Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Zegna Siapkan Panggung Kemewahan Villa Zegna dan Koleksi Musim Panas 2028 di Beijing/OJK Sebut Disfungsi Pasar Jadi Pemicu Utama Ancaman Downgrade MSCI/Polisi Cokok Penembak di Kampung Ambon dan Ungkap Motif Utama Pelaku/Tren Penumpang Perempuan KAI Daop 9 Jember Melonjak Hingga 9,6 Persen/Target Pendanaan Putaran Baru OpenAI Dilaporkan Memangkas/Strategi Daur Ulang Limbah Jadi Komoditas Ekonomi Bernilai Tambah Tinggi/11 Pengasuh Daycare Little Aresha Yogyakarta Divonis Penjara/Dihujani Telur saat Berpidato di Parlemen, PM Kosovo Albin Kurti Diserang Politisi Oposisi/Versace Siap Guncang Paris Couture Week Usai Lama Absen/Hujan Turun di Indonesia, Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Anjlok 87 Persen/Pascaputusan MA, Buruh Menagih Komitmen Pemerintah Tuntaskan Aturan Usia Pensiun/Malang Movement Rangkul 8 Komunitas Wujudkan Kota Ramah Disabilitas/Salesforce Lanjutkan Aksi Korporasi Bernilai 375 Juta Dolar demi Pinang Startup Teknologi Pertahanan Rune/Peradi Profesional Fokus Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Calon Advokat/MA Batalkan Surat Keterangan Ijazah Gibran, Ini Konsekuensi Hukumnya/
Zegna Siapkan Panggung Kemewahan Villa Zegna dan Koleksi Musim Panas 2028 di Beijing/OJK Sebut Disfungsi Pasar Jadi Pemicu Utama Ancaman Downgrade MSCI/Polisi Cokok Penembak di Kampung Ambon dan Ungkap Motif Utama Pelaku/Tren Penumpang Perempuan KAI Daop 9 Jember Melonjak Hingga 9,6 Persen/Target Pendanaan Putaran Baru OpenAI Dilaporkan Memangkas/Strategi Daur Ulang Limbah Jadi Komoditas Ekonomi Bernilai Tambah Tinggi/11 Pengasuh Daycare Little Aresha Yogyakarta Divonis Penjara/Dihujani Telur saat Berpidato di Parlemen, PM Kosovo Albin Kurti Diserang Politisi Oposisi/Versace Siap Guncang Paris Couture Week Usai Lama Absen/Hujan Turun di Indonesia, Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Anjlok 87 Persen/Pascaputusan MA, Buruh Menagih Komitmen Pemerintah Tuntaskan Aturan Usia Pensiun/Malang Movement Rangkul 8 Komunitas Wujudkan Kota Ramah Disabilitas/Salesforce Lanjutkan Aksi Korporasi Bernilai 375 Juta Dolar demi Pinang Startup Teknologi Pertahanan Rune/Peradi Profesional Fokus Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Calon Advokat/MA Batalkan Surat Keterangan Ijazah Gibran, Ini Konsekuensi Hukumnya/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Udara Kalimantan Tengah Berstatus Bahaya, Kelompok Rentan Terjebak Asap Pekat Karhutla

by BBC Indonesia
September 25, 2026
Udara Kalimantan Tengah Berstatus Bahaya Kelompok Rentan Terjebak Asap Pekat

Udara Kalimantan Tengah Berstatus Bahaya Kelompok Rentan Terjebak Asap Pekat

PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kalimantan Tengah kian memprihatinkan. Kepungan kabut asap pekat tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga dan mengganggu ratusan penerbangan, tetapi juga mengancam keselamatan kelompok rentan seperti lansia, ibu menyusui, dan bayi yang kini harus berjuang bertahan hidup di tengah kualitas udara yang masuk kategori berbahaya.

Kondisi di lapangan menunjukkan jarak pandang di sejumlah titik menyusut hingga hanya 100 meter. Langit tampak berwarna jingga pekat akibat paparan partikel asap gambut. Konsentrasi PM2.5 di Kota Palangka Raya bahkan sempat menembus angka 501,9 µg/m³, angka yang melampaui batas sangat berbahaya dan beracun bagi kesehatan manusia.

