Menyuarakan Distorsi dari Sudut Kota Makassar
Dalam kancah musik independen yang terus berdenyut, Makassar kembali mengirimkan sinyal perlawanan melalui unit punk bernama TAX. Melalui debut album mini bertajuk Dead Routine, mereka tidak sekadar menawarkan bising, melainkan sebuah refleksi jujur atas siklus kehidupan yang menjemukan. Dirilis secara resmi melalui platform Bandcamp, lima trek di dalamnya menjadi manifestasi nyata bagaimana kegelisahan personal dapat bertransformasi menjadi ledakan energi sonik yang abrasif.
Siklus Emosi dalam Lima Babak
Proses kreatif TAX—yang digawangi oleh Fadlu (vokal), Syam (gitar), Ai (gitar), Ivan (bas), dan Pungs (drum)—terasa sangat organik. Dead Routine bermula dari sekumpulan progresi musik tanpa lirik, yang kemudian diperkaya dengan catatan-catatan reflektif dari Fadlu dan Syam. Hasilnya adalah sebuah narasi linear yang sengaja disusun menyerupai siklus hidup manusia: dimulai dari rasa asing terhadap rutinitas, eskalasi tensi yang konstan, hingga akhirnya memuncak pada kekacauan batin di trek penutup.
Struktur musik yang mereka bangun bukanlah kebetulan. Ada upaya sadar untuk memanipulasi tempo dan dinamika demi mencapai klimaks emosional yang intens. Bagi TAX, setiap lagu adalah potongan puzzle yang saling mengunci, membentuk satu kesatuan cerita tentang kejenuhan yang dipaksa meledak.
Estetika Mentah sebagai Identitas
Salah satu kekuatan utama Dead Routine terletak pada keberanian band ini untuk membiarkan musik mereka terdengar apa adanya. Alih-alih memoles sound hingga terdengar steril dan rapi, TAX justru mempertahankan karakter distorsi garage yang kasar dan tempo yang tajam. Bagi mereka, pesan yang ingin disampaikan tidak bisa dipisahkan dari karakter musik yang mentah.
“Buat kami, pesan dan karakter musik yang raw itu bukan dua hal yang terpisah, tapi saling menguatkan,” ungkap Ivan, sang pembetot bas. Pendekatan ini menjadikan album mini tersebut terasa sangat manusiawi. Tidak ada upaya untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan; justru di sanalah letak kejujuran yang membuat Dead Routine terasa begitu relevan bagi pendengarnya.
Akar Kolektif dan Semangat DIY
Kehadiran TAX tidak lahir di ruang hampa. Mereka adalah produk dari ekosistem kolektif yang kuat di Makassar, seperti NBOCHC, Geladak Geng, dan Mtown. Lingkungan inilah yang membentuk karakter musikalitas mereka—sebuah semangat Do-It-Yourself (DIY) yang kental, di mana jarak antara panggung dan penonton hampir tidak ada.
Bagi TAX, bermusik bukan sekadar tentang merilis karya, melainkan tentang menjaga ruang intim agar tetap hidup. Dead Routine pun pada akhirnya menjadi perpanjangan dari napas komunitas tersebut: sederhana, langsung, frontal, dan yang terpenting, terus bergerak di tengah rutinitas yang seringkali mematikan kreativitas.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post