MALANG TODAY – Gelombang gerakan massa di Malang Raya dipastikan bakal kembali memuncak dalam waktu dekat. Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu mengisyaratkan bakal meningkatkan eskalasi aksi demonstrasi secara masif pada 28 Oktober 2026 mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk desakan tegas kepada pemerintah agar merespons berbagai persoalan krusial nasional serta mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat.
Konsolidasi Lintassektor dan Elemen Masyarakat
Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Muhammad Arif Ilham, mengungkapkan bahwa agenda gerakan di Malang ini berjalan selaras dengan eskalasi gerakan di tingkat nasional. Saat ini, konsolidasi intensif terus digalang dengan melibatkan simpul-simpul lintas kampus dan berbagai elemen masyarakat di Malang Raya.
“Pada tanggal 28 nantinya kita akan menyampaikan eskalasi lebih lanjut untuk menyikapi bersama bagaimana menyerukan selamatkan daulat rakyat,” ujar Ilham saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026).
Ilham menegaskan, gerakan ini dirancang secara inklusif dan tidak hanya didominasi oleh kelompok mahasiswa. Aliansi merangkul berbagai lapisan elemen sipil, mulai dari masyarakat umum, kaum guru, hingga kelompok petani di wilayah Jawa Timur, guna memastikan seluruh persoalan riil di tingkat akar rumput terakomodasi dengan baik.
Empat Pilar Isu Strategis
Sebagai pijakan akademis dan normatif aksi, aliansi telah menyusun kajian mendalam serta dokumen rilis bertajuk Komite Sadar: Selamatkan Daulat Rakyat. Dokumen tersebut merangkum serangkaian permasalahan mendesak yang terbagi dalam empat pilar utama:
- Sektor Ekonomi: Sorotan terhadap ketimpangan kesejahteraan dan beban hidup masyarakat yang kian memberatkan.
- Hukum dan Tata Kelola Negara: Evaluasi terhadap penegakan hukum yang dinilai masih tebang pilih serta tata kelola pemerintahan yang jauh dari prinsip transparansi.
- HAM dan Demokrasi: Penyempitan ruang kebebasan sipil dan penuntasan pelanggaran hak asasi manusia.
- Sektor Pendidikan: Komersialisasi pendidikan yang semakin membatasi akses masyarakat kelas menengah ke bawah.
Desak Pemerintah Buka Ruang Dialog, Bukan Represi
Gerakan serentak ini ditegaskan tidak semata-mata berorientasi pada tuntutan politik praktis, melainkan sebagai upaya memperluas ruang partisipasi publik dalam mengawal kebijakan negara. Oleh karena itu, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu mewanti-wanti aparat penegak hukum dan pemerintah agar tidak merespons aspirasi rakyat dengan pendekatan keamanan yang represif.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya merespons aksi melalui pendekatan keamanan, tetapi juga benar-benar menindaklanjuti substansi tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat,” pungkas Ilham.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post