Perjuangan Kelompok Rentan di Garis Depan Karhutla

Kondisi mencekik ini dirasakan langsung oleh Salasiah (60), putrinya Ilma Nailah Anjely (26), dan cucunya Idham Fatih yang baru berusia enam bulan. Ketiganya tinggal di kawasan Jalan Hiu Putih Lanjutan, Palangka Raya—lokasi yang berbatasan langsung dengan lahan gambut terbakar.

Hampir satu bulan penuh, keluarga ini hidup dalam kecemasan tinggi. Api terus mengintai area pekarangan dan bangunan di belakang rumah mereka, seperti bekas kandang ayam dan sarang walet.

“Kami tidak pernah bisa tidur nyenyak. Kadang malam-malam harus bangun mengecek ke belakang karena takut api tiba-tiba membesar,” ungkap Ilma.

Untuk bertahan, Salasiah dan Ilma terpaksa berbagi peran. Sang ibu yang tergolong lansia terpaksa menyiram titik api kecil secara mandiri dengan ember menimba dari kolam bekas ikan, sementara Ilma fokus menjaga sang bayi di dalam ruangan sambil terus memberikan ASI agar bayinya tidak terdehidrasi akibat paparan asap.

Fasilitas Kesehatan ‘Jemput Bola’ Sangat Dinantikan

Paparan asap secara terus-menerus mulai menurunkan kondisi fisik warga. Salasiah mengaku sering mengalami sesak napas, pusing, hingga kenaikan tekanan darah akibat stres dan kelelahan fisik memadamkan api. Sementara itu, bayi Idham mulai menunjukkan gejala gelisah dan batuk akibat udara pengap di dalam rumah.

Akses menuju fasilitas kesehatan terdekat yang berjarak sekitar lima kilometer terasa sulit dijangkau karena harus menembus kabut asap yang tebal. Warga berharap adanya tim medis yang turun langsung ke pemukiman untuk memberikan layanan kesehatan door-to-door.

“Kami sangat membutuhkan posko kesehatan atau pemeriksaan medis yang mendatangi rumah-rumah warga. Sebagian besar warga di sini terdampak langsung dan ruang geraknya sangat terbatas,” ujar Salasiah.

Tekanan warga kian bertambah ketika pemadaman listrik berkala terjadi. Tanpa aliran listrik, alat penyaring udara (air purifier) dan kipas angin tidak dapat beroperasi, menyebabkan kabut asap masuk tanpa terfilter ke dalam rumah.

Relawan Keterbatasan Bahan Bakar, Operasi Udara Terkendala

Di sudut lain, para petugas dan relawan pemadam kebakaran terus berjibaku di lapangan. Kendati demikian, karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah membuat api mudah kembali menyala saat tertiup angin kencang.

Ramadhan Noverian Belmin, relawan dari BPK Hiu Putih, menyampaikan bahwa karhutla tahun ini jauh lebih parah ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Selain medan yang sulit dijangkau, kendala utama relawan terletak pada keterbatasan pasokan bahan bakar untuk mesin pompa air.

“Jatah bensin harian sering kali habis untuk operasional tiga jam saja. Kalau api belum padam, kami terpaksa menggunakan uang pribadi untuk membeli BBM tambahan agar pemadaman bisa berlanjut,” kata Ramadhan.

Upaya pemadaman dari udara (water bombing) serta teknologi modifikasi cuaca juga menemui jalan buntu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa helikopter pemadam sulit beroperasi akibat jarak pandang yang sangat minim, sementara potensi awan hujan untuk disemai tercatat sangat rendah.

Kasus ISPA Melonjak dan Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Dampak kesehatan akibat bencana karhutla ini tercatat sangat masif. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah terdampak karhutla mencapai lebih dari 174 ribu kasus sepanjang Agustus hingga September, dengan puluhan ribu korban di antaranya merupakan balita.

Sektor pendidikan pun tak luput dari dampak buruk ini. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di wilayah Kalimantan Tengah menghadapi kendala serius, terutama di kawasan pelosok yang minim sinyal internet dan pasokan listrik.

Sektor transportasi udara turut lumpuh. Kementerian Perhubungan mencatat sedikitnya 409 penerbangan di wilayah Kalimantan terdampak akibat penurunan jarak pandang ekstrem di beberapa bandara utama, seperti Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda. Mayoritas penerbangan mengalami pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan rute.

