Tren Positif Kereta Api: Penumpang Perempuan di Jalur Timur Jawa Timur Tembus 1,6 Juta Perjalanan
MALANG TODAY – Kesadaran dan kepercayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap keamanan transportasi publik terus menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember—yang melayani jalur vital wilayah timur Jawa Timur—mencatat lonjakan signifikan pada jumlah perjalanan penumpang perempuan sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026.
Tak kurang dari 1.605.615 perjalanan penumpang perempuan terekam dalam sistem. Angka ini melonjak tajam sebanyak 140.607 perjalanan atau tumbuh sekitar 9,6 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatatkan 1.465.008 perjalanan.
Secara rinci, dari total 1,6 juta mobilitas tersebut, sebanyak 798.930 merupakan penumpang keberangkatan (naik 9,66 persen), sementara 806.685 lainnya adalah penumpang kedatangan (naik 9,53 persen). Lonjakan ini menandaskan peran penting armada ular besi sebagai urat nadi mobilitas warga, termasuk masyarakat dari kawasan Malang Raya yang kerap berpergian ke arah timur seperti Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi.
Puncak Mobilitas dan Fitur Ramah Gender di Aplikasi Access by KAI
Data internal menunjukkan bahwa mobilitas penumpang perempuan paling tinggi terjadi pada bulan-bulan libur sekolah dan hari besar nasional. Puncak tertinggi tercatat pada Agustus 2026 dengan 176.351 perjalanan, disusul Juni sebanyak 171.764 perjalanan, dan Mei yang mencapai 170.904 perjalanan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa peningkatan ini tak lepas dari berbagai inovasi fasilitas yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan gender.
“Kereta api merupakan moda transportasi publik yang digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk perempuan dengan beragam kebutuhan perjalanan. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya nyaman dan mudah diakses, tetapi juga memberikan rasa aman,” terang Cahyo.
Salah satu fitur andalan yang sangat diminati kaum hawa adalah kemudahan memilih denah tempat duduk melalui aplikasi Access by KAI. Saat memesan tiket, penumpang perempuan dapat memilih tempat duduk yang berdekatan dengan sesama penumpang perempuan. Fitur ramah gender ini ditandai secara khusus dengan kode TD (Tempat Duduk) berwarna merah muda pada peta denah kursi.
Sanksi Sanksi Blacklist NIK: Benteng Ketat Lindungi Penumpang dari Pelecehan
Selain penambahan fitur pemesanan, jaminan keamanan fisik di lapangan menjadi faktor kunci di balik meningkatnya kepercayaan pelanggan. KAI menegaskan posisi teguh melalui kebijakan zero tolerance (toleransi nol) terhadap segala bentuk pelecehan seksual, baik di area stasiun maupun selama perjalanan di atas kereta.
Cahyo menegaskan, siapa saja yang terbukti melakukan tindakan tidak terpuji tersebut akan dijatuhi sanksi ekstra keras tanpa kompromi. Sanksi utama yang siap menanti pelaku adalah pemblokiran Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara permanen dalam sistem sistem tiket KAI.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian. Tindakan tersebut memiliki konsekuensi serius, termasuk pemblokiran NIK sehingga pelaku tidak dapat lagi membeli tiket kereta api di seluruh wilayah operasional KAI, serta pemrosesan hukum apabila memenuhi unsur pidana,” tegas Cahyo.
Pihak manajemen juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa perjalanan—khususnya penumpang yang melintas di jalur Jawa Timur—agar tidak ragu melapor kepada kondektur, petugas Polsuska, maupun personel keamanan stasiun apabila mengalami atau menyaksikan dugaan tindakan tidak menyenangkan. Respons cepat dari petugas di lapangan diharapkan mampu menjaga ruang publik tetap aman, inklusif, dan ramah bagi semua pengguna jasa.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post