani terkait kemudahan akses. Sudarmaji mengungkapkan adanya rencana pengkajian skema khusus tiket pelajar agar terjangkau bagi kantong para siswa.
Suntikan Motivasi dari Tokoh Pendiri hingga Pemain Bintang
Suasana di lapangan sekolah yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen tersebut kian menggelora dengan hadirnya sang tokkoh pendiri (founding father) Arema, Ovan Tobing. Tokoh senior sepak bola Malang ini menantang para siswa SMK Turen untuk menyalurkan energi muda mereka ke dalam bentuk karya kreatif, seperti penciptaan chant dan lagu penyemangat.
“Semangat adik-adik di STM Turen ini luar biasa. Saya membayangkan, kalau suatu saat ada kreasi lagu dan chant yang diciptakan di sekolah bisa digelorakan bersama-sama saat mendukung Arema di stadion,” tutur Ovan Tobing meletupkan semangat para siswa.
Sesi bertukar pengalaman semakin hangat ketika kapten utama Arema FC, Johan Ahmat Farizi, naik ke atas panggung bersama bek muda berbakat, Alfiansyah. Pemain yang akrab disapa Alfarizi tersebut membagikan perjalanan panjang karier profesionalnya yang dirintis dari bawah melalui akademi hingga berhasil menyandang ban kapten.
Alfarizi menekankan bahwa kedisiplinan dan konsistensi kerja keras adalah kunci utama untuk mencapai kesuksesan di bidang apa pun, baik sebagai atlet maupun profesional di industri lain. Senada dengan sang kapten, Alfiansyah mendorong para pelajar untuk tidak takut bermimpi besar serta menghargai setiap proses yang harus dilalui.
Sinergi Komunitas dan Penutup yang Meriah
Tidak hanya dari jajaran internal klub, perwakilan Presidium Aremania dan Aremania Utas turut hadir memberikan sosialisasi teknis mengenai tata cara pembuatan Kartu Tanda Aremania (KTA). Komunitas menekankan pentingnya keterbukaan alur komunikasi antara suporter di tingkat korwil dengan presidium agar tercipta kondusivitas yang solid.
Rangkaian kegiatan edukatif ini kemudian ditutup dengan panggung hiburan yang meriah. Penampilan dari Apa Rapper yang membawakan enam lagu pilihan sukses menggetarkan lapangan SMK Turen, mengakhiri perhelatan Arema FC Goes to School dengan semangat kebersamaan yang membara.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post