IHSG Rebound ke Level 6.036 di Tengah Lonjakan Surplus Dagang dan Bayang-Bayang Konflik AS-Iran
IHSG bergerak menguat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Pergerakan pasar keuangan Tanah Air pada perdagangan akhir pekan menunjukkan ketahanan yang solid. IHSG berhasil menutup sesi perdagangan Jumat dengan menguat 0,46 persen atau naik 27 poin ke level 6.036. Sepanjang hari, indeks saham acuan ini bergerak dinamis dalam rentang area 5,979 hingga 6,053.
Aktivitas perdagangan di bursa berlangsung cukup masif dengan volume transaksi mencapai 121,54 miliar saham dan nilai transaksi bersih sebesar Rp 12,25 triliun. Dari total saham yang ditransaksikan, sebanyak 319 saham mencatatkan penguatan, 337 saham terkoreksi, dan 134 saham bergerak stagnan.
Surplus Neraca Dagang dan Dinamika Kabinet Jadi Penopang
Penguatan pasar saham domestik ini tidak lepas dari dorongan sentimen positif laporan neraca perdagangan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data surplus perdagangan periode Agustus yang melonjak signifikan mencapai 3,55 miliar dolar AS. Angka ini naik tajam jika dibandingkan pencapaian bulan Juli yang sebesar 120 juta dolar AS, sekaligus memberikan angin segar bagi ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Di sisi lain, para pelaku pasar dan investor institusional secara cermat terus mencermati arah kebijakan pascarombakan (reshuffle) kabinet terbaru. Konsistensi serta keberlanjutan program-program strategis ekonomi pemerintah menjadi fokus perhatian utama guna mengukur kepastian investasi dalam jangka menengah dan panjang.
Fokus perhatian pasar pada pekan mendatang akan tertuju pada sejumlah rilis data ekonomi krusial, meliputi posisi cadangan devisa periode September, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), hingga data penjualan eceran Agustus yang akan menjadi petunjuk arah pemulihan daya beli masyarakat.
Bayang-Bayang Geopolitik Timur Tengah dan Resiko Inflasi Global
Meski faktor fundamental dalam negeri menunjukkan sinyal positif, pergerakan pasar keuangan tetap dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran global meny meny menyusul laporan potensi penyiapan kapal induk dan penambahan pasukan militer ke wilayah tersebut.
Kondisi geopolitik yang memanas ini berpotensi mengganggu rantai pasok energi global dan mengerek harga minyak mentah dunia. Lonjakan harga komoditas energi dikhawatirkan dapat membakar kembali laju inflasi global, yang pada akhirnya memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank-bank sentral dunia. Risiko ini membuat sebagian pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati terhadap aset-aset berisiko (risk-off).
Sentimen campuran ini turut memengaruhi pergerakan bursa di kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,9 persen dan indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 2,6 persen. Sebaliknya, indeks Kospi Korea Selatan mampu bertahan di zona hijau dengan menguat 0,5 persen, sementara daratan Tiongkok tutup menyambut hari libur nasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post