Staf Perpustakaan Umum Concord di New Hampshire, Amerika Serikat, dibuat terperangah setelah menerima pengembalian sebuah majalah bersejarah yang telah dipinjam selama lebih dari satu abad. Koleksi langka berupa majalah cetakan tahun 1894 tersebut dikembalikan oleh seorang warga senior bernama John Hanson (84), setelah mengendap di kediamannya selama enam dekade.
Aksi pengembalian materi perpustakaan yang tertunda hingga 132 tahun ini dapat terlaksana tanpa beban finansial berkat program pengampunan denda yang sedang diberlakukan oleh pihak perpustakaan setempat. Peristiwa unik ini sekaligus mencatatkan rekor durasi peminjaman paling lama dalam sejarah layanan perpustakaan kota tersebut.
Misteri Pemilik Asli dan Pengampunan Denda Ratusan Juta
John Hanson mengaku baru menyadari keberadaan majalah uzur tersebut di rumahnya sejak tahun 1966. Kendati demikian, ia mengaku sama sekali tidak tahu-menahu mengenai asal-usul bagaimana dokumen bersejarah itu bisa berada di tangan keluarganya. Ia menjelaskan bahwa kedua orang tuanya dahulu tidak pernah terdaftar memiliki kartu anggota perpustakaan, sementara mendiang istri pertamanya, Carol, dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin dan tidak pernah terlambat mengembalikan buku.
Berdasarkan perhitungan tarif keterlambatan standar perpustakaan, Hanson sejatinya terancam sanksi akumulasi denda hingga 12.055 dolar AS atau setara dengan Rp 214 juta. Beruntung, kebijakan penghapusan denda keterlambatan (fine-free policy) yang diterbitkan pengelola perpustakaan berhasil membebaskannya dari kewajiban finansial yang fantastis tersebut.
Jejak Otentik Literasi Abad ke-19
Hasil verifikasi yang dilakukan oleh Jennifer Needham, pustakawan yang memeriksa fisik fisik publikasi tersebut, mengonfirmasi bahwa majalah itu dipinjam pada penghujung abad ke-19. Fisik majalah masih memuat stempel resmi milik Perpustakaan Umum Concord dengan ketentuan batas durasi peminjaman maksimal satu minggu.
Terbitan yang dikembalikan tersebut merupakan edisi berkala dari The Century Illustrated, sebuah publikasi populer yang eksis antara tahun 1881 hingga 1930. Pada masa kejayaannya di akhir abad ke-19, majalah bergambar ini dikenal luas sebagai medium literasi terdepan yang menyajikan akumulasi artikel sejarah, karya sastra, puisi, serta ulasan isu-isu terkini pada zamannya.
Meski fisik majalah berharga tersebut kini telah aman kembali ke rak koleksi perpustakaan, identitas sosok peminjam pertama yang membawa keluar majalah tersebut pada abad ke-19 masih tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post