MALANG TODAY – Gelombang semangat pelestarian budaya lokal kembali bergelora di Malang Raya. Ratusan anak dan anak muda unjuk kebolehan dalam ajang Irama Nusantara: Lomba Tari Nusantara yang diselenggarakan di Streats Restaurant, Ibis Styles Malang pada Minggu (27/9/2026). Ajang ini menjadi wadah edukasi sekaligus ruang ekspresi seni tradisi bagi generasi muda di tengah gempuran modernisasi.
Wadah Kreativitas Pertahankan Akar Tradisi
Kompetisi yang berlangsung semarak ini terbagi dalam dua kategori utama, yakni kategori solo dan grup. Para peserta dibedakan berdasarkan kelompok usia, mulai dari kategori usia 5 hingga 8 tahun serta kategori 9 hingga 13 tahun. Mengenakan pakaian adat dan tata rias penuh warna, para penari cilik dengan anggun membawakan beragam tarian tradisional hingga kreasi baru yang tetap memegang teguh identitas kebudayaan Nusantara.
General Manager Ibis Styles Malang, Ina Rianawati, menjelaskan bahwa perhelatan ini dihadirkan untuk memberikan panggung seluas-luasnya bagi anak-anak di Malang Raya dalam mengasah bakat sekaligus memeriahkan peringatan Dirgahayu Republik Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk menampilkan kreativitas mereka, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mengenalkan, mencintai, dan meneruskan warisan budaya Nusantara sejak dini,” ungkap Ina di sela-sela acara.
Penilaian Objektif Libatkan Akademisi ISI dan DKM
Kualitas kompetisi ini tidak main-main. Penilaian dilakukan secara ketat dengan mengacu pada standar seni tari profesional, meliputi aspek wiraga (keluwesan gerak tubuh), wirama (ketepatan tempo dan musik), wirasa (penghayatan karakter tari), harmonisasi penampakan, hingga kesesuaian tata busana dan tata rias.
Guna menjaga objektivitas dan kualitas standar seni, panitia menghadirkan juri berpengalaman dari kalangan akademisi ternama. “Penilaian melibatkan akademisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, serta mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Kesenian Malang (DKM),” tegas Ina.
Investasi Budaya bagi Generasi Penerus Malang Raya
Selain persaingan di panggung kompetisi, ajang Irama Nusantara juga diwarnai dengan panggung hiburan, penampilan apresiasi, serta penyerahan penghargaan bagi para pemenang. Lebih dari sekadar ajang meraih piala, kegiatan ini diposisikan sebagai media edukasi karakter berbasis seni.
Langkah kolaboratif ini menjadi pengingat penting bagi publik Malang Raya bahwa pelestarian warisan leluhur dapat dimulai dari tindakan sederhana: memberi ruang ekspresi bagi anak-anak. Melalui seni tari, generasi penerus tidak hanya diajak mengenal kekayaan tradisi, namun juga ditanamkan nilai-nilai luhur dan kebanggaan akan identitas bangsanya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post