SURABAYA — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Jawa Timur kian menelan korban jiwa. Jumlah korban meninggal dunia akibat karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan sekitarnya kini genap menjadi enam orang, setelah seorang petugas keamanan hotel dinyatakan mengembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan luka bakar parah.
Korban terbaru diidentifikasi bernama Suraji (44), seorang petugas keamanan Artotel yang dikelola oleh Mitra Indo Permai. Suraji mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Surabaya, pada Jumat tengah hari. Pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa korban mengalami luka bakar serius hingga 49 persen di bagian wajah dan dada, disertai cedera trauma inhalasi akibat menghirup udara panas dan asap pekat saat berupaya memadamkan kobaran api.
Kondisi medis Suraji dilaporkan memburuk secara signifikan akibat timbulnya kecamukan syok septik—komplikasi infeksi berat yang memicu kegagalan sirkulasi darah dan fungsi organ vital. Meskipun tim medis telah berupaya maksimal menangani komplikasi paru-paru, infeksi sistemik, hingga anemia berat, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Daftar Panjang Pahlawan Pemadam Api yang Gugur
Meninggalnya Suraji menambah deretan duka dalam penanganan karhutla di Jawa Timur tahun ini. Sebelumnya, lima orang lainnya telah dinyatakan gugur secara bersamaan saat mengadang laju kobaran api di kawasan TNBTS pada 15 Oktober lalu.
Para korban yang gugur terlebih dahulu tersebut meliputi dua personel Balai Besar TNBTS, yakni Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata; seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Tengger Laut Pasir bernama Munawi; serta dua warga lokal yang menjadi relawan, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19).
Atas pengorbanan para pejuang garis depan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah menyiapkan santunan duka sebesar Rp10 juta bagi masing-masing keluarga korban yang ditinggalkan.
Ancaman Kebakaran Meluas ke Gunung Arjuno
Krisis kebakaran tidak berhenti di kawasan Bromo. Api kini dilaporkan terus membakar vegetasi di lereng hingga puncak Gunung Arjuno. Medan yang sangat curam, vegetasi yang mengering akibat kemarau ekstrem, serta tiupan angin kencang membuat upaya pemadaman manual menjadi sangat rumit dan berbahaya.
Di jalur pendakian Gunung Ringgit yang masih berada dalam gugusan Gunung Arjuno, kobaran api bahkan sempat mengancam kelestarian situs bersejarah Candi Sepilar. Lidah api dilaporkan sempat mendekat hingga jarak hanya 10 meter dari bangunan candi, sebelum akhirnya berhasil dipotong dan dipadamkan oleh barisan relawan desa setempat yang bergerak cepat.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan bahwa titik api yang berada di ketinggian di atas 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl) menyulitkan mobilisasi tim pemadam darat. Emil menegaskan bahwa tingkat keparahan karhutla tahun ini jauh melampaui kondisi tahun sebelumnya akibat paparan musim kemarau yang sangat kering.
Strategi Baru dan Sinergi Lintas Instansi
Guna mengantisipasi perluasan dampak, Pemprov Jawa Timur mengerahkan sedikitnya 53 personel tim Manggala Agni ke kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, didukung penuh oleh puluhan petugas Dinas Kehutanan. Di tengah keterbatasan armada pemadam udara (water bombing) yang tengah berfokus di titik krisis lain, pembuatan sekat bakar (firebreak) kini menjadi prioritas utama untuk menyekat pergerakan api.
Pemprov Jatim juga merombak total pola penanganan karhutla. Jika sebelumnya tim baru dibentuk secara reaktif saat api muncul, kini dibentuk tim permanen yang disiagakan setiap hari secara berkelanjutan untuk melakukan patroli pemantauan dan mitigasi dini.
Langkah ini disertai dengan pembagian wilayah kerja yang lebih terstruktur. Kementerian Kehutanan berfokus penuh pada pemulihan kawasan TNBTS, PT Perhutani bertanggung jawab atas wilayah konsesi hutan negara, sedangkan Pemprov Jawa Timur mengonsentrasikan seluruh sumber dayanya untuk mengamankan kawasan Tahura R. Soerjo dan Gunung Arjuno.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post