Pemerintah Indonesia terus menggenjot diplomasi budaya dan olahraga di kancah internasional guna membawa seni bela diri tradisional Pencak Silat menembus panggung Olimpiade Los Angeles 2028. Komitmen ini ditegaskan kembali di tengah gelaran Kejuaraan Pencak Silat Amerika Serikat Ke-III yang berlangsung di Herndon, Virginia, Amerika Serikat.
Langkah strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Kehadiran kejuaraan tingkat nasional di Negeri Paman Sam menjadi tolok ukur penting dalam melihat sejauh mana seni bela diri warisan Nusantara ini diterima dan berkembang pesat di masyarakat global.
Ekspansi Ekspasif di 15 Negara Bagian AS
Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, mengungkapkan bahwa pencak silat kini tidak lagi asing bagi publik Amerika. Olahraga seni bela diri ini tercatat telah berkembang pesat di sedikitnya 15 negara bagian, termasuk California, Colorado, Hawaii, Illinois, Maryland, Massachusetts, Missouri, New Hampshire, New York, Texas, Utah, Vermont, hingga Virginia.
Perkembangan masif ini ditopang oleh keberadaan tiga organisasi utama yang menghimpun para praktisi dan pegiat lokal, yakni United States Sport Silat Association (USSSA), USA Pencak Silat Federation (UPSF), dan Pentjak Silat USA.
“Pencak silat memiliki peluang besar untuk terus berkembang hingga ke panggung Olimpiade. Presiden Prabowo Subianto secara tegas telah menyampaikan dukungan penuh agar pencak silat kelak dapat dipertandingkan secara resmi di arena Olimpiade,” ujar Indroyono Soesilo.
Meski demikian, Indroyono mengingatkan bahwa penetrasi menuju ajang olahraga terbesar di dunia tersebut membutuhkan konsistensi, komitmen panjang, serta sinergi lintas sektor. “Menuju Los Angeles 2028 tentu diperlukan kesabaran, ketekunan, dan kerja bersama seluruh pihak, dengan tetap menjaga nilai-nilai akar budaya dari pencak silat itu sendiri,” tambahnya.
Peran Tokoh Diaspora dan Gemblengan Padepokan Lokal
Eksistensi pencak silat di Amerika Serikat tak lepas dari peran vital Wona Sumantri, praktisi bela diri berdarah Sunda yang juga menjabat sebagai Presiden UPSF. Sosok yang telah mengajar pencak silat di Maryland selama lebih dari tiga dekade ini menjadi pelopor berdirinya UPSF pada 2012 silam.
Ajang kejuaraan di Virginia ini juga dihadiri oleh sederet tokoh penting bela diri setempat, seperti Ketua Dojo Pencak Silat Williamsburg Chris Robinson dan atlet berprestasi Adam Pereira. Pembukaan acara berlangsung meriah dengan suguhan seni tradisional Rampak Kendang yang dibawakan oleh komunitas Nusantara Budaya.
Menariknya, kualifikasi teknis para atlet asal AS yang bertanding kali ini ditempuh melalui jalur pelatihan intensif di Indonesia. Banyak dari mereka yang menyempatkan diri berlatih selama dua hingga tiga pekan secara langsung di berbagai padepokan ternama di Tanah Air, seperti Padepokan Putra Betawi, Padepokan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Padepokan Pendekar Bapak Haji Jatnika, serta Padepokan Persaudaraan Pencak Silat Salamun Alaikum.
Hasil Pertandingan Kategori Seni
Kejuaraan Pencak Silat Amerika Serikat Ke-III ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni cabang seni (tunggal/baku) dan cabang tanding (laga). Persaingan ketat terjadi di antara para pesilat mancanegara yang menunjukkan ketangkasan serta keluwesan jurus khas Indonesia.
Pada kategori Seni Putra, gelar juara berhasil disabet oleh Zacharia Mohamed setelah mengumpulkan poin tertinggi dari dewan juri. Sementara itu, untuk kategori Seni Putri, predikat juara sukses diraih oleh Asiya Saleem berkat penampilan presisi dan penuh penghayatan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post