Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings kembali mengukuhkan peringkat nasional jangka panjang (National Long-Term Rating) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di level tertinggi AAA(idn) dengan prospek stabil (Outlook Stable). Peringkat ini menegaskan dominasi dan peran vital BTN sebagai tulang punggung pembiayaan perumahan nasional, khususnya dalam mengawal program strategis pemerintah.
Selain peringkat jangka panjang, Fitch turut mempertahankan peringkat surat utang senior tanpa jaminan (senior unsecured debt) BTN pada posisi AAA(idn) serta National Short-Term Rating pada level F1+(idn). Peringkat AAA(idn) menggambarkan risiko gagal bayar yang paling rendah di Indonesia, sementara F1+(idn) mencerminkan kapasitas likuiditas dan kemampuan pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek yang paling kuat.
Dominasi Pasar dan Peran Vital Program 3 Juta Rumah
Dalam laporan resminya, Fitch menilai posisi BTN di sektor perumahan nasional sudah sangat mengakar dan sulit tergantikan. Hingga akhir Juni 2026, perseroan berhasil menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar KPR nasional secara keseluruhan. Bahkan untuk segmen KPR bersubsidi, bank BUMN ini mendominasi secara mutlak dengan pangsa pasar mencapai 81 persen.
Kinerja tersebut menjadikan BTN sebagai kanal utama dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah. Fitch menekankan bahwa gangguan terhadap operasional dan peran strategis BTN dapat memberikan dampak sistemik yang signifikan terhadap ekosistem perumahan serta stabilitas sosial-ekonomi nasional.
Pemerintah juga dinilai memiliki komitmen dan kemunginan sangat tinggi untuk memberikan dukungan penuh kepada BTN jika diperlukan. Hal ini didasari oleh status kepemilikan mayoritas saham oleh negara, porsi aset yang mencapai sekitar 3,8 persen dari total industri perbankan nasional, serta penetapan BTN sebagai domestic systemically important bank (bank berdampak sistemik domestik).
Komitmen Menjaga Pertumbuhan Sehat dan Efisiensi
Menanggapi raihan tersebut, Corporate Secretary BTN Ramon Armando menegaskan bahwa rekam jejak positif ini menjadi bukti konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja keuangan yang sehat sekaligus memperluas akses hunian terjangkau, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Peringkat tertinggi ini memperkuat posisi BTN untuk menjalankan peran strategisnya. Kepercayaan dari lembaga pemeringkat dan publik ini harus dijaga dengan memastikan perseroan terus tumbuh secara sehat, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Ramon di Jakarta.
Capaian tahun 2026 ini melanjutkan tren kenaikan peringkat BTN selama tiga tahun terakhir. Setelah sempat berada pada peringkat AA+ pada tahun 2024, posisi BTN berhasil melesat ke level AAA pada 2025 dan konsisten dipertahankan hingga saat ini.
Penguatan Modal dan Diversifikasi Pendanaan Wholesale
Peringkat kredit di level tertinggi memberikan ruang yang lebih luas bagi BTN untuk melakukan efisiensi biaya dana (cost of fund) dan memperkuat struktur pendanaan korporasi. Kredibilitas yang tinggi di mata investor mempermudah langkah perseroan dalam melancarkan aksi diversifikasi pendanaan pasar modal.
Tercatat hingga September 2026, porsi pendanaan non-simpanan (wholesale funding) BTN merangkak naik menjadi Rp52,29 triliun, meningkat signifikan dibandingkan posisi awal tahun di level Rp40,74 triliun. Langkah diversifikasi ini salah satunya direalisasikan melalui penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 senilai Rp2 triliun.
Penerbitan obligasi sosial tersebut terbagi menjadi dua seri, yakni Seri A sebesar Rp950 miliar dengan tenor 370 hari dan tingkat kupon 7,05 persen, serta Seri B sebesar Rp1,05 triliun berjangka waktu tiga tahun dengan kupon 7,25 persen.
“Akses pendanaan yang semakin kuat dan fleksibel menjadi modal utama kami untuk memperbesar kapasitas pembiayaan perumahan. Kami optimistis dapat menyalurkan pembiayaan yang lebih luas guna mendukung target program hunian nasional bagi jutaan keluarga di Indonesia,” tutup Ramon.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post