Panggung panggung mode paling bergengsi di dunia, Paris Fashion Week, resmi dibuka dengan memberikan panggung utama kepada para talenta muda paling menjanjikan saat ini. Dua nama yang menjadi sorotan utama pada pembukaan musim ini adalah Julie Kegels dan label asal Afrika Selatan, MaXhosa Africa. Keduanya sukses menghipnotis para penikmat mode dunia lewat narasi visual yang kuat, eksperimen material yang berani, serta perayaan identitas budaya yang kental.
Puitis dan Dekonstruktif: Filosofi Gravitasi Julie Kegels
Menjalani penampilan ketiganya di panggung Paris Fashion Week, desainer asal Belgia, Julie Kegels, tidak sekadar mengulik tentang momen kejatuhan, melainkan mendalami esensi dari gravitasi itu sendiri. Koleksi terbarunya bertajuk “Apple of the Day” untuk musim Spring/Summer 2027 yang dipresentasikan di Cité de la Musique, Porte de Pantin, menjadi refleksi atas dinamika hidupnya yang kian intens belakangan ini.
Usai menyabet penghargaan bergengsi LVMH Prize, Kegels kini menikmati sorotan publik yang sangat masif—sebuah pencapaian luar biasa hanya dalam kurun waktu dua tahun sejak merintis label pribadinya. Intensitas ritme kerja yang sarat tekanan tersebut disimbolkan lewat kiasan buah apel yang jatuh menimpa Newton, yang kemudian ia rajut secara apik ke dalam setiap siluet busananya.
Diringi alunan musik synthwave dan electro yang menghentak, koleksi ini menghadirkan lemari pakaian dengan konsep kesederhanaan yang chaotic. Kegels menampilkan gaun terpotong tepat di dada, tights yang terpasang setengah seolah tertarik oleh gaya gravitasi bumi, jaket denim terbalik, hingga gaun dekonstruktif berwarna krem yang dipadukan dengan thigh-high boots. Sentuhan atasan berlipit yang ditata anggun sebagai rok turut memperkuat estetika nonchalant yang puitis.
Permainan warna turquoise, taupe, dan biru memberikan kesegaran pada palet warna koleksi ini. Efek melayang semakin kentara berkat penggunaan material super organza—kain yang dikenal paling ringan di dunia—serta potongan datar yang presisi. Peragaan busana ini ditutup dengan apresiasi meriah berupa standing ovation dari para kritikus mode, menegaskan posisi Kegels sebagai salah satu bintang muda paling bersinar.
Kehangatan Warisan Budaya: Pembaptisan Perdana MaXhosa Africa
Sementara itu, panggung mode Paris juga menjadi saksi sejarah baru bagi label MaXhosa Africa besutan desainer Laduma Ngxokolo. Menandai debut resminya dalam kalender mode Paris, Ngxokolo membawa kehangatan dan kekayaan budaya Afrika Selatan ke kediaman Duta Besar Afrika Selatan di Prancis.
Mengusung koleksi bertajuk “Izihlwele Zivumile” (sebuah penghormatan pada identitas yang diusung sejak awal berdiri), panggung peragaan diawali oleh penampilan solo artis kenamaan Sjava yang memadukan alunan vokal khas dan musik rap. Dedikasi selama 16 tahun dalam mengasah perajinan tangan lokal serta pemilihan bahan berkualitas tinggi akhirnya mengantarkan MaXhosa Africa ke tingkatan mode mewah global.
Di bawah naungan spanduk berlogo khas, deretan model tampil memukau membawa motif geometris dan warna-warni yang menjadi simbol kebudayaan suku Xhosa. Peragaan ini menampilkan kaus polo berkerah gelombang yang dipadukan dengan celana pendek senada, sweter rajut bermotif belah ketupat, hingga gaun wol skulptural yang mengingatkan kita pada karya ikonik Courrèges.
Aksesori yang dihadirkan tak kalah mencuri perhatian. Model-model melangkah anggun mengenakan hiasan kepala berbahan kerang, topi tradisional isicholo berukuran megah yang dihiasi barisan kerang cowrie dan potongan kulit berbulu, serta anting logo ‘MXS’ yang tegas. Sentuhan akhir diperkuat dengan tas anyaman elegan serta kacamata fantastis berbahan paduan kayu dan logam berdesain futuristik.
Debut manis MaXhosa Africa dan kejeniusan Julie Kegels di Paris Fashion Week kali ini membuktikan bahwa masa depan industri mode global kini berada di tangan para kreator muda yang berani bereksplorasi tanpa kehilangan akar narasi mereka.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post