KENDAL – Kerja sama bilateral antara Indonesia dan China kini memasuki babak baru yang lebih progresif. Melalui inisiatif ambisius “Dua Negara, Taman Kembar” (Two Countries, Twin Parks/TCTP), koridor manufaktur lintas perbatasan antara Provinsi Fujian dan Pulau Jawa kini bergerak dengan kecepatan penuh, membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.
Aktivitas industri ini sangat terasa di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Di kawasan ini, ratusan pekerja lokal bahu-membahu bersama para insinyur asal Fujian dalam membangun infrastruktur pabrik baru. Dua perusahaan raksasa, Honggang Textile dan Hongsheng Materials, menjadi motor penggerak terbaru dari realisasi nyata proyek strategis kedua negara tersebut.
Ekspansi Cepat dan Integrasi Teknologi
Momentum pertumbuhan ini didukung penuh oleh kebijakan kemudahan investasi dalam kerangka TCTP. Pada tahun 2023, Fujian Honggang Textile Technology, yang merupakan anak perusahaan Huagang Group, melakukan penjajakan mendalam di Indonesia. Mereka melihat adanya keselarasan yang kuat antara tingkat perkembangan ekonomi nasional dengan target pasar produk mereka.
Langkah cepat pun diambil. Pada akhir tahun 2023, perusahaan resmi mengakuisisi lahan di wilayah Semarang, dan pabrik modern mereka ditargetkan mulai berproduksi penuh pada Agustus 2025. Langkah ekspansi ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga mengamankan rantai pasok global dari tantangan friksi perdagangan internasional.
Model kolaborasi ini menciptakan arus nilai dua arah yang saling menguntungkan. China berperan dalam menyokong sektor penelitian dan pengembangan (R&D), sementara Indonesia mengoptimalkan kapasitas manufaktur dan ketersediaan tenaga kerja yang produktif.
Strategi Lokalisasi dan Transfer Pengetahuan
Salah satu kunci sukses dari proyek lintas negara ini adalah komitmen kuat terhadap strategi lokalisasi. Bahkan sebelum dinding pabrik berdiri kokoh, Honggang telah merekrut mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai universitas di Indonesia untuk dikirim ke China guna menjalani pelatihan intensif.
Setelah menyelesaikan program tersebut, mereka kembali ke tanah air untuk mengisi posisi-posisi strategis di jajaran manajemen. Langkah ini efektif dalam menjembatani perbedaan budaya dan operasional kerja antara ekspatriat dan pekerja lokal.
Pendekatan humanis juga diterapkan di lingkungan kerja sehari-hari. Manajemen perusahaan menyediakan fasilitas kantin halal untuk menghormati karyawan Muslim. Selain itu, seluruh sistem operasional dan buku panduan kerja disusun dalam dua bahasa, yaitu Mandarin dan Indonesia, disertai kelas bahasa gratis bagi seluruh staf.
Saling Menghormati Budaya Lokal
Harmonisasi budaya juga terlihat jelas di area proyek Hongsheng Materials di KEK Kendal. Menyadari pentingnya kearifan lokal, manajemen perusahaan aktif berkomunikasi dengan tokoh masyarakat setempat sejak awal pembangunan pada tahun 2025.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Indonesia, para pimpinan dan staf asal China kini kerap mengenakan pakaian batik tradisional dalam berbagai agenda resmi perusahaan. Bagi mereka, menghormati adat istiadat setempat adalah fondasi utama untuk dapat melayani pasar domestik dengan lebih baik.
Yuanhong Investment Zone Sebagai Katalisator
Keberhasilan ekspansi perusahaan-perusahaan China ke Jawa Tengah tidak lepas dari peran penting Zona Investasi Yuanhong di Fuqing, China. Kawasan yang awalnya didirikan pada tahun 1992 ini telah ditetapkan oleh Dewan Negara China sebagai kawasan percontohan inovasi ekonomi dan perdagangan China-Indonesia.
Transformasi kawasan ini dari zona industri konvensional menjadi pusat integrasi perdagangan bilateral telah mempermudah birokrasi, investasi, dan mobilisasi sumber daya. Melalui sinergi “Dua Negara, Taman Kembar” ini, hubungan ekonomi Indonesia dan China kini tidak lagi sekadar transaksi dagang, melainkan kolaborasi industri yang nyata dan berkelanjutan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post