Lompatan Signifikan Unit Elektronik Alternatif Asal Bogor
Bogor tak pernah kehabisan amunisi untuk melahirkan bakat-bakat musik dengan warna yang segar. Setelah sempat mencuri perhatian lewat demo berisi empat lagu pada Oktober 2025 lalu, unit elektronik alternatif Falaci resmi menginjak pedal gas lebih dalam. Sambutan hangat publik independen dan panggung-panggung kurasi besar yang mendadak menghampiri mereka ternyata menjadi bahan bakar emosional untuk melangkah ke fase yang lebih matang. Lambaian tangan dari masa lalu itu kini dijawab tuntas lewat peluncuran single resmi perdana mereka, “Another Cycle”.
Kontemplasi Tiga Tahun dalam Balutan Sintesis Modern
Lagu “Another Cycle” bukan sekadar nomor kompromi untuk menjaga momentum. Karya ini merupakan hasil distilasi panjang dari perjalanan introspeksi para personelnya dalam merespons realitas modern yang kian hari terasa kian dingin dan suram. Menariknya, cetak biru lagu ini sebenarnya sudah mulai dicoret sejak tiga tahun lalu. Konflik benturan jadwal dan kesibukan personal para anggotanya sempat membuat aransemen lagu ini mengalami bongkar-pasang berkali-kali, sebelum akhirnya menemukan bentuk paling idealnya saat ini.
Eksplorasi musikalitas Falaci kini juga terasa lebih padat dan berdimensi. Bergabungnya Aliefta Widhiawan (gitar) serta Devhara Carnadi (piano, synth) melengkapi formasi awal yang digawangi oleh Naufal Dzaky (vokal, synth), Arafat Zawaid (bas), dan Alfian Prasetyo (gitar). Hasilnya adalah lanskap suara elektronik yang kaya tekstur, memadukan dentuman synth kontemplatif dengan sapuan gitar alternatif yang presisi.
Kolektif Kreatif di Balik Dapur Rekaman dan Visual
Langkah serius Falaci dalam mengemas “Another Cycle” tercermin dari deretan nama krusial di balik layarnya. Sektor produksi dikawal langsung oleh Afiandi D. Lacborra yang bertindak sebagai produser sekaligus penulis. Proses rekamannya dipandu oleh Reney Karamoy sebagai recording engineer, sementara kemandirian vokal dipoles tajam di bawah pengarahan Stella Gareth. Sentuhan akhir sound dipercayakan kepada Nabil Favian pada lini mixing dan Reyner Ferdinand untuk proses mastering.
Tidak hanya garang di telinga, estetika visual single ini dikonsep dengan sangat matang. Pandu Wiguna memegang kendali penuh sebagai sutradara klip musik sekaligus perancang artwork, didukung oleh Siswa Junianto dan Heta SR di bagian pengarah kamera (DOP). Sisi artistik diperkuat oleh tangan dingin Gumilang Damar Budiman selaku art director, serta jepretan potret resmi band yang dieksekusi elegan oleh fotografer Stephany Azali.
Jembatan Menuju Album Debut dan Gelombang Tur
Pemilihan “Another Cycle” sebagai debut resmi bukanlah tanpa alasan. Selain memperlihatkan pendewasaan karakter sound, narasi dalam lagu ini diposisikan sebagai cermin pembuka dari benang merah cerita album penuh perdana mereka yang dijadwalkan mendarat pada penghujung tahun 2026.
Rilisan ini menjadi awal dari deretan agenda masif yang sudah mengantre di kalender kerja Falaci. Selain bersiap menghentak panggung festival berskala internasional seperti Joyland Festival 2026 pada November mendatang, gairah pergerakan mereka dipastikan terus berlanjut lewat rencana gelaran showcase mandiri dan rangkaian tur lintas kota pada tahun depan. Falaci tidak sekadar berputar dalam siklus biasa; mereka sedang membangun era barunya sendiri.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post