Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Rekomendasi Saham Hari Ini: Meneropong Potensi Cuan EMAS, UNTR, dan SRSN/Sengkarut Kopdes Merah Putih: Manajer Terlempar Luar Pulau, Gaji Minim, dan Jeratan Hukum Remang-Remang/Qatar Terus Mediasi AS-Iran untuk Jembatani Perbedaan/ASOS Tunjuk Kepala Divisi Pria, Luncurkan Kampanye Musim Gugur, dan Siapkan Majalah Mode/Aksi Ugal-ugalan Bermain Jet Ski di Tengah Lokasi Banjir Berakhir di Sel Tahanan/Meredam Polemik dan Esalasi Dampak Lingkungan Pusat Data Global/Pemkot Malang Kejar Pengisian Posisi Lurah dan Camat Kosong Demi Pelayanan Publik/Ekspansi Raksasa Tekstil Fujian Pacu Geliat Industri Baru di Kendal/Roger Lynch Mundur dari Jabatan CEO Condé Nast Raksasa Media Fashion Global/Panggung Paris Fashion Week Bergoyang Antara Gelora Tren dan Tensi Industri/BPOM Sita Impor Ilegal Asal China, AS, dan Australia Senilai Rp25 Miliar/Seksi Tol Probowangi Gending-Paiton Siap Beroperasi, Lanjutan hingga Besuki Menanti Kepastian Kementerian PU/Kuasai 90 Persen Aset Jaringan TLKM Rp 85,7 Triliun, InfraNexia Resmi Ambil Alih Pengelolaan/Jejak Kelompok Penyerang Bambang dan Faturrohman dalam Demo Agustus 2026 Terkuak/Garda Terdepan Penyelamatan Badak Afrika Selatan dari Ancaman Kepunahan/
Rekomendasi Saham Hari Ini: Meneropong Potensi Cuan EMAS, UNTR, dan SRSN/Sengkarut Kopdes Merah Putih: Manajer Terlempar Luar Pulau, Gaji Minim, dan Jeratan Hukum Remang-Remang/Qatar Terus Mediasi AS-Iran untuk Jembatani Perbedaan/ASOS Tunjuk Kepala Divisi Pria, Luncurkan Kampanye Musim Gugur, dan Siapkan Majalah Mode/Aksi Ugal-ugalan Bermain Jet Ski di Tengah Lokasi Banjir Berakhir di Sel Tahanan/Meredam Polemik dan Esalasi Dampak Lingkungan Pusat Data Global/Pemkot Malang Kejar Pengisian Posisi Lurah dan Camat Kosong Demi Pelayanan Publik/Ekspansi Raksasa Tekstil Fujian Pacu Geliat Industri Baru di Kendal/Roger Lynch Mundur dari Jabatan CEO Condé Nast Raksasa Media Fashion Global/Panggung Paris Fashion Week Bergoyang Antara Gelora Tren dan Tensi Industri/BPOM Sita Impor Ilegal Asal China, AS, dan Australia Senilai Rp25 Miliar/Seksi Tol Probowangi Gending-Paiton Siap Beroperasi, Lanjutan hingga Besuki Menanti Kepastian Kementerian PU/Kuasai 90 Persen Aset Jaringan TLKM Rp 85,7 Triliun, InfraNexia Resmi Ambil Alih Pengelolaan/Jejak Kelompok Penyerang Bambang dan Faturrohman dalam Demo Agustus 2026 Terkuak/Garda Terdepan Penyelamatan Badak Afrika Selatan dari Ancaman Kepunahan/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Meredam Polemik dan Esalasi Dampak Lingkungan Pusat Data Global

by Malang Today
October 1, 2026
Meredam Polemik Dan Esalasi Dampak Lingkungan Pusat Data Global

Meredam Polemik Dan Esalasi Dampak Lingkungan Pusat Data Global

Promo Hujan Bonus Fiberzone #Internetcepatindonesia

BATAM – Kehadiran pusat data (data center) kini tengah bergeser dari infrastruktur digital yang tak kasat mata menjadi pemantik kontroversi sosial yang nyata. Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam, gelombang protes warga berulang kali pecah akibat mampetnya pasokan air bersih ke pemukiman mereka, sementara aliran air ke fasilitas pusat data di dalam kawasan industri tersebut disinyalir tetap mengalir tanpa hambatan. Fenomena ini memicu perdebatan nasional yang krusial: bagaimana Indonesia harus menyikapi ledakan industri pusat data di tengah keterbatasan sumber daya domestik?

Kemarahan warga Batam dinilai sangat beralasan dan memerlukan respons serius dari pemangku kebijakan. Namun, diskursus publik di tanah air dikhawatirkan terjebak dalam dua kutub ekstrem yang sama-sama tidak produktif, yaitu menolak mentah-mentah kehadiran pusat data atau sebaliknya, meloloskan izin pembangunan tanpa pengawasan ketat. Indonesia membutuhkan jalan tengah yang rasional melalui tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab.

