Revolusi Belajar Sains, Tim Peneliti UM Hadirkan Game VR NutriFish di Sekolah Kota Malang
MALANG TODAY – Cara belajar sains bagi para pelajar di Kota Malang kini menjadi jauh lebih interaktif dan menyenangkan. Tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM) resmi meluncurkan inovasi media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) bernama NutriFish. Melalui teknologi imersif ini, para siswa diajak menyelami dunia gizi ikan dan simulasi pengolahan pangan secara digital yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Inovasi yang dikembangkan sepanjang periode Mei hingga Oktober 2026 ini telah diuji coba dan diimplementasikan secara langsung di dua sekolah, yakni SMP Negeri 4 Malang dan SMP Laboratorium UM. Kehadiran teknologi ini disambut antusias oleh ratusan siswa dan tenaga pengajar yang merasakan langsung pengalaman belajar sains masa kini.
Simulasi Pengolahan Ikan hingga Meracik Sambal secara Digital
Melalui gim edukatif NutriFish, para siswa cukup mengenakan kacamata VR untuk memasuki dunia virtual. Di dalamnya, mereka dapat berinteraksi langsung dengan berbagai objek simulasi, mulai dari proses pembakaran, pengasapan ikan, hingga mengamati perubahan fisik makanan akibat perbedaan durasi memasak.
Tak hanya itu, fitur interaktif NutriFish juga memungkinkan siswa mencoba aktivitas meracik kuliner lokal seperti sambal dabu-dabu, sekaligus membandingkan secara akurat kandungan gizi antara ikan laut seperti kakap dengan ikan air tawar seperti gurame.
Pendekatan konkret ini mengubah materi gizi dan sains—yang biasanya hanya dibaca lewat buku teks atau diterangkan secara konvensional—menjadi sebuah pengalaman visual yang mudah dipahami. Teknologi VR pun bertransformasi dari sekadar sarana hiburan menjadi alat bantu edukasi yang menghubungkan teori ilmiah dengan realitas harian.
Antusiasme Guru dan Harapan Jangka Panjang untuk Sekolah
Implementasi NutriFish di lapangan mendapatkan respons sangat positif dari pihak sekolah. Dyne, salah satu perwakilan guru yang mendampingi proses simulasi, mengungkapkan bahwa media pembelajaran imersif ini berhasil mendongkrak minat belajar para murid.
“Media seperti ini sangat menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran. Anak-anak terlihat antusias dan senang ketika mencoba VR, bahkan mereka ingin menggunakannya lagi,” ujar Dyne, Kamis (22/10/2026).
Ia menambahkan, pihak sekolah berharap fasilitas dan perangkat VR seperti NutriFish ke depan dapat dijadikan bagian dari inventaris resmi sekolah agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Menghubungkan Teori Akademis dengan Kearifan Lokal
Ketua Tim Peneliti UM, Dr. Munzil, M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan NutriFish bertujuan untuk meruntuhkan kekakuan pembelajaran sains. Pemilihan tema gizi ikan dan pengolahan pangan dinilai sangat relevan dengan konteks budaya kuliner masyarakat Indonesia.
“NutriFish kami kembangkan untuk menghadirkan pengalaman belajar sains yang lebih interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui teknologi Virtual Reality, siswa dapat mengeksplorasi proses pengolahan ikan dan mengenali kandungan gizinya melalui simulasi. Pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada teori, tetapi memberikan ruang bagi siswa untuk mengamati konsep secara lebih konkret,” terang Dr. Munzil.
Uji coba di SMPN 4 Malang dan SMP Lab UM ini juga menjadi sarana evaluasi bagi tim peneliti untuk menyempurnakan fitur NutriFish berdasarkan masukan langsung dari guru dan siswa. Langkah inovatif dari kampus Malang ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar-menengah dalam menciptakan ekosistem belajar yang modern, kontekstual, dan menyenangkan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post