MALANG – Menekan lonjakan populasi kucing liar sekaligus menjaga status bebas rabies, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) menggelar program sterilisasi gratis untuk puluhan kucing jantan. Aksi sosial yang disambut antusias warga ini dihelat dalam rangka menyambut World Rabies Day.
Langkah pengendalian populasi ini dinilai mendesak agar jumlah hewan peliharaan di lingkungan permukiman tetap seimbang dengan kapasitas pemeliharaannya. Program kastrasi massal tersebut menyasar 60 ekor kucing jantan domestik maupun ras milik warga Kota Malang.
Edukasi Kepemilikan Bertanggung Jawab
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, drh. Anton Pramujiono, menegaskan bahwa sterilisasi menjadi solusi humanis paling efektif untuk mencegah ledakan populasi hewan yang kerap memicu masalah sosial dan kesehatan lingkungan.
“Kalau misalkan kemampuan memelihara hanya lima, berarti harus bisa mengendalikan populasinya. Masyarakat juga terus kami edukasi terkait pentingnya tindakan kastrasi ini,” ujar drh. Anton.
Prosedur sterilisasi difokuskan pada kucing jantan berusia di atas enam bulan dengan kondisi testis yang telah berkembang sempurna. Sebelum tindakan bedah pengangkatan testis dilakukan, tim medis hewan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan grooming higienis pada area kelamin hewan.
Kewaspadaan Lalu Lintas Hewan Rentan Rabies
Selain tindakan kastrasi, rangkaian peringatan Hari Rabies Sedunia yang mengusung tema “Stronger Together” ini juga diisi dengan program vaksinasi rabies massal bagi hewan berumur minimal empat bulan.
Kendati wilayah Jawa Timur dan Kota Malang secara historis menyandang status bebas rabies, otoritas kesehatan hewan setempat menolak lengah. Potensi transmisi penyakit zoonosis mematikan tersebut tetap diantisipasi ketat, terutama melalui pengawasan arus pergerakan hewan peliharaan antarwilayah.
“Kita tetap perlu waspada karena lalu lintas hewan sangat dinamis. Kami memperketat pengawasan dan siap menghalau masuknya hewan dari daerah yang belum bebas rabies agar Kota Malang tetap aman,” tegas Anton.
Gandeng Kampus dan Dorong Subsidi Steril Kucing Betina
Tingginya animo masyarakat membuat kuota sterilisasi gratis kerap terisi penuh dalam waktu singkat. Menyikapi hal tersebut, Pemkot Malang menggandeng institusi akademis, salah satunya Universitas Brawijaya (UB), untuk menggelar agenda sterilisasi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober mendatang.
Ke depan, Dispangtan Kota Malang juga mendorong keterlibatan komunitas pecinta satwa dan dokter hewan praktisi guna membuka skema subsidi steril bagi kucing betina. Pasalnya, biaya operasi pengangkatan rahim (ovariohisterektomi) pada kucing betina membutuhkan biaya yang relatif lebih besar dibanding kastrasi jantan.
“Kami berharap masyarakat dan lingkungan saling berkolaborasi, termasuk membantu subsidi kastrasi kucing di sekitarnya. Dengan begitu, populasi kucing liar terkendali dan kenyamanan warga Kota Malang tetap terjaga,” pungkas Anton.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post