Usia terbukti bukan menjadi penghalang untuk menjelajahi derasnya arus teknologi dan industri permainan digital. Seorang nenek berusia 78 tahun asal Inverurie, Skotlandia, Cath Bowie, resmi dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai penyiarkan langsung (streamer) gim wanita tertua di dunia yang aktif memainkan permainan populer Fortnite.
Melalui kanal siarannya yang beridentitas nama akun grumpygran1948, perempuan lansia ini membuktikan bahwa ranah gim mikro yang identik dengan generasi muda dapat ditaklukkan dengan konsistensi dan ketekunan. Berkat dedikasinya tersebut, pencapaian Cath Bowie dipastikan akan diabadikan dalam buku rekor dunia edisi mendatang, Guinness World Records Gamer’s Edition 2027.
Awal Mula Mengenal Fortnite dan Mematahkan Keraguan
Perjalanan Bowie di dunia gim dimulai pada 2017 lalu ketika sang cucu memperkenalkan Fortnite kepadanya. Momen perkenalan sederhana tersebut rupanya menjadi titik balik yang memicu ketertarikannya secara mendalam pada dunia permainan virtual.
“Saya langsung ketagihan sejak pertama kali mencobanya,” ungkap Bowie. Sejak saat itu, memegang kendali permainan dan menyapa para penggemarnya di ruang siber telah menjadi bagian rutin harian yang tak terpisahkan.
Keputusan Bowie untuk melangkah lebih jauh menjadi seorang streamer sempat diwarnai nada sangsi dari lingkungan terdekat. Cucunya sendiri sempat meragukan bahwa akan ada audiens yang tertarik menonton aksi seorang nenek berkejaran di medan tempur virtual.
Namun, keraguan tersebut justru berubah menjadi pemicu motivasi. Bowie membuktikan kapasitasnya hingga kini berhasil mengumpulkan basis pengikut lebih dari 24.000 pengguna di platform digitalnya. “Ucapan cucu saya justru bikin saya tertantang, dan saya berhasil membuktikannya,” tegasnya penuh optimisme.
Sensasi Kompetisi Tanpa Visual Vulgar
Bagi Bowie, daya tarik utama gim bergenre Battle Royale seperti Fortnite terletak pada dinamika kompetisi yang menantang namun tetap ramah bagi berbagai kalangan usia. Ia mahir beradaptasi dalam berbagai moda permainan, mulai dari pertarungan individu (solo), berpasangan (duo), hingga membentuk regu (skuad).
Ia menekankan bahwa Fortnite menyajikan mekanisme permainan yang mengasah fokus dan refleks tanpa harus menyorot adegan kekerasan yang mengerikan. “Kita berusaha mengalahkan lawan, tetapi tidak ada visual darah sama sekali. Jadi tidak ada adegan yang mengerikan,” jelas Bowie mengenai alasannya betah berjam-jam di depan layar monitor.
Membangun Komunitas Global dan Meretas Batas Generasi
Di luar keseruan strategi permainan, alasan mendasar yang membuat Cath Bowie terus bertahan di industri siaran gim adalah jalinan interaksi sosial yang terstruktur bersama komunitas global. Lewat aktivitas ini, ia berhasil membangun jejaring pertemanan lintas benua tanpa terhalang jarak dan batasan usia.
Kini, kawan bermain rutinnya tersebar di berbagai belahan dunia, mulai dari Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, hingga Australia. Aktivitas siaran langsung yang ia jalankan tidak sekadar menjadi ajang unjuk kebolehan bermain gim, melainkan wadah pertukaran cerita yang hangat.
“Obrolan kami sangat menyenangkan dan beberapa di antaranya bahkan sudah bermain bersama saya selama bertahun-tahun,” pungkas Bowie. KISAH Cath Bowie menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar, adaptasi teknologi, dan ruang komunikasi modern mampu melintasi sekat antar-generasi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post