PROBOLINGGO — Pemerintah Kota Probolinggo bersama jajaran kepolisian memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah responsif ini diambil guna mengurai antrean panjang kendaraan yang mengular dalam beberapa hari terakhir, sekaligus memutus potensi praktik penimbunan BBM di wilayah tetangga kawasan Malang Raya tersebut.
Sidak Jalur Utama dan Pembatasan Pembelian Unwajar
Langkah tegas Pemkot Probolinggo ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, bersama Satgas Gabungan pada Kamis (22/10/2026). Tim menyisir dua titik vital yang kerap memicu kemacetan, yakni SPBU Kasbah di Jalan Soekarno Hatta dan SPBU Triwung di Jalan Raya Bromo.
Dalam peninjauan tersebut, Sekda menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM di wilayahnya sebenarnya berada dalam posisi aman. Namun, kombinasi antara keterlambatan pasokan logistik dan fenomena panic buying masyarakat akibat rumor kelangkaan menjadi pemicu utama penumpukan kendaraan di area SPBU.
“Memang akhir-akhir ini terjadi antrean panjang, tetapi untuk Kota Probolinggo kondisinya masih bisa teratasi,” ujar Budiono Wirawan di sela-sela peninjauan.
Guna mengantisipasi kecurangan, Pemkot menginstruksikan seluruh pengelola SPBU untuk menolak tegas pengisian BBM bagi kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi atau indikasi pembelian berulang yang mencurigakan.
“Kami telah melakukan pembinaan kepada pengawas dan pemilik SPBU agar tidak melayani praktik pembelian semacam itu. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUMP) juga terus melakukan pengecekan secara periodik,” kata Budiono menegaskan.
Kendala Teknis Sistem dan Imbauan Kewaspadaan
Di sisi lain, jajaran kepolisian mengungkapkan adanya faktor teknis yang memicu kelambatan pelayanan di lapangan. Wakapolres Probolinggo Kota, Kompol Wiwin Rusli, menjelaskan bahwa penumpukan di SPBU Triwung salah satunya disebabkan oleh gangguan sistem jaringan server pusat.
Akibat gangguan digital tersebut, operator terpaksa melakukan penginputan data transaksi secara manual sehingga durasi pengisian per kendaraan menjadi jauh lebih lama dari biasanya.
“Kami ingin meluruskan informasi yang kurang tepat terkait kelangkaan BBM. Di wilayah Kota Probolinggo, mayoritas SPBU masih dalam kondisi aman dan stok juga masih tersedia,” ungkap Kompol Wiwin Rusli.
Untuk melancarkan arus lalu lintas di sekitar SPBU yang berpotensi meluber hingga ke badan jalan, aparat kepolisian bersama Pemkot siap menyiagakan personel pengawasan secara terbuka maupun tertutup. Pengelola SPBU diminta segera berkoordinasi jika antrean mulai mengganggu akses jalan umum.
Masyarakat mengimbau agar para pengendara, termasuk warga yang sedang melakukan perjalanan melintasi koridor Probolinggo menuju kawasan Malang Raya atau sebaliknya, tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu kelangkaan yang beredar liar di media sosial. Warga diminta membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan harian.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post