Rangkaian tur konser penyanyi papan atas asal Inggris, Ed Sheeran, di Amerika Serikat mendadak menjadi sorotan publik dan memicu kontroversi besar. Polemik ini memuncak setelah seluruh musisi tamu yang dijadwalkan tampil mendampingi Sheeran memutuskan mundur secara massal. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas pencoretan rapper Macklemore dari daftar penampil.
Di balik keputusan kontroversial tersebut, muncul sosok Robert Kraft, miliarder berpengaruh sekaligus pemilik Gillette Stadium di Boston—salah satu lokasi yang dijadwalkan menjadi tempat berlangsungnya konsert bertajuk Loop Tour tersebut.
Perselisihan Politik dan Penolakan Venue
Pencoretan Macklemore bermula dari aksi vokal sang rapper dalam membela hak-hak warga Palestina serta kritiknya terhadap operasi militer Israel di Gaza dan Tepi Barat selama rangkaian tur berlangsung. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Kraft, pengusaha Yahudi berpengaruh yang menilai narasi Macklemore mengandung unsur retorika dan simbolisme yang menyinggung komunitas Yahudi.
Menurut keterangan Macklemore, Kraft menggunakan pengaruhnya untuk menekan sejumlah pemilik venue tur agar melarangnya tampil. Promotor acara, Messina Touring Group, akhirnya mengonfirmasi bahwa beberapa stadion, termasuk Gillette Stadium milik Kraft dan Raymond James Stadium di Florida, menolak menjadi tuan rumah jika Macklemore tetap berada di dalam daftar penampil. Promotor berdalih bahwa pencoretan tersebut terpaksa dilakukan demi menyelamatkan keberlangsungan seluruh rangkaian tur.
Profil Robert Kraft: Miliarder dan Tokoh Berpengaruh
Robert Kraft (85) merupakan ketua dan CEO Kraft Group, sebuah konglomerasi raksasa yang bergerak di bidang properti, kertas, modal ventura, hingga hiburan, dengan estimasi kekayaan mencapai US$15 miliar (sekitar Rp238 triliun). Nama Kraft sangat disegani di dunia olahraga Amerika Serikat sebagai pemilik klub NFL New England Patriots, yang kini bernilai sekitar US$10,6 miliar.
Di luar dunia bisnis, Kraft dikenal sangat aktif dalam gerakan penanggulangan antisemitisme. Ia mendirikan Together Beat Hate Foundation dengan dana awal pribadi sebesar US$20 juta. Lulusan Columbia University dan Harvard Business School ini juga memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh politik dunia, seperti menerima penghargaan Genesis Prize dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2019, serta menjalin hubungan dekat dengan mantan Presiden AS Donald Trump selama lebih dari dua dekade.
Ujian Berat Bagi Citra Ed Sheeran
Pihak Ed Sheeran sendiri mengklarifikasi bahwa keputusan mencoret Macklemore sepenuhnya berada di tangan promotor tur dan pemilik venue. Sheeran menegaskan dirinya tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan teknis terkait artis pendukung.
Kendati demikian, sikap Sheeran yang terkesan pasif menuai kritik tajam dari para pengamat industri musik dan penggemarnya. Sebagai salah satu musisi terbesar di dunia, Sheeran dinilai memiliki posisi tawar yang cukup kuat untuk mempertahankan rekan bermusiknya, namun memilih untuk tidak bersikap mendalam demi menghindari konflik politik.
Insiden ini menjadi krisis citra terberat sepanjang karier musik Sheeran, yang selama ini dikenal bersih dari skandal dan dekat dengan penggemar. Kontroversi ini sekaligus membuka diskursus baru terkait sejauh mana pengaruh pemilik modal dan tekanan politik dapat mengintervensi kebebasan berekspresi para seniman di panggung megah tur internasional.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post