Di tengah kepungan bencana yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, warga terdampak kini hanya memiliki satu harapan dasar yang mendesak: pulihnya kualitas udara bersih agar kehidupan dapat kembali berjalan normal.

logo BBC Indonesia
BBC Indonesia

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)

Related Posts

Zegna Siapkan Panggung Kemewahan Villa Zegna Dan Koleksi Musim Panas

Zegna Siapkan Panggung Kemewahan Villa Zegna dan Koleksi Musim Panas 2028 di Beijing

by Malang Today
November 1, 2026

Zegna siap menggelar peragaan busana Summer 2028 dan memboyong konsep eksklusif Villa Zegna ke Beijing untuk pertama kalinya.

Ojk Sebut Disfungsi Pasar Jadi Pemicu Utama Ancaman Downgrade Msci

OJK Sebut Disfungsi Pasar Jadi Pemicu Utama Ancaman Downgrade MSCI

by Malang Today
November 1, 2026

OJK buka suara terkait ancaman penurunan status MSCI akibat disfungsi pasar serta dampaknya terhadap investasi di Indonesia.

Polisi Cokok Penembak Di Kampung Ambon Dan Ungkap Motif Utama

Polisi Cokok Penembak di Kampung Ambon dan Ungkap Motif Utama Pelaku

by Malang Today
November 1, 2026

Polisi berhasil menangkap pelaku penembakan di Kampung Ambon Jakarta Barat. Simak kronologi penangkapan dan pengakuan motif lengkapnya di sini.

Strategi Daur Ulang Limbah Jadi Komoditas Ekonomi Bernilai Tambah Tinggi

Strategi Daur Ulang Limbah Jadi Komoditas Ekonomi Bernilai Tambah Tinggi

by Malang Today
October 31, 2026

Pelajari strategi jitu mengubah limbah dan barang tak terpakai menjadi produk bernilai tinggi yang siap mendatangkan untung melimpah.

11 Pengasuh Daycare Little Aresha Yogyakarta Divonis Penjara

11 Pengasuh Daycare Little Aresha Yogyakarta Divonis Penjara

by BBC Indonesia
October 31, 2026

Sebanyak 11 pengasuh daycare Little Aresha di Yogyakarta resmi divonis penjara atas kasus penganiayaan anak. Simak rincian hukumannya di sini.

Dihujani Telur Saat Berpidato Di Parlemen Pm Kosovo Albin Kurti

Dihujani Telur saat Berpidato di Parlemen, PM Kosovo Albin Kurti Diserang Politisi Oposisi

by Malang Today
October 31, 2026

Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti dilempar telur oleh politisi oposisi saat berpidato di parlemen terkait kesepakatan dengan Serbia.

Versace Siap Guncang Paris Couture Week Usai Lama Absen

Versace Siap Guncang Paris Couture Week Usai Lama Absen

by Malang Today
October 31, 2026

Versace siap kembali mengguncang panggung Paris Couture Week dengan koleksi busana super mewah yang paling dinantikan para pecinta fashion dunia.

Hujan Turun Di Indonesia Kasus Ispa Akibat Kabut Asap Anjlok

Hujan Turun di Indonesia, Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Anjlok 87 Persen

by Malang Today
October 31, 2026

Hujan deras di Indonesia berhasil meredakan kabut asap dan menekan kasus ISPA hingga 87 persen, membawa udara segar bagi masyarakat.

Pascaputusan Ma Buruh Menagih Komitmen Pemerintah Tuntaskan Aturan Usia Pensiun

Pascaputusan MA, Buruh Menagih Komitmen Pemerintah Tuntaskan Aturan Usia Pensiun

by Malang Today
October 31, 2026

Menyikapi putusan MA terbaru, kalangan buruh mendesak pemerintah agar serius membahas regulasi usia pensiun demi kepastian masa depan pekerja.

Peradi Profesional Fokus Tingkatkan Kualitas Dan Kompetensi Calon Advokat

Peradi Profesional Fokus Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Calon Advokat

by Malang Today
October 31, 2026

Peradi Profesional fokus tingkatkan kualitas calon advokat melalui pelatihan komprehensif guna mencetak penegak hukum yang integritas.

Discussion about this post

Signaturee 2026 Badge
Signaturee Avatar
View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

4847
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.