Gairah Investasi AI Dorong Penguatan Wall Street di Penutupan Pekan
Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) menutup perdagangan akhir pekan dengan catatan positif. Minat yang tetap kuat dari para investor terhadap saham-saham di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kembali menjadi penggerak utama penguatan bursa saham global tersebut.
Pada penutupan perdagangan Jumat (25/9/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi WIB, tiga indeks utama Wall Street kompak menguat. Indeks S&P 500 tercatat naik 0,51 persen hingga mencapai level 7.743,41. Penguatan juga terjadi pada indeks berbasis teknologi, Nasdaq Composite, yang terangkat 0,48 persen ke posisi 27.068,72. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melesat paling tinggi dengan kenaikan 0,93 persen ke level 51.828,62.
Kinerja positif pada penutupan pekan ini sekaligus mempertegas tren hijau secara mingguan. Sepanjang pekan ini, indeks S&P 500 berhasil mencetak kenaikan sebesar 1,2 persen, sedangkan Nasdaq mencatatkan akumulasi penguatan hingga 2 persen.
Sektor Teknologi Jadi Motor Penggerak Utama
Sektor teknologi informasi tampil sebagai pemimpin laju pergerakan bursa dengan lonjakan mencapai 0,91 persen. Performa solid ini mendorong tujuh dari sebelas sektor utama dalam indeks S&P 500 berhasil mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau.
Raksasa teknologi Microsoft menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar setelah harga sahamnya melonjak 3,7 persen. Sentimen positif investor terhadap Microsoft terdorong oleh pengumuman pembaruan fitur Copilot berbasis AI yang dinilai semakin memperkuat posisi komersial perusahaan di industri teknologi masa depan.
Langkah penguatan ini juga diikuti oleh sejumlah emiten teknologi lainnya. Saham Qualcomm tercatat melesat 4 persen, sementara Dell Technologies melonjak hingga 5 persen. Kenaikan signifikan juga dialami Akamai Technologies yang menguat 3,2 persen setelah resmi menandatangani kesepakatan kerja sama layanan komputasi awan (cloud) senilai 11,6 miliar Dolar AS bersama startup AI ternama, Anthropic.
Meski mayoritas saham teknologi menguat, beberapa emiten justru mengalami tekanan koreksi. Saham Meta Platforms tergerus 3,3 persen akibat maraknya aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah saham induk Facebook tersebut sempat melonjak tajam pada awal pekan.
Tantangan Ketegangan Makroekonomi Masih Membayangi
Di balik gairah sektor teknologi, para pelaku pasar global tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap dinamika makroekonomi yang masih dipenuhi ketidakpastian. Tekanan inflasi global dan ketegangan geopolitik menjaga harga komoditas energi berada di level tinggi.
Harga minyak mentah acuan jenis Brent dilaporkan masih bertahan kokoh di atas level 100 Dolar AS per barel. Di saat yang sama, pasar keuangan juga dibayangi oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun yang menanjak hingga menyentuh level 5,196 persen—posisi tertinggi dalam 19 tahun terakhir.
Tingginya imbal hasil obligasi dan harga energi ini menjadi perhatian utama para investor, mengingat kedua faktor tersebut berpotensi memicu ketatnya kebijakan moneter yang berlanjut dari bank sentral.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post