Ledakan Kebutuhan Komputasi dan Dilema Konsumsi Air

Pusat data sebenarnya bukan barang baru di Indonesia dan telah beroperasi bertahun-tahun tanpa banyak sorotan. Namun, skala kebutuhan komputasi kini melonjak drastis akibat masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI) generatif, layanan komputasi awan (cloud services), serta aplikasi digital skala besar. Kapasitas TI pusat data terpasang di Indonesia tercatat mencapai sekitar 580 megawatt (MW) pada paruh pertama tahun 2026, dan para analis memproyeksikan angka ini melonjak hingga 3,5 gigawatt (GW) pada tahun 2030.

Secara global, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan konsumsi listrik pusat data akan meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 2024 hingga 2030 menjadi sekitar 945 terawatt-hours (TWh), dengan pertumbuhan tercepat terjadi pada fasilitas berbasis AI. Konsumsi daya yang masif ini menghasilkan panas ekstrem yang harus diredam menggunakan sistem pendingin, di sinilah air menjadi variabel yang sangat krusial.

Satu hal yang sering luput dari perdebatan publik adalah tidak semua pusat data mendinginkan server mereka dengan cara yang sama. Akibatnya, jejak pemanfaatan air (water footprint) antar-fasilitas bisa berbeda sangat jauh tergantung teknologi yang diadopsi.

Komparasi Teknologi Pendingin dan Konsekuensi Ekologis

Fasilitas pusat data skala kecil umumnya mengandalkan sistem pendingin berbasis udara (air-cooled chillers) yang membutuhkan sangat sedikit air, bahkan nihil untuk proses pendinginan utama. Sebaliknya, fasilitas skala besar memiliki beragam opsi sistem pendingin, mulai dari menara pendingin evaporatif siklus terbuka (open-loop evaporative cooling towers), sistem siklus tertutup (closed-loop), sistem air dingin (chilled-water), hingga teknologi pendingin cair langsung (direct liquid cooling) yang mendinginkan langsung pada tingkat cip.

Sistem siklus terbuka sangat efisien secara energi, namun mengonsumsi air secara terus-menerus karena mengandalkan penguapan untuk membuang panas. Sebaliknya, sistem siklus tertutup menyirkulasikan air yang sama melalui pipa bersegel dan hanya membutuhkan sedikit pengisian ulang.

Sebagai perbandingan, operator pusat data asal Amerika Serikat, Vantage, melaporkan bahwa kampus pusat data mereka yang menggunakan sistem siklus tertutup di Wisconsin hanya mengonsumsi sekitar 83.000 liter air per hari pada beban puncak. Angka ini berbanding terbalik dengan fasilitas berukuran serupa yang menggunakan pendingin evaporatif yang menghabiskan hingga 19 juta liter air per hari.

Kendati demikian, terdapat aspek timbal-balik (trade-off) yang harus dipertimbangkan. Desain hemat air sering kali mengonsumsi lebih banyak listrik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang jaringan listriknya masih sangat bergantung pada batu bara. Memilih sistem pendingin merupakan upaya penyeimbangan antara kebutuhan air, energi, biaya, dan iklim lokal, bukan sekadar pilihan moral antara teknologi yang “baik” atau “buruk”.

Urgensi Studi Kelayakan Spesifik dan Faktor Geografis

Pertanyaan mendasar seperti “Apakah pusat data boros air?” dinilai terlalu menyederhanakan masalah. Pertanyaan yang harus diajukan oleh regulator harus lebih spesifik dan kontekstual:

  • Teknologi pendingin apa yang akan digunakan oleh fasilitas tersebut?
  • Berapa kebutuhan air dan listrik rata-rata serta pada saat beban puncak?
  • Dari mana sumber airnya: PDAM, air tanah, daur ulang air limbah, atau desalinasi?
  • Bagaimana kondisi hidrologis di lokasi pembangunan?
  • Bagaimana dampak proyek tersebut terhadap masyarakat sekitar?

Faktor lokasi memegang peranan yang sangat vital. Wilayah Batam, misalnya, tidak memiliki sungai besar atau akuifer air tanah, sehingga pasokan air bersihnya sepenuhnya bergantung pada curah hujan yang ditampung di waduk. Perusahaan pengelola air setempat bahkan telah mengakui bahwa infrastruktur saat ini tidak akan mampu memenuhi kebutuhan domestik warga sekaligus kebutuhan pusat data secara bersamaan seiring pertumbuhan pasar. Desain pendingin yang dinilai ramah lingkungan di satu wilayah bisa jadi sangat tidak bertanggung jawab jika diterapkan di wilayah krisis air seperti Batam.

Selain isu air, pusat data juga menarik daya listrik yang besar dan konstan dari jaringan transmisi, sehingga memerlukan perencanaan energi yang matang. Kebisingan frekuensi rendah yang dihasilkan oleh kipas pendingin, chillers, dan generator diesel cadangan juga kerap memicu keluhan warga hingga berujung ke pengadilan di Amerika Serikat dan Eropa. Masalah kebisingan ini sebenarnya dapat diatasi dengan pemasangan peredam suara (acoustic enclosures) dan pemilihan lokasi yang tepat, asalkan analisis dampak kebisingan dilakukan sebelum konstruksi dimulai, bukan setelah muncul protes warga.

