MALANG TODAY – Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang harus bekerja ekstra keras sepanjang hari. Pasukan purna tugas tersebut dipaksa maraton menangani tiga peristiwa darurat berturut-turut di tiga lokasi berbeda, mulai dari amukan si jago merah hingga evakuasi penyelamatan nyawa warga.
Rangkaian penanganan darurat yang berlangsung dari dini hari hingga sore hari tersebut mencakup insiden kebakaran kafe di pusat kota, evakuasi warga yang terperosok ke dalam sumur, serta kebakaran lahan luas di kawasan padat aktivitas.
Kebakaran Kafe di Kawasan Celaket Dini Hari
Aksi sigap personel Damkar Kota Malang dimulai sejak dini hari sekitar pukul 02.49 WIB. Petugas menerima laporan darurat terkait kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah bangunan kafe di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 69, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen.
Hanya dalam kurun waktu sembilan menit setelah laporan masuk, tim Damkar langsung tiba di lokasi pada pukul 02.58 WIB. Sebanyak 12 personel tangguh dan empat unit armada pemadam dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengonfirmasi bahwa penanganan fokus pada pemblokiran titik api serta pembasahan total. “Tim memblok api agar tidak meluas, dan memadamkan api sampai tidak ditemukan hidden fire (bara api tersembunyi),” tegas Pandu.
Amukan api yang diduga kuat dipicu oleh korsleting aliran listrik tersebut melahap area seluas kurang lebih 195 meter persegi. Petugas menghabiskan sekitar 8.000 liter air hingga penanganan benar-benar selesai pada pukul 03.42 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, sementara estimasi nilai kerugian material masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Penyelamatan Vertikal Warga Terjatuh ke Sumur
Belum sempat beristirahat panjang, panggilan darurat kembali masuk ke Mako Damkar pada pukul 09.00 WIB. Kali ini, sebuah operasi penyelamatan (rescue) dibutuhkan di Jalan Kemantren 3 Nomor 36, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun.
Seorang warga dilaporkan terperosok dan jatuh ke dasar sumur saat berupaya memperbaiki mesin pompa air. Membawa peralatan khusus, empat personel dengan satu unit armada Light Rescue Kajama bergegas ke lokasi kejadian dan tiba pada pukul 09.11 WIB.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan dengan menerapkan teknik penyelamatan vertikal (vertical rescue). “Korban dievakuasi menggunakan tripod dan peralatan vertical rescue, lalu petugas menuruni sumur untuk berupaya mengevakuasi korban,” ujar Pandu menjelaskan skenario penyelamatan.
Berkat koordinasi taktis dan kolaborasi erat bersama jajaran Polsek Sukun serta tim medis Ambulans RJT, korban berhasil diangkat dari dasar sumur dalam kondisi selamat pada pukul 09.54 WIB untuk segera mendapatkan perawatan medis.
Lahan Lereng Sungai di Soekarno-Hatta Terbakar
Aksi marathon Damkar Kota Malang ditutup dengan penanganan kebakaran lahan liar di kawasan lereng sungai Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru pada siang hari. Laporan masuk pada pukul 14.51 WIB dan tim tiba di lokasi pukul 15.05 WIB.
Lahan yang terbakar di kawasan padat lalu lintas tersebut diperkirakan mencapai area seluas 1.000 meter persegi. Mempertimbangkan potensi bahaya penjalaran api yang cepat di lahan kering, UPT Damkar memplot sembilan personel dan dua unit kendaraan pemadam.
Pola pemadaman dilakukan secara intensif dengan memblokir perimeter api serta menyisir seluruh area guna memastikan tidak ada asap sisa pembuat potensi kebakaran susulan. Sebanyak 8.000 liter air digelontorkan hingga lokasi dinyatakan benar-benar aman pada pukul 16.05 WIB.
Sama seperti insiden kebakaran kafe, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian di kawasan Soekarno-Hatta ini. Pihak Damkar Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka yang berisiko memicu kebakaran besar.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post