Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Teknologi Modifikasi Cuaca Berhasil Pancing Hujan di Wilayah Kalteng/Meriahkan Hari Santri, Ribuan Santri Probolinggo Padati Jalan Sehat Bersarung/TikTok Blokir Permanen Akun Iklan Film Dokumenter Elon Musk/Koperasi Merah Putih Muluskan Akses Petani Dapatkan Pupuk Subsidi/Wisata Canggih China: Inovasi Teknologi Tinggi Jadi Magnet Baru Turis Dunia/Ancaman MSCI Bayangi Masa Depan Pasar Saham Indonesia, Ekonom Buka Suara/Menagih Janji Kemandirian di Tengah Bayang-Bayang Otonomi Desa yang Terkekang/Kebakaran Bromo Belum Padam, Medan Terjal Jalur Pasuruan-Malang Hambat Petugas Petaka Api/Meta Hapus Pasal Kontroversial Terkait Pengambilan Data dan Pelatihan AI/IHSG Dibayangi Rebalancing MSCI, Begini Proyeksi Arah Laju Indeks Selanjutnya/Indonesia Kecam Keras Rencana Kolombia Pindahkan Kedubes ke Yerusalem/Indonesia Kaget Penilaian Sahamnya Diturunkan MSCI Meski Sudah Diplomasi di Bangkok/KRL Kerap Gangguan dan Rugikan Penumpang, Dirut PT INKA Didesak Mundur Dari Jabatannya/Pemkot Batu Beri Penghargaan Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono untuk Sosok Berjasa/Replit Resmi Putus Kemitraan dengan Anthropic, CEO Ungkap Alasan Utamanya/
Teknologi Modifikasi Cuaca Berhasil Pancing Hujan di Wilayah Kalteng/Meriahkan Hari Santri, Ribuan Santri Probolinggo Padati Jalan Sehat Bersarung/TikTok Blokir Permanen Akun Iklan Film Dokumenter Elon Musk/Koperasi Merah Putih Muluskan Akses Petani Dapatkan Pupuk Subsidi/Wisata Canggih China: Inovasi Teknologi Tinggi Jadi Magnet Baru Turis Dunia/Ancaman MSCI Bayangi Masa Depan Pasar Saham Indonesia, Ekonom Buka Suara/Menagih Janji Kemandirian di Tengah Bayang-Bayang Otonomi Desa yang Terkekang/Kebakaran Bromo Belum Padam, Medan Terjal Jalur Pasuruan-Malang Hambat Petugas Petaka Api/Meta Hapus Pasal Kontroversial Terkait Pengambilan Data dan Pelatihan AI/IHSG Dibayangi Rebalancing MSCI, Begini Proyeksi Arah Laju Indeks Selanjutnya/Indonesia Kecam Keras Rencana Kolombia Pindahkan Kedubes ke Yerusalem/Indonesia Kaget Penilaian Sahamnya Diturunkan MSCI Meski Sudah Diplomasi di Bangkok/KRL Kerap Gangguan dan Rugikan Penumpang, Dirut PT INKA Didesak Mundur Dari Jabatannya/Pemkot Batu Beri Penghargaan Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono untuk Sosok Berjasa/Replit Resmi Putus Kemitraan dengan Anthropic, CEO Ungkap Alasan Utamanya/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

PDIP Sebut Tata Ruang Keliru dan Penegakan Hukum Lemah Jadi Pemicu Karhutla Berulang

by Malang Today
October 18, 2026
Pdip Sebut Tata Ruang Keliru Dan Penegakan Hukum Lemah Jadi

Pdip Sebut Tata Ruang Keliru Dan Penegakan Hukum Lemah Jadi

Promo Hujan Bonus Fiberzone #Internetcepatindonesia

JAKARTA — Tata kelola kehutanan dan kelemahan penegakan hukum kembali menjadi sorotan serius seiring berulangnya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mendesak pemerintah untuk segera merombak total kebijakan tata ruang dan mempertegas sanksi pidana terhadap pihak-pihak yang sengaja membakar hutan demi pembukaan lahan perkebunan.

Hasto menilai, maraknya kasus karhutla bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan akibat langsung dari kesalahan kebijakan tata ruang dan lemahnya pengawasan. Rekam jejak kebijakan moratorium izin lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah hutan yang pernah diterapkan pada era kepemimpinan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dinilai perlu kembali ditegaskan sebagai fondasi perlindungan ekosistem.

Penegakan Hukum dan Penolakan Konversi Lahan Sawit

Dalam pandangan PDIP, penindakan hukum secara tegas dan konsisten adalah kunci utama untuk memutus rantai praktik pembakaran lahan yang kerap diubah menjadi perkebunan sawit. Kebiasaan membakar hutan demi efisiensi biaya pembukaan lahan dipandang sebagai kejahatan lingkungan yang merugikan masyarakat luas.

Hasto membeberkan pandangan kritis Megawati mengenai ekspansi masif perkebunan kelapa sawit yang berisiko merusak keanekaragaman hayati. Karakternya yang dominan membuat tanaman sawit cenderung menggeser keberadaan flora lokal lainnya di ekosistem hutan tropis Indonesia.

Selain merusak keanekaragaman hayati, korban utama dari karhutla adalah warga lokal. Masyarakat di wilayah rentan seperti Kalimantan dan Sumatera terus dipaksa menghirup udara beracun setiap kali musim kemarau tiba. Tak hanya itu, dampak asap lintas batas (cross-border haze) yang menyebar hingga ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam dinilai dapat merusak citra serta marwah Indonesia di tingkat internasional.

