JAKARTA — Tongkat kepemimpinan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi berganti. Suahasil Nazara dipercaya menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya memimpin kementerian tersebut sejak dilantik pada 8 September 2025. Penunjukan ini menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan kebijakan fiskal nasional, mengingat Suahasil telah mengabdi selama tujuh tahun sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Rekam Jejak Panjang di Pucuk Pimpinan Fiskal
Langkah Suahasil menuju posisi tertinggi di bendahara negara didukung oleh jam terbang yang amat matang. Ia pertama kali dipercaya mengemban jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada 25 Oktober 2019 dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Kepercayaan tersebut berlanjut ketika kepemimpinan nasional bertransisi ke Kabinet Merah Putih, di mana ia mempertahankan posisi Wamenkeu sejak Oktober 2024 hingga September 2026.
Selama kurun waktu tujuh tahun mendampingi Menteri Keuangan, Suahasil terlibat aktif dalam merumuskan, mengawal, dan mengeksekusi berbagai arah kebijakan fiskal serta makroekonomi nasional. Sebelum menduduki pos Wamenkeu, ia lebih dulu memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) secara definitif sejak 31 Oktober 2016 — sebuah unit strategis Kemenkeu yang kini telah bertransformasi menjadi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal.
Akar Akademisi dan Kiprah di Kebijakan Publik
Sebelum masuk ke lingkungan pemerintahan, Suahasil dikenal luas sebagai akademisi terkemuka di bidang ekonomi. Karier akademisnya dibangun dari bawah sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) sejak 1999. Pengabdiannya di dunia pendidikan mengantarkannya memegang sejumlah posisi kepemimpinan di kampus, termasuk Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi (2004–2005), Kepala Lembaga Demografi (2005–2008), hingga Ketua Departemen Ilmu Ekonomi (2009–2013). Pada 2009, ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi UI.
Pengalaman Suahasil dalam ranah perumusan kebijakan publik telah terbentuk jauh sebelum menduduki jabatan struktural di Kemenkeu. Ia tercatat pernah mengemban sejumlah amanat strategis lintas lembaga, di antaranya:
- Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011)
- Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009–2015)
- Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) (2010–2015)
- Anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014)
Fondasi Intelektual Kokoh Pengawal Ekonomi Negara
Kapasitas teknokratis Suahasil ditopang oleh latar belakang pendidikan bereputasi internasional. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994, lalu melanjutkan studi magister dan memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) dari Cornell University, Amerika Serikat, pada 1997. Pendidikan doktoralnya diselesaikan di University of Illinois at Urbana-Champaign dengan meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang ekonomi pada 2003.
Perpaduan antara kepakaran akademis, rekam jejak riset kebijakan publik, serta pengalaman panjang berada di jajaran pimpinan tertinggi Kementerian Keuangan menjadi modal utama Suahasil dalam mengemban mandat baru untuk memimpin pengelolaan keuangan negara dan menjaga stabilitas ekonomi nasional secara komprehensif.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post