Di kota kecil Steinbourg yang tenang, barat laut Strasbourg, aroma keahlian kriya tingkat tinggi merebak kuat di udara. Heschung, produsen sepatu legendaris asal Prancis yang telah mengukir sejarah selama 92 tahun, merayakan hari jadi ke-40 dari mahakarya paling ikoniknya: sepatu bot pergelangan kaki Ginkgo. Momen bersejarah ini ditandai dengan peluncuran tiga varian edisi terbatas yang merayakan perpaduan sempurna antara ketahanan alam liar dan estetika gaya hidup urban.
Salomé Heschung, generasi keempat sekaligus cicit dari sang pendiri, menyingkap tabir di balik bengkel kerja legendaris mereka. Di sini, di antara deru mesin yang ritmis dan melodi ketelitian tangan para pengrajin, warisan tradisi dijaga ketat untuk menghasilkan busana alas kaki kelas atas yang dibanderol antara 450 hingga 725 euro.
Seni Jahitan Norwegia: Mahakarya Kriya yang Tak Lekang Waktu
Setiap pasang sepatu yang lahir dari rumah mode ini melewati proses manufaktur yang sangat rumit. Setelah kulit dipotong presisi—menggunakan teknologi laser maupun acuan cetak—bagian atas sepatu (upper) dijahit dan dipanaskan hingga membentuk siluet melengkung yang sempurna.
Daya tarik utama konstruksi Heschung terletak pada teknik jahitan Norwegia (Norwegian welted). Dengan ketangkasan jemari pengrajin, selembar strip kulit (welt) menyatukan bagian atas dengan sol luar. Ketahanan kedap air yang legendaris diperoleh melalui baluran campuran resin pinus dan lilin lebah alami yang dilelehkan pada suhu 180°C. Setelah pelapis dalam dipasang, sol dibentuk secara manual menggunakan mesin pemotong oleh pengrajin berpengalaman, lalu dipoles halus dengan tinta khusus sebelum dikemas dalam kotak putih berlogo khas.
Transformasi Ikon: Dari Sepatu Kerja Menjadi Merek Berkelas Urban
Perjalanan Heschung adalah kisah adaptasi tanpa kehilangan jati diri. Didirikan pada tahun 1934 dengan nama Eugène Heschung Steinbourg, rumah kriya ini memulainya dengan memproduksi bot kerja yang kokoh bagi para pekerja pedesaan. Memasuki dekade 1950-an hingga akhir 1960-an, mereka memanfaatkan teknik jahitan Norwegia untuk merambah arena olahraga musim dingin, menjelma menjadi produsen utama bot ski berbahan kulit premium.
Setelah sempat mati suri dan memproduksi sepatu untuk label lain, Pierre Heschung membangkitkan kembali merek keluarga ini pada tahun 1986. “Ayah saya mengeluarkan mesin-mesin jahitan Norwegia lama dari loteng untuk menghidupkan kembali keahlian bersejarah perusahaan, sembari mereinventasikannya untuk ceruk sepatu perkotaan,” ungkap Salomé Heschung.
Dari visi inilah lahir model Ginkgo, sebuah bot pergelangan kaki yang menyerap ketangguhan sepatu gunung ke dalam siluet streetwear perkotaan yang elegan. Menggunakan bahan kulit Suportlo dari penyamakan kulit ternama Haas di Alsace atau kulit Anicalf, Ginkgo menjadi kreasi paling kompleks yang membutuhkan hingga 180 tahapan pengerjaan manual.
Edisi Ulang Tahun ke-40 dan Penegasan Identitas Murni
Merayakan empat dekade eksistensinya, Ginkgo hadir dalam tiga variasi eksklusif:
- Ginkgo Citadine: Didesain khusus untuk pria dengan bahan kulit Box calf dan sol kulit yang anggun, dibanderol seharga 795 euro.
- Ginkgo Outdoor: Menggunakan kulit Aquabuck tahan air dan dilengkapi sol paten Ravel. Dibanderol 750 euro untuk koleksi pria dan 725 euro untuk wanita.
- Ginkgo Signature: Menonjolkan keindahan kulit ikonik Suportlo, dipasarkan seharga 795 euro (pria) dan 765 euro (wanita).
Mencatatkan proyeksi pendapatan sebesar 8 juta euro pada tahun 2025 dan menyandang predikat bergengsi ‘Entreprise du Patrimoine Vivant’ (Perusahaan Warisan Hidup), Heschung tetap kukuh pada filosofinya. “Saya kurang menyukai istilah ‘kemewahan’ (luxury): kami adalah merek kelas atas yang otentik. Yang terpenting, kami bukan merek yang ‘menjual logo’. Duta terbaik kami adalah para pelanggan yang mengenakan produk abadi yang dirancang untuk bertahan lama,” tegas Salomé.
Praktik Berkelanjutan: Layanan Perbaikan dan Personalisasi
Di tengah maraknya tren fast fashion, Heschung mengusung esensi sustainable fashion dengan menghadirkan kembali layanan perbaikan dan penggantian sol (resoling) secara internal. Langkah ini memberi kesempatan bagi para pencinta mode untuk memberikan “kehidupan kedua” pada sepatu favorit mereka yang telah terbentuk sesuai lekuk kaki dan memiliki karakter patina yang khas.
Sebagai langkah inovasi berikutnya, Heschung bersiap meluncurkan layanan personalisasi pesanan khusus (special-order service) pada paruh pertama tahun 2027. Sepasang sepatu Ginkgo kustom bakal ditawarkan dengan harga 1,080 euro, menawarkan tingkat eksklusivitas tertinggi bagi para penikmat mode sejati.
Dengan perluasan jaringan ritel di kawasan bergengsi Paris seperti Rue des Archives dan kehadiran digital yang kian kuat di pasar internasional, Heschung membuktikan bahwa integritas kriya tradisional mampu bertahan dan terus bersinar di panggung gaya hidup modern.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post