JAKARTA — Yunani secara resmi menjajaki kemitraan strategis di bidang industri galangan kapal dan maritim dengan Indonesia. Langkah ini diambil di tengah upaya Yunani membangkitkan kembali sektor galangan kapalnya, yang bertepatan dengan ambisi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas armada laut nasional demi memperkuat konektivitas antarpulau.
Wakil Menteri Luar Negeri Yunani, Harry Theoharis, mengungkapkan bahwa negaranya memiliki keahlian mendalam di bidang pelayaran, manajemen perkapalan, hingga layanan maritim terpadu. Mengingat status Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, penguatan sektor maritim menjadi krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Peluang kerja sama kedua negara mencakup pengembangan pelabuhan, efisiensi logistik, pembuatan dan perbaikan kapal, pendidikan serta pelatihan profesional maritim, hingga penerapan teknologi pelayaran ramah lingkungan (greener shipping).
Inisiatif Komite Maritim Bersama dan Sinergi Industri
Sebagai salah satu raksasa maritim dunia yang menguasai sekitar 19,1 persen dari total kapasitas armada global, Yunani mengusulkan pembentukan Komite Maritim Bersama (Joint Maritime Committee). Wadah ini dirancang untuk mengoordinasikan dialog strategis, menentukan prioritas bersama, serta merealisasikan berbagai inisiatif praktis antar kedua negara.
Di tingkat pelaku usaha, kemitraan ini mendorong kolaborasi langsung antara asosiasi pemilik pelayaran nasional seperti Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) dengan organisasi maritim Yunani. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat hubungan bisnis sekaligus memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi.
Penjajakan ini sebelumnya telah dibahas langsung oleh Theoharis dalam pertemuannya dengan pejabat senior diplomatik Indonesia di Jakarta. Sejumlah badan usaha milik negara, termasuk operator pelabuhan Pelindo dan perusahaan tanker minyak Pertamina International Shipping, juga telah menggelar pemaparan bisnis untuk memetakan potensi kolaborasi dengan para pelaku industri asal Yunani.
Peta Jalan Revitalisasi Galangan Kapal Indonesia
Langkah Yunani ini datang pada momen yang tepat, mengingat Pemerintah Indonesia sedang mematangkan peta jalan (roadmap) untuk membenahi industri galangan kapal domestik. Pembenahan ini menjadi prioritas setelah sektor maritim nasional mencatatkan defisit neraca perdagangan.
Melalui Kementerian Perindustrian, pemerintah berencana memperluas sebaran galangan kapal ke luar Pulau Jawa dan Batam. Targetnya adalah meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri agar mampu membangun kapal hingga kapasitas 30.000 deadweight tonnage (DWT) serta kapal tanker hingga 60.000 DWT. Selain itu, Indonesia juga menargetkan kemandirian dalam memproduksi kapal penumpang berkapasitas 2.000 orang serta armada kapal pendukung pertahanan.
Di sisi lain, industri galangan kapal Yunani sendiri sedang mengalami gelombang privatisasi besar-besaran usai keluar dari krisis utang panjang periode 2009–2018 dan lepas dari penguasaan negara, menjadikannya lebih dinamis dan siap melakukan ekspansi global.
Peluang Investasi dan Momentum Perjanjian Dagang EU-CEPA
Berdasarkan data investasi, realisasi penanaman modal Yunani di Indonesia tercatat mencapai minimal US$ 949.000 hingga akhir September lalu. Sementara itu, total nilai perdagangan bilateral kedua negara pada periode Januari hingga Agustus telah mencapai US$ 295,7 juta. Meski terus bertumbuh, angka ini diakui masih berada di bawah target bilateral yang dipatok sebesar US$ 1 miliar.
Namun, prospek ekonomi kedua negara diproyeksikan akan melesat signifikan seiring finalisasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa melalui kerangka Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA).
Kesepakatan tersebut dipastikan akan memangkas berbagai tarif bea masuk dan memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi iklim investasi kedua belah pihak. Pemerintah Yunani pun mengimbau para pelaku usaha dari kedua negara untuk mulai memetakan mitra strategis, menganalisis pasar, dan menyiapkan strategi bisnis guna memanfaatkan penghapusan tarif tersebut secara maksimal, dengan sektor pelayaran sebagai salah satu pilar utamanya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post