JAKARTA — Penggunaan mobil SUV buatan dalam negeri, Maung, sebagai kendaraan dinas resmi pejabat negara mulai direalisasikan secara bertahap. Para Menteri Koordinator (Menko) dan kepala lembaga pemerintahan menjadi kelompok pejabat pertama yang mengoperasikan kendaraan produksi PT Pindad tersebut.
Kepastian ini terlihat saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Airlangga tampak menumpangi mobil Maung berwarna gelap bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Drajad Hari Wibowo.
Distribusi Tahap Awal Khusus Menko dan Kepala Lembaga
Kepada awak media, Airlangga mengonfirmasi bahwa dirinya baru mulai menggunakan kendaraan taktis versi sipil tersebut sebagai armada operasional harian dinasnya.
“Baru hari ini,” ujar Airlangga singkat saat dikonfirmasi mengenai masa awal penggunaan mobil Maung tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan bahwa untuk tahap awal, fasilitas kendaraan dinas buatan dalam negeri ini memang belum dibagikan secara merata ke seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Prioritas pengoperasian saat ini masih difokuskan untuk tingkat menteri koordinator dan pimpinan lembaga tinggi negara.
“Baru sebagian, baru Menko dulu,” tambah Airlangga menjelaskan skema penyerahan unit kendaraan tersebut.
Keterbatasan Unit dan Target Pengadaan
Terkait kesiapan armada, Airlangga mengungkapkan bahwa proses pengadaan unit mobil Maung sebenarnya telah dialokasikan dan berjalan sepanjang tahun anggaran ini. Meski demikian, keterbatasan kapasitas produksi dan distribusi membuat pengiriman unit ke para pejabat dilakukan secara bergelombang.
Untuk gelombang pertama operasional ini, tercatat belasan unit Maung telah disiagakan untuk menunjang mobilitas para pimpinan kementerian koordinator dan lembaga.
“Pengadaannya kan sudah dilakukan tahun ini, jadi pengirimannya saja yang masih terbatas. Delapan belas (unit) kalau tidak salah,” pungkas Airlangga menutup keterangannya.
Penggunaan Maung sebagai kendaraan dinas resmi ini menjadi langkah konkrit pemerintah dalam mendorong penguatan industri otomotif dan pertahanan dalam negeri, sekaligus mengikis ketergantungan pada produk kendaraan impor untuk operasional pejabat negara.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post