Kilas Balik Rindu dari Kediri: Sserenade dan Romantisme Pop Kreatif dalam “Renjana”
Kultur musik independen di kawasan Jawa Timur Selatan terus melahirkan warna-warna baru yang menarik untuk disimak. Kali ini, giliran Pare—sebuah kota kecil di Kediri yang lebih dikenal dengan julukan Kampung Inggris—yang mencuri perhatian lewat kemunculan kuintet pop kreatif bernama Sserenade. Melalui single perdana mereka yang bertajuk “Renjana”, unit pop ini tidak hanya sekadar memperkenalkan diri, tetapi juga menyuguhkan lanskap emosi yang megah, puitis, dan penuh harap.
Diperkuat oleh formasi Gatut Anugrah, Elsyabhet, Hide Eka, Christian Kevin, dan Alexander Bernad, Sserenade berhasil merajut kisah klasik tentang kehilangan, penantian, hingga proses penerimaan. Lagu ini seperti membawa pendengarnya menyusuri lorong waktu, meniti rindu yang tadinya menyakitkan hingga bermuara pada sebentuk keikhlasan yang manis.
Ramuan Melankolia: Menjembatani Warisan SORE hingga Bilal Indrajaya
Secara tekstur musikalitas, “Renjana” berada di koridor pop kreatif Indonesia yang kaya akan nuansa nostalgia. Sang vokalis sekaligus penulis lagu, Gatut Anugrah, tidak menampik bahwa karya ini lahir dari perpaduan antara ekstrak emosi personal dan referensi musik yang mengendap di kepala para personelnya.
“Lirik dan suasana ‘Renjana’ dipengaruhi oleh pengalaman emosional dan selera musik yang sering saya dengarkan. Banyak terpengaruh musik seperti Bilal Indrajaya, SORE, dan Wijaya 80, sehingga saya memunculkan nuansa kreatif pop Indonesia pada lagu yang saya tulis berdasarkan kisah saya,” ungkap Gatut.
Pengaruh tersebut terasa begitu pekat namun tidak pretensius. Sserenade tidak hanya mengandalkan kekuatan lirik sebagai pencerita, tetapi juga mengeksplorasi aransemen instrumen untuk membangun dinamika emosi. Lagu dibuka dengan sapuan lembut suara riser dan permaianan strings yang anggun, sebelum akhirnya disusul oleh dentingan gitar yang memandu pendengar memasuki atmosfer melankolis yang hangat.
Mengubah Duka Menjadi Harapan dan Langkah Menuju Panggung Luas
Banyak lagu bertema perpisahan terjebak dalam ratapan yang tak berkesudahan, namun “Renjana” justru memilih jalan yang berbeda. Menjelang klimaks, struktur lagu perlahan bergeser menuju arah yang lebih optimistis. Bagian akhir lagu menjadi pembuktian bahwa kerinduan tidak harus berakhir sebagai luka yang menganga, melainkan sebuah kasih sayang yang tetap hidup.
“Di akhir lagu, ‘Renjana’ tetap menampilkan optimisme untuk bisa mendapatkan akhir cerita yang indah. Seperti makna dari kata renjana yang berarti rasa hati yang kuat atau kasih yang sangat kuat,” tambah Gatut lagi.
Langkah awal ini menjadi pemicu semangat bagi Sserenade untuk melangkah lebih jauh dari kota asal mereka. Dengan karakter musik pop yang matang dan berkelas, kuintet ini memendam asa besar untuk bisa menyapa pendengar yang lebih luas di berbagai panggung festival Tanah Air.
“Kami sangat berharap band baru kami bisa bermain di acara-acara seperti Hingar Binar, Sound of Downtown, dan festival lainnya. Ruang-ruang tersebut bisa mewadahi kami dalam memainkan karya, sekaligus mempertemukan Sserenade dengan pendengar-pendengar baru,” pungkas Gatut penuh harap. Lewat “Renjana”, Sserenade resmi menandai kehadiran mereka: sebuah amunisi pop baru dari Jawa Timur yang siap menggetarkan panggung musik nasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post