MALANG TODAY – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dimaknai secara kontekstual dan berdampak nyata oleh keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Al Makky, Gondanglegi, Kabupaten Malang. Tak sekadar menggelar seremoni rutin, lembaga pendidikan Islam ini menerjunkan ratusan santrinya untuk menggelar aksi sosial menyeluruh di Desa Putatlor, Kecamatan Gondanglegi, pada Kamis (22/10/2026).
Aksi pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pesantren dan warga sekitar, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, kebersihan lingkungan, serta rasa hormat kepada para lansia di kawasan Malang Raya.
Rangkaian Aksi Sosial: Dari Kebersihan Musala Hingga Santunan Lansia
Pengasuh Ponpes Al Falah Al Makky Gondanglegi, KH Luqman Hakim, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan HSN 2026 diawali dengan upacara bendera dan pemotongan tumpeng untuk memperingati ulang tahun kedua SMA Plus Al Falah Al Makky. Setelah agenda internal tersebut selesai, para santri langsung bergerak menyebar ke pelosok desa untuk menjalankan tiga program unggulan.
Program pertama adalah Bersih-Bersih 23 Musala (BERSILA). Dalam program ini, para santri disebar ke seluruh penjuru Desa Putatlor untuk membersihkan dan merawat 23 tempat ibadah agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
“Selain menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah, pesantren juga menyiapkan kegiatan sosial yang menyasar kelompok lanjut usia melalui program RESIK (Rawat Eyang, Sembako, dan Indahnya Kebersihan),” ujar ulama yang akrab disapa Gus Luqman tersebut.
Lewat program RESIK, santri secara khusus mendatangi dan memberikan perhatian mendalam kepada 12 lansia di Desa Putatlor, mulai dari membantu kebersihan hunian hingga menyalurkan bantuan perawatan. Tak berhenti di situ, aksi kepedulian berlanjut dengan program SANTUN (Santri Tulus Berbagi Nutrisi), yakni pembagian paket sembako gratis bagi warga kurang mampu yang membutuhkan penopang gizi harian.
Meneguhkan Peran Santri untuk Masyarakat Malang Raya
Gus Luqman menegaskan bahwa momentum Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober harus menjadi pengingat konkret atas histori perjuangan ulama dan santri dalam membela bangsa. Di era modern, jiwa perjuangan tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk pengabdian sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Keterlibatan aktif para santri dalam menjaga kebersihan fasilitas umum, memberikan perhatian kepada kaum lansia, serta membagikan kebutuhan pokok ini diharapkan mampu menguatkan ikatan silaturahmi dan kemitraan antara pesantren dengan masyarakat,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial di Desa Putatlor tersebut dijadwalkan rampung pada siang hari dan ditutup dengan agenda ramah tamah antara pengurus pesantren, santri, serta tokoh masyarakat setempat. Melalui langkah nyata ini, Ponpes Al Falah Al Makky menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dan kebangsaan santri Malang Raya terus hidup dan memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post