Bentrokan bersenjata kembali pecah di tanah Papua. Sebanyak empat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) tewas setelah terlibat kontak tembak dengan prajurit TNI di Wilayah Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Jumat dini hari.
Operasi penghadangan yang berujung pada aksi saling tembak ini melibatkan personel gabungan dari Tim Khusus Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda serta Tim Taipur Koops Habema di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.
Intai Pergerakan Lewat Drone dan Upaya Persuasi
Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan bahwa pergerakan kelompok bersenjata tersebut pertama kali terdeteksi melalui pemantauan pesawat nirawak (drone). Kelompok yang diidentifikasi berada di bawah pimpinan Daniel Aibon Kogoya itu terlihat bergeser mendekati kawasan permukiman warga yang mencakup sekitar 10 kampung di Distrik Agisiga.
Menanggapi potensi ancaman terhadap warga sipil, aparat keamanan bergerak cepat melakukan penghadangan. Sebelum kontak tembak pecah, personel TNI di lapangan sempat melancarkan langkah persuasif dengan mengimbau anggota kelompok tersebut agar meletakkan senjata dan menyerahkan diri secara damai.
Namun, imbauan tersebut direspon dengan tembakan dari pihak KKB. Aksi ini lantas memicu kontak senjata sengit. Dalam insiden tersebut, seluruh prajurit TNI dilaporkan selamat tanpa korban jiwa, sementara empat anggota kelompok bersenjata dipastikan tewas di tempat.
Penyitaan Senjata dan Barang Bukti
Pasca-bentrokan, pasukan TNI menyisir lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti penting. Dari hasil penyisiran, aparat menyita satu pucuk senapan serbu SS2 V4 beserta amunisi aktif, satu pucuk senapan angin modifikasi merek Shap Inova, lima buah panah, serta sembilan senjata tajam yang terdiri dari enam parang dan tiga pisau.
Selain persenjataan, petugas juga mengamankan sebuah buku tabungan Bank Papua atas nama inisial H-H, enam unit telepon seluler, serta satu lembar bendera Bintang Kejora.
Komitmen Penegakan Hukum dan HAM
Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa operasi militer di wilayah Papua Tengah akan terus berlanjut guna menjamin keamanan masyarakat setempat dari bahaya teror kelompok bersenjata. Meski demikian, ia memastikan seluruh operasi penindakan dilakukan secara terukur sesuai prosedur operasional standar (SOP) dan hukum yang berlaku.
“Aturan pelibatan (rules of engagement) selalu menjadi prioritas utama untuk memastikan seluruh tindakan prajurit di lapangan tetap profesional, mematuhi hukum, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia,” tegas Lucky.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post