Optimisme Pemerintah Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Pemerintah optimistis laju pertumbuhan ekonomi nasional pada semester kedua tahun ini mampu bergerak melampaui angka 5,5 persen. Capaian positif pada paruh pertama tahun 2026 dinilai menjadi modal krusial untuk menjaga momentum pemulihan, sekaligus mendorong total pertumbuhan ekonomi nasional agar dapat menembus target 5,4 persen hingga penutupan tahun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan optimisme tersebut saat memberikan keterangan resmi di Jakarta. Menurutnya, fondasi perekonomian domestik sejauh ini masih menunjukkan daya tahan yang solid di tengah eskalasi ketidakpastian ekonomi global.
“Saya yakin di kuartal III dan IV, di setengah tahun kedua ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen, dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik,” ujar Suahasil Nazara.
Aspirasi Tumbuh 6 Persen dan Tantangan Dinamika Global
Meski mematok target realistis di atas 5,4 persen, pemerintah secara jangka panjang tetap mengarahkan aspirasi pertumbuhan ekonomi nasional hingga menyentuh level 6 persen. Kendati demikian, Suahasil Nazara mengakui bahwa menembus angka tersebut bukanlah perkara mudah, mengingat gejolak eksternal dan dinamika pasar global masih terus membayangi.
“Kalau aspirasi kita menuju 6 persen. Pada kondisi dunia seperti ini, kita lihat bagaimana gerak ekonomi Indonesia,” ungkapnya menekankan pentingnya fleksibilitas dan kewaspadaan dalam merespons arah perekonomian dunia.
Menjaga Indikator Fundamental dan Kesehatan APBN
Untuk menopang target tersebut, pemerintah memfokuskan strategi pada penguatan sejumlah indikator fundamental ekonomi. Pengendalian laju inflasi menjadi salah satu prioritas utama agar konsumsi masyarakat tetap terjaga dan tidak melebihi angka 3,19 persen, sebagaimana yang tercatat pada Agustus 2026.
Selain inflasi, pemeliharaan laju pertumbuhan kredit di kisaran 13 persen serta efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi kunci penting dalam menjaga transmisi kebijakan fiskal dan moneter.
“Ini adalah indikator-indikator yang baik buat fundamental kita, juga APBN-nya berjalan dengan baik,” tegas Suahasil Nazara.
Berdasarkan data historis kinerja ekonomi nasional, Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61 persen pada kuartal I/2026. Memasuki kuartal II/2026, laju pertumbuhan mengalami sedikit penyesuaian menjadi 5,29 persen. Dengan demikian, secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada sepanjang semester I/2026 berada pada level 5,45 persen.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post