PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur jalan sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas kawasan wisata dan menggerakkan roda perekonomian warga. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris (Gus Haris), saat memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah titik proyek pembangunan di kawasan lereng pegunungan Kecamatan Tiris, Kamis (24/9/2026).
Didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dan Kepala Dinas PUPR Hengki Cahyo Saputra, Gus Haris menembus jalur perbukitan menggunakan sepeda motor trail dari kediamannya di Genggong. Langkah meninjau lapangan secara langsung ini diambil guna memastikan proyek fisik—mulai dari peningkatan jalan hingga fasilitas publik seperti Balai Desa Racek, SDN Wedusan, dan Balai Desa Ranuagung—berjalan tepat mutu dan tepat waktu.
Akses Destinasi Wisata Unggulan Diperkuat
Fokus utama dalam peninjauan lapangan tersebut menyasar peningkatan kualitas jalan menuju objek wisata pemandian air panas di Tiris. Jalur strategis yang menjadi urat nadi kunjungan wisatawan tersebut kini ditangani secara serius menggunakan spesifikasi konstruksi tinggi.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahyo Saputra, membeberkan bahwa akses menuju pemandian air panas dikerjakan sepanjang 558 meter dengan lebar rata-rata 3,5 meter. Pihaknya mengaplikasikan konstruksi beton mutu tinggi K300 guna menjamin daya tahan struktur jalan.
“Konstruksi beton K300 ini dirancang agar mampu menopang pergerakan kendaraan dengan beban muatan antara 10 hingga 12 ton. Jadi sangat tangguh untuk diakses kendaraan wisatawan maupun moda transportasi lokal,” papar Hengki.
Selain akses wisata air panas, tim Pemkab Probolinggo juga mengevaluasi pengerjaan jalan koridor dari arah Desa Racek sepanjang 5,6 kilometer. Proyek ini dibagi dalam dua segmen pengerjaan (2,9 kilometer dan 2,7 kilometer) dengan lebar badan jalan 5 meter, memadukan lapisan hotmix 4 meter serta perkuatan bahu jalan berbasis beton di kedua sisinya.
Dukungan Event Parawisata dan Agresivitas Pavingisasi
Gus Haris menekankan bahwa pembenahan infrastruktur transportasi darat erat kaitannya dengan kesiapan Probolinggo dalam menggelar ragam agenda pariwisata bertaraf regional maupun nasional. Menurutnya, konektivitas yang nyaman akan memberikan nilai tambah signifikan bagi pengalaman para wisatawan.
“Pembangunan jalan dan perbaikan jalur akses menjadi modal utama kita dalam menyambut berbagai ajang pariwisata. Terlebih menjelang agenda besar seperti perhelatan Seven Lakes, Seven Waterfalls, Seven Days, Seven November. Pavingisasi dan pembenahan jalur di destinasi danau-danau kita harus terintegrasi dengan baik,” ujar Gus Haris.
Ia menambahkan, meskipun pabrik cetak paving mandiri milik Pemkab Probolinggo saat ini masih dalam tahap penyelesaian akhir (on progress), pengerjaan penataan lingkungan dan jalan kawasan wisata tidak boleh mandek. Pemanfaatan skema kemitraan seperti Corporate Social Responsibility (CSR) turut dioptimalkan untuk menutup celah kebutuhan pembangunan.
“Saat pabrik paving pemerintah daerah resmi beroperasi penuh nanti, kita akan bergerak lebih agresif lagi. Kawasan pelosok dan jalur pelosok wisata yang sulit dijangkau oleh alat berat pengaspalan hotmix, akan kita selesaikan secara presisi menggunakan produksi paving kita sendiri,” imbuhnya optimis.
Cegah Overtonase Angkutan Kayu, Warga dan Pemdes Diimbau Ikut Mengawasi
Di balik masifnya pengerjaan jalan, Pemkab Probolinggo menaruh perhatian serius terhadap faktor usia pakai infrastruktur. Mengingat kawasan Tiris dan Krucil dikenal sebagai sentra industri kayu yang memiliki mobilitas angkutan berat cukup tinggi, potensi kerusakan akibat muatan berlebih (overloading/overtonase) menjadi ancaman nyata.
Gus Haris mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya jajaran pemerintah desa dan para kepala desa, untuk membangun kepedulian bersama dalam mengawasi kendaraan yang melintas di wilayah masing-masing.
“Kawasan Tiris dan Krucil ini adalah pusat industri kayu. Kita sudah bangunkan jalan berkualitas standar mutu K300 hingga K350, baik untuk cor beton maupun paving. Harapan saya, ayo saling menjaga. Jangan sampai jalan yang baru dibangun ini cepat rusak gara-gara pembiaran angkutan overtonase,” imbau Bupati.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga aset publik ini, Bupati meyakini investasi pembangunan infrastruktur akan memicu dampak berganda (multiplier effect) yang panjang—mendorong kelancaran arus barang, meningkatkan kunjungan wisata, hingga pada akhirnya mendongkrak taraf ekonomi warga di kawasan selatan Probolinggo.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post