Transparansi Data sebagai Syarat Mutlak Izin Sosial

Untuk mengatasi berbagai potensi konflik tersebut, setiap proyek pembangunan pusat data wajib didahului oleh studi kelayakan (feasibility study) yang transparan dan spesifik terhadap lokasi pembangunan. Studi tersebut harus memuat rincian kebutuhan energi dan air, teknologi pendingin yang dipilih beserta alasannya, sumber air dan dampaknya terhadap pasokan lokal, kapasitas jaringan listrik, tingkat kebisingan, dampak lingkungan yang lebih luas,

Logo Malang Today
Malang Today

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.

Related Posts

Rekomendasi Saham Hari Ini Meneropong Potensi Cuan Emas Untr Dan

Rekomendasi Saham Hari Ini: Meneropong Potensi Cuan EMAS, UNTR, dan SRSN

by Malang Today
October 1, 2026

Cek rekomendasi saham hari ini 1 Oktober 2026 untuk potensi cuan maksimal. Analisis teknikal saham EMAS, UNTR, dan SRSN siap...

Sengkarut Kopdes Merah Putih Manajer Terlempar Luar Pulau Gaji Minim

Sengkarut Kopdes Merah Putih: Manajer Terlempar Luar Pulau, Gaji Minim, dan Jeratan Hukum Remang-Remang

by BBC Indonesia
October 1, 2026

Penempatan manajer Kopdes Merah Putih picu polemik akibat mutasi antar pulau gaji minim serta ketiadaan kerangka hukum jelas yang menaungi.

Qatar Terus Mediasi As Iran Untuk Jembatani Perbedaan

Qatar Terus Mediasi AS-Iran untuk Jembatani Perbedaan

by Xinhua News
October 1, 2026

Qatar terus jalin komunikasi intensif demi menjembatani perbedaan antara AS dan Iran guna menjaga stabilitas diplomasi di kawasan Timur Tengah.

Asos Tunjuk Kepala Divisi Pria Luncurkan Kampanye Musim Gugur Dan

ASOS Tunjuk Kepala Divisi Pria, Luncurkan Kampanye Musim Gugur, dan Siapkan Majalah Mode

by Malang Today
October 1, 2026

ASOS tunjuk kepala busana pria baru, rilis kampanye tren musim gugur, dan siap hadirkan kembali majalah ikoniknya untuk para pecinta...

Aksi Ugal Ugalan Bermain Jet Ski Di Tengah Lokasi Banjir Berakhir

Aksi Ugal-ugalan Bermain Jet Ski di Tengah Lokasi Banjir Berakhir di Sel Tahanan

by Malang Today
October 1, 2026

Niat hati mencari hiburan dengan bermain jet ski di lokasi banjir, aksi seorang pria justru berujung ditangkap polisi dan terancam...

Ekspansi Raksasa Tekstil Fujian Pacu Geliat Industri Baru Di Kendal

Ekspansi Raksasa Tekstil Fujian Pacu Geliat Industri Baru di Kendal

by Xinhua News
October 1, 2026

Investasi tekstil asal Fujian resmi merambah Kendal dan memperkuat industri manufaktur Jawa melalui penyerapan ribuan tenaga kerja lokal.

Roger Lynch Mundur Dari Jabatan Ceo Conde Nast Raksasa Media

Roger Lynch Mundur dari Jabatan CEO Condé Nast Raksasa Media Fashion Global

by Malang Today
October 1, 2026

Roger Lynch resmi mengundurkan diri dari jabatan CEO Condé Nast dan memicu era baru dalam dinamika kepemimpinan industri media fashion...

Panggung Paris Fashion Week Bergoyang Antara Gelora Tren Dan Tensi

Panggung Paris Fashion Week Bergoyang Antara Gelora Tren dan Tensi Industri

by Malang Today
October 1, 2026

Paris Fashion Week hadir memukau di tengah euforia busana megah dan tensi industri. Simak ulasan tren serta dinamika panggung mode...

Bpom Sita Impor Ilegal Asal China As Dan Australia Senilai

BPOM Sita Impor Ilegal Asal China, AS, dan Australia Senilai Rp25 Miliar

by Malang Today
October 1, 2026

BPOM menyita produk impor ilegal bernilai Rp25 miliar asal China, AS, dan Australia yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat Indonesia.

Kuasai 90 Persen Aset Jaringan Tlkm Rp 857 Triliun Infranexia

Kuasai 90 Persen Aset Jaringan TLKM Rp 85,7 Triliun, InfraNexia Resmi Ambil Alih Pengelolaan

by Malang Today
October 1, 2026

InfraNexia resmi mengelola 90 persen aset jaringan Telkom Indonesia senilai Rp 85,7 triliun guna memperkuat infrastruktur digital nasional.

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 6121
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.