Mitigasi Lemah Hadapi Momen El Nino Ekstrem

Sorotan tajam juga diarahkan pada kesiapan serta kapasitas mitigasi bencana pemerintah, terutama dalam mengantisipasi ancaman fenomena iklim El Nino ekstrem yang memicu kekeringan parah di lahan gambut. Ketiadaan langkah antisipasi dan koordinasi yang kuat membuat titik-titik api terus bermunculan dan sulit dikendalikan.

Hasto menegaskan, keberulangan karhutla dari tahun ke tahun menjadi indikator belum tumbuhnya kapasitas sistem mitigasi nasional secara signifikan. Dugaan adanya unsur kesengajaan dalam pembakaran hutan demi mengubah fungsi lahan menjadi kawasan perkebunan komersial merupakan praktik destruktif yang harus ditolak secara tegas.

Dorong Reboisasi Massal dan Gerakan Menanam Pohon

Sebagai jalan keluar atas krisis lingkungan ini, PDIP mendorong pemerintah meluncurkan gerakan reboisasi dan penanaman pohon secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Selain memulihkan ekosistem yang rusak, program penghijauan berbasis komunitas ini diyakini mampu menyerap tenaga kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.

Guna memberikan teladan nyata, PDIP konsisten menjalankan konsensus lingkungan yang diinisiasi Megawati dengan menanam sedikitnya 235.000 pohon setiap tahunnya. Hasto pun mengusulkan gerakan nasional “satu orang satu pohon”. Jika komitmen ini dijalankan secara kolektif oleh seluruh elemen bangsa, Indonesia ditargetkan mampu menanam sedikitnya 200 juta pohon baru setiap tahun untuk memulihkan paru-paru dunia.

Logo Malang Today
Malang Today

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.

Related Posts

Teknologi Modifikasi Cuaca Berhasil Pancing Hujan Di Wilayah Kalteng

Teknologi Modifikasi Cuaca Berhasil Pancing Hujan di Wilayah Kalteng

by Malang Today
October 18, 2026

Operasi modifikasi cuaca di Kalteng berhasil memicu hujan deras di sejumlah wilayah untuk mengatasi kekeringan serta menekan risiko karhutla.

Koperasi Merah Putih Muluskan Akses Petani Dapatkan Pupuk Subsidi

Koperasi Merah Putih Muluskan Akses Petani Dapatkan Pupuk Subsidi

by Malang Today
October 18, 2026

Koperasi Merah Putih resmi membuka akses kemudahan bagi para petani lokal untuk menebus pupuk subsidi demi meningkatkan hasil panen.

Wisata Canggih China Inovasi Teknologi Tinggi Jadi Magnet Baru Turis

Wisata Canggih China: Inovasi Teknologi Tinggi Jadi Magnet Baru Turis Dunia

by Xinhua News
October 18, 2026

Jelajahi pesona baru wisata China yang memadukan teknologi canggih dan tradisi ikonik untuk pengalaman liburan masa depan yang tak terlupakan.

Ancaman Msci Bayangi Masa Depan Pasar Saham Indonesia Ekonom Buka

Ancaman MSCI Bayangi Masa Depan Pasar Saham Indonesia, Ekonom Buka Suara

by Malang Today
October 18, 2026

Peringatan MSCI memicu ancaman eksistensial bagi pasar saham Indonesia dan pasar modal nasional berisiko kehilangan kepercayaan investor global.

Menagih Janji Kemandirian Di Tengah Bayang Bayang Otonomi Desa Yang Terkekang

Menagih Janji Kemandirian di Tengah Bayang-Bayang Otonomi Desa yang Terkekang

by Malang Today
October 18, 2026

Pelajari bagaimana terpasungnya otonomi desa membatasi kewenangan lokal dan temukan solusi tepat untuk mendorong kemandirian desa secara nyata.

Ihsg Dibayangi Rebalancing Msci Begini Proyeksi Arah Laju Indeks Selanjutnya

IHSG Dibayangi Rebalancing MSCI, Begini Proyeksi Arah Laju Indeks Selanjutnya

by Malang Today
October 18, 2026

IHSG kembali tertekan akibat reshuffle indeks MSCI, intip prediksi pergerakan pasar saham dan rekomendasi analis untuk langkah investor selanjutnya.

Indonesia Kecam Keras Rencana Kolombia Pindahkan Kedubes Ke Yerusalem

Indonesia Kecam Keras Rencana Kolombia Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

by Xinhua News
October 18, 2026

Indonesia mengecam keras keputusan Kolombia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem karena dinilai memicu ketegangan dan melanggar hukum internasional.

Indonesia Kaget Penilaian Sahamnya Diturunkan Msci Meski Sudah Diplomasi Di

Indonesia Kaget Penilaian Sahamnya Diturunkan MSCI Meski Sudah Diplomasi di Bangkok

by Malang Today
October 18, 2026

Indonesia terkejut atas penurunan peringkat MSCI meski dialog di Bangkok telah dilakukan guna membahas reformasi pasar modal domestik.

Krl Kerap Gangguan Dan Rugikan Penumpang Dirut Pt Inka Didesak

KRL Kerap Gangguan dan Rugikan Penumpang, Dirut PT INKA Didesak Mundur Dari Jabatannya

by Malang Today
October 18, 2026

Desakan mundur mencuat untuk Dirut INKA akibat operasional KRL sering gangguan dan terhambat hingga sangat merugikan para penumpang.

Pacu Daya Saing Platform Digital Boyong Pengembang Gim Lokal Tembus

Pacu Daya Saing, Platform Digital Boyong Pengembang Gim Lokal Tembus Pasar Global

by Malang Today
October 18, 2026

Platform inovatif kini hadir membantu pengembang gim lokal menembus pasar global melalui program pendampingan dan akses investasi terpercaya.

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 8786
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.